Lampung Bertambah Pilot, Paramotor Mulai Serius Latihan di Kota Baru

Lampung Bertambah Pilot, Paramotor Mulai Serius Latihan di Kota Baru

Mediasenior|Bandarlampung|Paramotor|22022026

---- seiring dengan terus didorongnya pemanfaatan lahan Taman Kehati Lampung untuk beberapa cabang olahraga Lampung oleh KONI dan KORMI Provinsi Lampung bersama otoritas pengelola Taman Keragaman Hayati Lampung, beberapa cabang olahraga sudah mulai bergerak memanfaatkannya.

Salah satunya adalah Paramotor, satu disiplin dari Pengprov Aero Sport atau Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Lampung.

Waras Budi Hartawan (WBH), Penasehat yang sekaligus sebagai pelatih dan instruktur di Paramotor Lampung mengatakan bahwa saat ini yang diperlukan adalah bagaimana seluruh atlet mulai melakukan akselerasi program latihan dengan memanfaatkan lahan yang ada.

“Selama ini kita agak sulit menentukan tempat latihan yang cukup baik untuk teknis. Tetapi toch tetap jalan. Makanya setelah kami diberikan wacana dan diperkenankan menggunakan lahan Kota Baru ini untuk melakukan latihan dan pendadaran, yaa kami manfaatkan,” kata Waras pada media ini, Minggu 22 Pebruari 2026 di Bandarlampung.

Ada beberapa nomor penting andalan Lampung yang harus terus dilatih dan secara terus menerus dilakukan langsung di lapangan.


Peremajaan Alat

Waras mengatakan, bahwa saat ini di lokasi yang ada yang bisa dilaksanakan latihan ada dua dari 4 nomor besar di Paramotor, yakni Navigasi dan Ekonomik. Sementara Slalom dan Presisi belum bisa dilakukan karena belum memenuhi syarat.

“Secara teknis yang sudah bisa berlatih efektif nomor-nomor Navigasi. Navigasi sudah saya buat di radius 6 kilometer dari Taman Kehati. Bisa. Dan satu lagi Ekonomik. Tetapi situasinya jadi tidak mendukung maksimal, karena mesin kita yang ada sekarang sudah tertinggal satu atau dua generasi.” Ungkap WBH.

Yang Ekonomik, lanjut WBH, secara teknis bisa, namun harus dengan mesin yang spesifikasinya update saat ini. Yang punya kita gak maksimal. Satu liter BBM paling bisa bertahan 20 menit, sedang yang juara PON dan Kejurnas kemarin bisa 43 menit.

“Artinya, mau dibuat seperti apapun mesin kita yang tetap gak mampu secara teknis. Kita sudah irit sebenarnya, tetapi orang lain jauh lebih irit,” tambah WBH terkekeh.

Saat ini, Paramotor sedang menjajaki beberapa pihak untuk bisa membantu peremajaan mesin dan payung.

“Kita perlukan untuk mesin dan paying yang juga standar. Selebihnya kita adu ketangkasan atlet. Kalua mesin dan payungnya sudah kalah, mau sehebat apapun pilotnya, yaa sulit untuk bersaing. Kami upayakan mengajukan bantuan dan beberapa upaya lainnya untuk bisa mendapatkan ini, jika terpenuhi target peremajaan mesin dan payung, target 5 medali Emas di PON NTT-NTB kami sanggup,” katanya semangat.

Alat ini bisa bertahan untuk 4 sampai lima tahun ke depan. Sehingga relatif lebih hemat. Namun Waras menegaskan bahwa jika kita ditahan pada posisi tanpa alat standar, jangan berharap lebih banyak dari Paramotor. “Konsekuensi logis lah, peralatan itu juga faktor penting bahkan mutlak kalau di olahraga dirgantara ini.” Tambahnya.

Saat ini Paramotor masih berkoordinasi terus dengan KONI Provinsi Lampung terkait lokasi yang bisa ideal dipakai Paramotor baik berlatih maupun bertanding di kawasan Taman Kehati Kota Baru Lampung.


Tambah Pilot

Selama pulang dari PON XXI di Sumatera Utara-Aceh, cabor Paramotor terus secara berkala melakukan latihan di berbagai lokasi secara mandiri.

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Paramotor terus melakukan semacam seleksi berjalan dengan promosi dan degradasi dari beberapa nomor dan atlet yang ada saat ini. Kecenderungan untuk terus menambah pilot atau atlet Paramotor terus meninggi dengan merekrut anak-anak muda bahkan dari SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

“Jadi kami secara rutin sudah melakukan beberapa kegiatan termasuk regenerasi pilot dan terus melakukan pelatihan, pembinaan prestasi mereka dengan system yang sudah kami sepakati. Latihan itu juga kami nilai kemajuan mereka, sehingga kita mulai mencatat ada berapa pilot yang berpotensi besar, standard an sebagainya,” tutur Waras.

Selain Adi Ayang Syah, Paramotor Lampung sudah memiliki beberapa pilot andal yang sudah turun di PON dan beberapa kejuaraan nasional seperti Wahyu Syahputra (mahasiswa Universitas Teknokrat), Radyen Banta Hasbyallah (mahasiswa Teknik Kelautan ITS), Letnan Hakim (perwira TNI AU Lanud BNY), Prada Arles Remaldo (anggota TNI AU Lanud BNY).

Kemudian ada nama-nama yang mulai menunjukkan pergerakan positif pada kemampuannya seperti  Rendra P (pegawai swasta), Satriyo Jaya Sakti (mahasiswa UIN Raden Intan), Bambang Setiawan (anggota Basarnas Lampung), Safiq Insani (mahasiswa Elektro Unila), Yoni Saputra (swasta), Yesya K (mahasiswa teknik lingkungan Univ Malayahayati), dan Nuril Fatahillah (mahasiswa Kes Univ  Malahayati) serta seorang pelajar SMP, Fika.

19 Medali Emas

Pada PON XXIII tahun 2028 mendatang, perkiraan jumlah medali dan nomor yang akan dimainkan 19 mendali, dengan rincian sebagai berikut:

Nomor Putra:

A | Klasifiaksi Foot Launch

1| Nomor Presisi

2| Nomor Navigasi

3|Nomor Ekonomik

B | Klasifiaksi Whell Launch Solo

1| Nomor Presisi

2| Nomor Navigasi

3| Nomor Ekonomik

C | Klasifiaksi Whell Launch Tandem

1| Nomor Presisi

2| Nomor Navigasi

3| Nomor Ekonomik

D | Klasifiaksi Slaloom

 

Nomor Putri:

A | Klasifikasi Foot Launch

1| Nomor Presisi

2| Nomor Navigasi

3| Nomor Ekonomik

B | Whell Launch Solo

1| Nomor Presisi

2| Nomor Navigasi

3| Nomor Ekonomik

C | Whell Launch Tandem

1| Nomor Presisi

2| Nomor Navigasi

3| Nomor Ekonomik

Yang mungkin dicancel adalah whell lunch tandem putri. (don)

Berikan Komentar