Nabila dan Indah, Atlet Putri Lampung Pertama Tembus ASIAN Games

Nabila dan Indah, Atlet Putri Lampung Pertama Tembus ASIAN Games

DERETAN ATLET PEMECAH SEJARAH OLAHRAGA LAMPUNG (1)

Mediasenior|08238220289X|Asiangames|13092026

----Dua Srikandi olahraga Lampung saat ini menorehkan sejarah panjang yang sebelumnya belum pernah dicatatkan oleh pendahulunya di cabang olahraga yang berbeda, yakni Tinju dan Judo.

Keduanya adalah Nabila Maharani dari cabor Tinju amatir dan Indah Permata Sari dari cabor Judo.

Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dari pembinaan sederhana yang diproduksi di provinsi Lampung selama ini.

Nabila kini masuk di jajaran tim nasional tinju kontingen Indonesia yang menerobos masuk jajaran elit di Asian Games yang dihelat di aichi Nagoya Jepang, 19 September sampai 4 Oktobober 2026.


Nabila Maharani

Nabila yang mengawali karir sepenuhnya di Lampung dibawah penanganan dan bimbingan pelatih Tinju Lampung, Pieter Samual Harry sudah membuktikan tumbuh sebagai kekuatan tinju wanita di kelas 54 Kg yakni kelas Bantam, memiliki sederat prestasi nasional sejak tahun 2021.

Nabila yang mulai serius menekuni tinju sejak 2016, ketika masih berusia sekitar 10 tahun.

Nabila Maharani lolos ke PON lewat ajang Porwil di Bengkulu 2019, dimana saat itu dia bersama 4 petinju lainnya lolos PON dengan mengantongi medali emas. Kemudian di PON XX Papua tahun 2021, kembali Nabila menunjukkan bahwa lolos PON bukan sebuah kebetulan, namun memnag memiliki kapasitas dan kemampuan.

Di PON tersebut, pada babak final yang kontroversi, Nabila harus rela meraih medali perak, kalah dari Endang petinju dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selama PON Papua, Nabila sebagai new comer menarik perhatian dunia tinju nasional, sebelum final Nabila tampil sangat meyakinkan. Di semifinal, ia menang mutlak 5–0 atas Ririn A. Saraha dari Jawa Barat.

Saat itu Nabila masih turun di kelas Layang putri 45-48 Kg. Nabila Maharani (Lampung) menghadapi Endang dari Nusa Tenggara Barat (NTB) pada final tinju kelas layang putri 45–48 kg di GOR Cenderawasih, Jayapura, 13 Oktober 2021. Endang (NTB) menang angka 4–1 atas Nabila Maharani (Lampung).

Dengan hasil tersebut medali Emas untuk Endang — NTB, Perak Nabila Maharani — Lampung, dan Perunggu bersama Ririn A. Saraha — Jawa Barat dan Hana Kendi — Papua.

Catatan prestasi Nabila sebelumnya,  meraih:

Perak |SEA Games XXXIII Thailand 2025,

Emas |China Taipei Open 2025

Perunggu |Asian U22 Thailand 2023

Emas |Kejurnas Tinju Jakarta 2026

Emas |Seleknas Menpora 2025

Perunggu |PON Aceh-Sumut 2024

Emas |Pra-PON NTT 2024

Perak |PON Papua 2021


Indah Permata Sari

Sementara satu Srikandi lainnya Indah Permata Sari yang memiliki prestasi cukup stabil selama ini. Indah turun di kelas +78 Kg putri, juga produk asli Lampung dari Kota Metro.

Nama Indah Permata Sari memang tidak tiba-tiba muncul di Indonesia langsung masuk tim nasional. Karena Indah yang menjadi penerus salah satu Pejudo  Lampung Livia Susanti juga meniti karirnya sangat berat dan beruntun dari junior.

Pada memulai dari Porprov Lampung, kemudian masuk ke persaingan PON XX di Papua tahun 2021, namun masih gagal merebut medali, bahkan di perebutan medali Perunggu, dia kalah.

Meskipun gagal di PON dengan medali, namun pada 2022, saat Indah mampu meraih medali Emas di Porprov IX Lampung, kemudian diproyeksikan masuk Pelatnas melalui seleksi nasional di kelas +78 Kg.

Tahun 2024 ada dua iven yang memberinya medali Emas untuk Indah Permata Sari yakni di Asean University Games dan PN XXI Aceh-Sumut. Keduanya tetap di kelas +78 Kg.

Prestasi Emas itu terus berlanjut pada PON Beladiri di Kudus Jawa Tengah tahun 2025.

Perjalanan karir terus menanjak setelah masuk Pelatnas tahun 2025 dan menyumbang medali Perak di SEA Games XXXIII Thailand.

Masih di tahun itu, Indah sudah langsung diproyeksikan mengikuti berbagai kejuaraan internasional, diantaranya di Mandurah Oceania Open tahun 2026. Indah menyumbangkan medali Emas di iven itu.

Artinya Indah memiliki rekam jejak cukup signifikan untuk masuk ke tim nasional Judo, yang diproyeksikan ke Asian Games 2026 ini.

Konsekuensi logis pada prestasinya ini, pada Februari 2026, Indah dinyatakan lolos Pendidikan Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI Program Khusus 2026. Dan saat ini sudah bertugas sebagai anggota TNI AD.

Namun menurut PJSI Lampung, statusnya tetap sebagai atlet Pelatnas dan program menuju Asian Games tetap berjalan.

Dorongan Semangat

Masuknya dua atlet Lampung ke Asian Games ini mendapatkan dorongan semangat yang penting dari Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Ketua PJSI provinsi Lampung.
“Selamat berjuang kepada para atlet yang berjuang untuk Negara di Asian Games 2026. Kami tentu memberikan dukungan doa dan semangat agar mereka mapu tampil maksimal dan berprestasi, pulang bawa medali. Ini tingkat Asia, jadi kualifikasinya sudah sangat tinggi, meskipun konsekuensinya juga mendapatkan lawan-lawan yang jauh lebih berat,” kata Taufik, Ketum KONI Provinsi Lampung, di GOR Siger Bandarlampung, Minggu 13 September 2026.

Sementara itu Ketua PJSI Lampimg, Sukamso, mengatakan dua atlet Lampung yang mampu turun di Asian Games memberikan penyadaran bahwa Lampung mampu menghasilkan at;let bertaraf internasional dan bukan sekedar harapan.

“Namun memang banyak faktornya, dan tentu kami bangga dan bahagia dengan ini. Kami hanya bisa mendorong  semangat kepada para atlet agar mengubah mainset pertandingan lebih tinggi. Berfikir cepat ketika berhadapan dengan atlet internasional, karena memiliki kualitas yang pasti jauh lebih baik. Maka dari itu jangan lengah sepersekian detik pun. Kami berharap mentalitasnya sudah bisa beradaptasi dengan situasi yang ada. Semangat dan raih prestasi terbaik,” ungkap Sukamso. (don)

Berikan Komentar