Mediasenior|Bandarlampung|22022026
---- Pertandingan seru dan menegangkan sepanjang 90 menit
di stadion Brawijaya Kediri antara tuan rumah Persik Kediri yang menjamu
tamunya Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi skor tertinggi sepanjang
berlangsungnya Liga Super musim 2025-2026 dengan total 7 gol, yakni 3-4 untuk
kemenangan tim tamu.
Selain hujan gol dalam pertandingan ini 7 gol, yang
menjadi catatan partai tersubur musim 2025-2026, juga mencatat hujan kartu.
Dalam partai itu ada 8 kartu kuning dan 1 kartu merah.
Delapan Kartu kuning itu diperoleh 2 untuk Kediri, 6
untuk Bhayangkara FC serta 1 akumulasi kartu kuning menjadi merah untuk pemain
Persik, Kiko di menit 90+7.
Dengan kemenangan kedua pada tur Jawa Timur itu,
Bhayangkara FC masuk kokoh di peringkat 8 klasemen sementara dengan nilai 32
setara dengan PSIM Jogjakarta. Nilai ini terpaut 15 angka dengan tim peringkat
1 Persib dan Persija di peringkat kedua.
Kini langkah Bhayangkara tinggal menjaga penampilan untuk
tetap berada pada lingkaran elit, sehingga bisa minimal finish di peringkat di atas 10 besar.
Jual Beli Gol
Partai di Kediri merupakan pertandingan yang sangat
kompetitif dimana sebenarnya kedua tim ini sama kuat dengan penyerangan dan
pertahanan yang sama-sama baik. Dengan posisi bola pada permainan itu 56-44
untuk Persik Kediri sebagai tuan rumah masih terbilang lumrah.
Pertandingan seimbang ini sebenarnya menjadi bukti bahwa
Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skuad “makin mewah” seakan-akan wajar
memenangkan pertandingan ini.
Bhayangkara FC membuka
gol menit ke-6, dimana umpan matang dari Sidibe dari bola mati di posisi
pertahanan Persik Kediri ke kerumunan pemain di depan gawang Persik berhasil
dimaksimalkan oleh Slavko Damjanovic defender
Bhayangkara yang maju ke kotak penalti. Bola liar berhasil di heading pemain asal Montenegro itu yang
membuat seisi stadion Brawijaya terdiam. 0-1 untuk Bhayangkara.
Usaha keras tuan rumah untuk menyamakan kedudukan
beberapa kali salah satunya tendangan keras Ezra Walian yang sangat terarah
namun masih dapat ditepis dengan tangan kanan Aqil Savik.
Namun pada menit 33, Gol untuk Persik tercipta dari kaki defender Persik, Kiko yang melakukan overlapping ke pertahanan Bhayangkara.
Pemain asal Portugal berusia 25 tahun itu dengan tenang melalui kaki kirinya
melakukan tendangan terukur melampaui jangkauan Savik meski sudah melompat, dan
gol. 1-1.
Jual beli seranan terus terjadi pada menit 38, dari
tendangan sudut di sebelah kanan gawang Persik, berhasil dieksekusi dengan
brilian oleh Nehar Sadiki, dengan lompatan yang berkelas dan menempatkan bola
pada ruang kosong di gawang Persik Kediri yang dijaga Leonardo. 1-2.
Hingga turun minum, tim tamu masih menjaga keunggulan
tipis 1-2.
Memasuki babak kedua Persik Kediri langsung tancap gas
untuk memburu gol deficit dari tamunya. Dan beberapa kali anak-anak Kediri
berhasil melepaskan tendangan ke gawang, namun tidak menghasilkan gol.
Baru memasuki menit 51, Jose Enrique berhasil membobol
gawang Savik melalui tendangan yang terukur meskipun sempat di blok kipper,
namun bola rebound kembali menjebol gawang Bhayangkara. 2-2.
Tiga Kali
Disamakan
Pertandingan kembali menyala dengan adu passing dua tim
dan kecepatan dalam aliran serangan masing-masing. Namun pada menit 59,
akselerasi gelandang Bhayangkara, Moussa Sidibe membuahkan hasil, setelah
pemain asal Mali ini menusuk ke kotak penalty di sisi kanan gawang Persik.
Dengan jeli Sidibe melihat posisi Privat Mbarga dalam keadaan bebas, dan bola
diumpan melalui horizontal pass ke tengah
ke arah dimana rekannya itu berada. Dengan pengalaman segudang, Mbarga
mengeksekusi bola sangat baik menusuk ke gawang Leonardo. 2-3.
Namun panasnya hawa pertandingan makin menjadi-jadi
karena banyak kartu kuning yang dilayangkan wasit Nurcahya hingga menit ke-60
an ini.
Stadion Brawijaya yang dihadiri sekitar 2.300an penonton
kembali bergemuruh, saat pemain Persik Ernesto Lopez yang lepas dari jebakan offiside mampu mengelabuhi Savik yang
berusaha maju menutup gerakannya. Ola hanya di placing sedikit di atas kepala kiper Bhayangkara itu dan gol. 3-3.
Permainan kembali terjadi jual beli serangan dan tercatat
sejak menit 60-an Persik yang ingin memforsir kemenangan mengganti 4 pemainnya
dengan tenaga baru. Diantaranya Jayanto digantikan Syahrial Abimanyu. Karena permainan
masih stagnan, maka pelatih Persik kembali memasukkan 3 pemain lainnya yakni
Ridrigo Dias, Bayu Otto dan Herdian, dengan menarik keluar Enrique, Toral dan
Sanjaya.
Sedangkan Bhayangkara FC mengganti dua pemainnya yakni
Sani Rizki masuk menggantikan Wahyu Suboseto dan Yamamoto menggantikan rekan
senegaranya Matsumura.
Pada menit 87, Bhayangkara mengejutkan lagi dengan gol
yang dicetak Bernard Doumbia. Kali ini umpan yang 100 persen halal dari Privat
Mbarga yang menyusur dari pertahanan sebelah kiri Persik mampu mengirimkan
umpan crossing ke kotak penalti, yang
dimanfaatkan oleh Doumbia dengan tepat dan mengubah situasi menjadi kemenangan
tim asal Lampung, 3-4.
Dengan kemenangan ini, pasukan Paul Munster masih aman
berada di 10 besar dan pekan ini Bhayangkara akan pulang ke Lampung untuk
menunggu tamunya Kabo Sirah, Semen Padang
di stadion Sumpah Pemuda pada 24 Pebruari 2026, dan kembali bertandang ke
Banten menghadapi Dewa United.
(don|dbs)
Berikan Komentar