Tri Wahyuni, Bawa Senam Rytmik Lampung ke Asian Games 2026

Tri Wahyuni, Bawa Senam Rytmik Lampung ke Asian Games 2026

DERETAN ATLET PEMECAH SEJARAH OLAHRAGA LAMPUNG (3)

Mediasenior|Bandarlampung|Sport|13092026

---- Tri Wahyuni, pesenam rytmik senior Lampung itu ternyata memasuki masa keemasannya justru pada usia yang sudah cukup dewasa. Setelah mempersembahkan 3 medali emas PON XXI Aceh-Sumut 2024, sampai saat ini performa Tri bukannya menyryn malah terus menanjak dibawah bimbingan Yulianti, pelatih bertangan dingin di senam rytmik Lampung.

Kini Tri Wahyuni menjadi yang pertama sebagai pesenam ritmik Lampung pertama sepanjang sejarah yang tampil di Asian Games, meskipun secara prestasi sepanjang karir belum melampaui pelatihnya, Yulianti.

Yulianti memang bukan sekadar pernah meraih satu-dua emas. Yulianti mengoleksi 11 medali emas PON sepanjang kariernya sebagai pesenam ritmik Lampung.

Yulianti bukan hanya atlet daerah. Ia juga merupakan pesenam nasional Indonesia dan pernah memperkuat Indonesia di beberapa SEA Games: 1995, 1997, 2001, dan 2003, dengan koleksi medali internasional yang cukup banyak.

Tri adalah Tri

Tri Wahyuni merupakan pesenam ritmik Lampung yang sangat menonjol dalam beberapa tahun terakhir.

Pada PON Papua 2021, Lampung diperkuat Sutjiati K. Narendra dan Tri Wahyuni dalam senam ritmik, Senam rytmik menyumbang 4 medali emas, 3 Emas dari Suciati dan 1 Emas dari Tri Wahyuni.

Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, Tri Wahyuni meraih 3 emas, all-around, gada, dan pita. Lampung  juga mencatat prestasi besar melalui Tri Wahyuni dan Sutjiati, dengan total 4 emas dan 2 perak di senam ritmik PON 2024.

Pada Kejurnas Gimnastik 2026, Lampung bahkan menjadi juara umum ritmik dengan 7 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.

Dan yang paling penting, FGI memastikan Tri Wahyuni lolos kualifikasi Asian Games 2026 setelah tampil di Asian Championships di Kirgistan.

Jadi posisi Tri sekarang bukan sekadar "masuk daftar kontingen", tetapi memenuhi kualifikasi untuk mewakili Indonesia di Asian Games 2026.

Dua dekade kemudian, generasi yang dibinanya, Tri Wahyuni, melanjutkan tongkat estafet menuju Asian Games. Tri Wahyuni mulai ditemukan lewat talent scouting Persani Lampung pada 1990, ketika masih kelas V SD di Kampung Sawah Lama, Tanjungkarang.

Meskipun Tri sebenarnya lolos ke babak kualifikasi World Championship di Jerman, namun akhirnya Tri harus memilih lebih konsenterasi membela negeri ini di kompetisi Asian Games bulan ini.

Dukungan KONI dan FGI Lampung

Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat menyambut baik keterwakilan Tri Wahyuni  di kontingen Indonesia ke Asian Games 2026. Ini membuktikan banyak atlet Lampung memiliki kualitas nasional yang wajar bisa menjadi bagian kontingen nasional ke tingkat ASEAN maupun Asia.

“Tri Wahyuni menginspirasi kita semua bahwa Lampung memiliki potensi besar. Beberapa atlet Lampung masuk ke jejaring nasional di beberapa cabang olahraga. Oleh karenanya optimistis untuk bisa terus menelorkan atlet berprestasi nasional harus dipertebal pada setiap cabang olahraga di daerah ini,” katanya.

Taufik bahkan menilai ini sebagai contoh soal tentang keseriusan dalam pembinaan cabang olahraga. Nilai keseriusan pasti aka nada harganya sendiri.

“Kami melihat secara realistis. Ketika pembinaan dilakukan dengan serius dan sepenuh hati, dan atletnya juga memiliki rasa dan keinginan untuk mendapatkan yang terbaik, maka harganya pasti mahal. Penghargaan yang diterima juga pasti lebih tinggi,” ungkapnya.

Sekretaris Umum Gymnastik Indonesia (GI) Lampung, Supeno mengatakan bahwa lolosnya Tri menjadi anggota tim nasional Senam Rytmik ke Asian Games 2026 telah membanggakan Lampung.

“Ini mendapatkan respon luar biasa dari ketua umum GI Lampung, ibu Purnama Wulansari Mirzani, bahwa saatnya kita harus lebih serius untuk memperhatikan perkembangan dan pretasi atlet. Sehingga potensi seperti yang ditunjukkan Tri Wahyuni akan menjadi pemacu semangat atlet lainnya untuk mengejar prestasi tertinggi.” Kata Supeno. (don)

Berikan Komentar