Mediasenior|Bandarlampung|KONI|06022026
----- Kementerian Pemuda dan Olahraga kini menetapkan 21
cabang olahraga yang masuk di rangkaian Desain Besar Olahraga Nasional (DBON),
ini disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thoir dalam rapat kerja
dengan Komisi X DPR RI di Jakarta Selasa 27 Januari 2026.
Menurut Erick, Pemerintah akan memfokuskan pembinaan
terhadap 21 cabang olahraga unggulan melalui revisi Desain Besar Olahraga
Nasional (DBON).
Dari jumlah tersebut, 20 cabang olahraga diarahkan menuju
Olimpiade, sementara satu cabang olahraga dipersiapkan menembus panggung dunia,
yakni Pencak Silat.
Erick Thohir mengatakan revisi DBON masih menunggu
terbitnya Instruksi Presiden atau Keputusan Presiden. Revisi ini mencakup
penambahan jumlah cabang olahraga unggulan serta penerapan sistem promosi dan
degradasi berbasis capaian prestasi.
“Ini 21 cabor (cabang olahraga) yang kita akan fokus, di
mana 20 cabor untuk menuju Olimpiade, ya, dan satu cabor Road to World Stage,”
kata Erick.
Erick menjelaskan sistem promosi dan degradasi diterapkan
agar cabang olahraga unggulan tidak bersifat permanen. Cabor yang tidak
mencapai target prestasi pada Olimpiade 2028 dan 2032 berpotensi dikeluarkan
dari daftar prioritas nasional.
Pencak Silat
Salah satu fokus utama pemerintah adalah mendorong Pencak
Silat sebagai cabang olahraga yang merepresentasikan identitas dan kekuatan
bangsa di tingkat global.
Pencak silat disiapkan tampil di berbagai ajang
internasional, termasuk World Combat Games 2027, dengan target jangka panjang
masuk dalam agenda Olimpiade.
Selain pembinaan atlet elite, pemerintah juga mengarahkan
DBON agar terintegrasi dengan sistem pendidikan.
Pembinaan Sekolah
Erick menyebut cabang olahraga dasar atau mother sports
seperti atletik, akuatik, dan senam akan diperkenalkan sejak jenjang sekolah
dasar hingga menengah, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan ketersediaan
sarana dan prasarana di daerah.
“Sekolah diberikan pilihan sesuai kemampuan
infrastruktur. Tidak dipaksakan, tetapi diarahkan untuk membangun fondasi
olahraga dan karakter sejak dini,” ucap Erick.
Menurut Erick, pendekatan tersebut tidak hanya bertujuan
mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membangun masyarakat yang sehat serta
menanamkan nilai sportivitas dan daya juang pada generasi muda.
Pemerintah juga membuka peluang penyediaan dana khusus
Olimpiade melalui penerbitan Peraturan Presiden baru tentang DBON sebagai
pengganti Perpres Nomor 86 Tahun 2021.
Karate Hilang
Dari 21 cabor yang masuk DBON sejak 2026, tidak terdapat
Karate di dalamnya, dikarenakan penilaian secara keseluruhan. Namun ada cabor
lain masuk bidikan DBON.
Penetapan ini didasarkan pada indikator sejarah, tradisi,
potensi prestasi, serta sebagai cerminan kekuatan bangsa. Mayoritas cabang
olahraga yang dipilih merupakan cabang perorangan.
Berikut daftar 21 cabang olahraga unggulan nasional:
1. Atletik
2. Senam
3. Akuatik
4. Angkat Besi
5. Panahan
6. Menembak
7. Judo
8. Tinju
9. Balap Sepeda
10. Bulutangkis
11. Panjat Tebing
12. Taekwondo
13. Tenis
14. Voli Pantai (2x2)
15. Bola Basket (3x3)
16. Dayung (Rowing dan Canoe)
17. Sepak Bola
18. Anggar
19. Gulat
20. Pencak Silat (Road to World Stage)
21. Equestrian
Ke-21 cabang olahraga tersebut dipersiapkan secara khusus
menuju Olimpiade 2028 Los Angeles, dengan sasaran antara SEA Games 2025 Thailand,
Asian Games 2026 Jepang, dan SEA Games 2027 Malaysia.
Sementara itu, sepak bola memiliki target khusus menuju
Piala Dunia 2030, dengan proses persiapan yang akan dimulai sejak kualifikasi
pada 2027.
Regulasi ini akan memperluas cakupan cabang olahraga
unggulan dari 14 menjadi 21 cabang, sekaligus memperjelas mekanisme pembinaan
dan pendanaan berbasis performa.
Tujuh Cabor Baru
Informasi tersebut valid berdasarkan
perkembangan terbaru dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada
akhir Januari 2026.
Melalui revisi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang
kini menyasar target Olimpiade 2028 Los Angeles, jumlah cabang olahraga (cabor)
unggulan bertambah dari 14 menjadi 21 cabor. Perubahan ini secara resmi
disampaikan oleh Menpora Erick Thohir dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI
pada 27 Januari 2026.
Tujuh cabor itu adalah Tenis Lapangan, Voli Pantai (2x2),
Bola Basket (3x3), Sepak Bola, Anggar, Gulat, Equestrian (Berkuda).
Tumbuh dan
Berprestasi
Sementaraitu Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Taufik
Hidayat menanggapi hal ini mengatakan Lampung harus fokus pada pembinaan dalam
provinsi.
“Saya harap teman-teman Cabor tetap focus membina dan
terus tumbuh atlet potensial dan berpretasi. Karena bagaimanapun juga kita
harus segera bersiap untuk bertempur di dua PON penting, yakni PON 2028 dan 2032.”
Katanya.
Taufik tidak ingin berkomentar secara klise, karena saat
ini yang diperlukan adalah kerja keras dan nyata dalam pembinaan
secaraberkesinambungan.
“Kami dalam posisi kerja keras saat ini. Ini sangat
berbeda dengan sebelumnya, dimana ada tantang yang sangat berat dengan
banyaknya iven nasional sebagai agenda resmi KONI Pusat sebagai PON Antara, dan
dua PON yang juga sangat penting tahun 2028, dan PON 2032 kita sebagai tuan
rumah. Ini sangat menguras tenaga dan pikiran. Maka dari itu, mari kita
tingkatkan soliditas KONI dan Cabor di segala bidang,” tambahnya. (Don)
Berikan Komentar