Belum Rejeki Bhayangkara, Dua Kali Unggul, Dua Kali Pula Buyar

Belum Rejeki Bhayangkara, Dua Kali Unggul, Dua Kali Pula Buyar

Mediasenior|Serang|Sepakbola|11092026

---- Bhayangkara Presisi Lampung FC kembali menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang datang ke kandang lawan hanya untuk bertahan.

Bermain di Banten International Stadium, Serang, Jumat (11/9/2026) malam, Bhayangkara bahkan dua kali berada di depan Dewa United. Namun kemenangan yang sudah berada di depan mata akhirnya lepas setelah tuan rumah mendapatkan penalti pada babak kedua.

Pertandingan pekan kedua BRI Super League 2026/2027 itu akhirnya berakhir 2-2.

Bagi Bhayangkara, hasil ini menyisakan rasa campur aduk, satu poin berhasil dibawa pulang dari kandang Dewa United, tetapi tiga poin sebenarnya sudah sangat dekat.

Dibawah nahkoda baru, Oscar Bruzon, sejak awal pertandingan, Bhayangkara tidak menunjukkan tanda-tanda gentar menghadapi Dewa United yang turun dengan sejumlah pemain berpengalaman.

Moussa Sidibé kembali menjadi salah satu poros permainan Bhayangkara dari sisi kreativitas, sementara Milan Ristovski menjadi ancaman utama di depan.

Tekanan Bhayangkara akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-29. Bhayangkara unggul 1-0.

Mauricio Vera mengirimkan umpan terobosan yang mampu dimanfaatkan Milan Ristovski. Penyerang asal Bhayangkara itu berhasil lolos dan menaklukkan kiper Dewa United, Sonny Stevens.

Gol tersebut memperlihatkan satu hal Bhayangkara mampu menemukan ruang di antara lini pertahanan Dewa.

Mulai panas

Pertandingan mulai memanas. Keunggulan itu ternyata hanya bertahan beberapa menit. Karena pasca gol itu Dewa United langsung meningkatkan tekanan. Denilson menjawab cepat, hanya sekitar empat menit setelah Bhayangkara unggul, tepatnya menit ke-33, tuan rumah menyamakan kedudukan.

Taisei Marukawa menjadi sumber serangan. Umpan silangnya disambut Denilson Junior, yang berhasil melepaskan tembakan dan menaklukkan Awan Setho. 1-1.

Pertandingan kembali terbuka. Dewa bahkan hampir berbalik unggul pada menit ke-43. Si lincah Taisei Marukawa mendapatkan ruang dan melepaskan tembakan. Bola sudah melewati jangkauan Awan Setho, tetapi justru membentur tiang gawang. Bhayangkara selamat.

Dan hanya beberapa menit kemudian, justru The Guardians yang kembali menghukum tuan rumah. Ketika babak pertama hampir berakhir, Bhayangkara mendapatkan kesempatan dari bola mati.

Tendangan bebas Brenes mengubah cerita. Jefferson Brenes berdiri sebagai eksekutor. Tendangan bebasnya mengarah tajam ke sudut kiri atas gawang dan gagal diantisipasi dengan tepisan kipper DUB, Sonny Stevens. Goool! Bhayangkara kembali memimpin 2-1.

Gol itu menjadi penutup babak pertama yang sangat dramatis. Dewa United menguasai sebagian momentum, bahkan sempat mengenai tiang gawang. Tetapi Bhayangkara justru masuk ruang ganti dengan keunggulan.

Mengurung Pertahanan

Memasuki babak kedua, tuan rumah tampil lebih agresif. Dewa United mengambil inisiatif penguasaan bola dan berusaha menekan Bhayangkara lebih dalam. Mengurung tamunya dan memaksa pasukan Oscar bertahan di setengah lapangan, meski sesekali melakukan counter attack.

Bhayangkara tidak lagi sebebas babak pertama dalam membangun serangan. Tekanan Dewa membuat garis pertahanan The Guardians harus bekerja lebih keras.

Rafael Struick sempat memberikan ancaman pada sekitar menit ke-62, tetapi upayanya masih bisa diamankan Awan Setho.  Bhayangkara pun mencoba bertahan sambil mencari kesempatan melakukan serangan balik.

Bencana datang ke kubu Bhayangkara menit 82. Rafael Struick terjatuh di dalam kotak penalti setelah ditarik pemain Bhayangkara. Wasit Yoko Suprianto menunjuk titik putih. Penalti.

Suasana pertandingan berubah seketika. Denilson Junior mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor.

Tembakannya diarahkan ke sudut kiri bawah gawang Bhayangkara. Awan Setho sudah bergerak, tetapi tidak cukup cepat untuk menjangkau bola. Dewa United 2-2 Bhayangkara.

Denilson mencetak gol keduanya malam itu sekaligus menghapus keunggulan Bhayangkara. Setelah skor kembali 2-2, pertandingan berubah menjadi pertarungan mental.

Dewa ingin menyelesaikan comeback dengan kemenangan di kandang sendiri. Bhayangkara tentu tidak ingin pulang dengan tangan kosong setelah dua kali unggul. Namun tidak ada lagi gol. Peluit panjang akhirnya memastikan kedua tim berbagi angka.

Mulai Stabil

Ada sesuatu yang menarik dari Bhayangkara malam ini. Tim asuhan Oscar Bruzon memperlihatkan keberanian untuk bermain terbuka di kandang Dewa United. Mereka tidak hanya mengandalkan pertahanan. Mulai stabil menjalankan taktik yang dirancang pelatih baru.

Dua gol Bhayangkara lahir melalui dua situasi berbeda. Gol pertama memperlihatkan efektivitas serangan melalui umpan terobosan Mauricio Vera kepada Ristovski. Gol kedua lahir dari kualitas bola mati Jefferson Brenes.

Artinya, Bhayangkara memiliki lebih dari satu cara untuk menciptakan gol. Namun persoalan yang masih terlihat adalah bagaimana mempertahankan keunggulan ketika lawan meningkatkan tekanan.

Di sinilah pertandingan melawan Dewa United menjadi bahan evaluasi penting bagi Oscar Bruzon.

Bhayangkara sudah menunjukkan kemampuan untuk mencetak gol dan memimpin pertandingan.

Yang harus ditingkatkan adalah kemampuan mengunci pertandingan setelah unggul.

Tetap Menjadi Kunci

Moussa Sidibé kembali menjadi bagian penting dari konstruksi permainan Bhayangkara. Meski tidak mencetak gol atau assist, namun perannya bukan sekadar sebagai pemain yang menunggu bola di sisi lapangan.

Dalam sistem Oscar, Sidibé terlihat mendapatkan ruang untuk bergerak dan mencari celah. Kehadirannya membuat Bhayangkara memiliki opsi progresi ketika mencoba keluar dari tekanan.

Dan bila dibandingkan dengan pertandingan pembuka menghadapi Persebaya, terlihat bahwa Bhayangkara mulai menemukan pola permainan yang lebih jelas.

Namun hasil malam ini juga memberikan pesan lain. Bhayangkara tidak kalah dalam kualitas permainan, tetapi masih harus belajar membunuh pertandingan.

Dua kali unggul seharusnya cukup untuk membawa pulang tiga angka. Nyatanya, Dewa United mampu dua kali mengejar. Satu poin yang terasa seperti dua wajah.

Namun bagi Dewa United, hasil 2-2 merupakan penyelamatan dari situasi yang sempat mengarah kepada kekalahan. Bagi Bhayangkara, hasil ini justru terasa seperti kemenangan yang terlepas.

The Guardians sudah dua kali berada di depan. (tim)

Berikan Komentar