Mediasenior|KONI|Porprov|05062026
---- Rapat Koordinasi KONI dengan seluruh peserta Pekan
Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 menyampaikan berbagai hal penting terkait
persiapan teknis dan nonteknis pertandingan.
Pertemuan yang dilangsungkan di ruang rapat utama KONI provinsi
Lampung, Jumat 5 juni 2026 itu dihadiri perwakilan KONI Kabupaten Kota dan para
pengurus cabang olahraga peserta Porprov.
Waketum I KONI Provinsi Lampung, Margono Tarmudji
menyampaikan bahwa secara tahapan pelaksanaan Porprov segera diedarkan peraturan
umum dan peraturan khusus ke seluruh peserta.
“Oleh karenanya, kami minta cabang olahraga segera
menyerahkan petunjuk teknisnya ke KONI untuk segera diedarkan ke seluruh
peserta. Penyampaian Juknis ditunggu sampai Selasa pekan depan. Dan setelah itu
seluruh cabor juga menyertakan rencana anggaran biaya (RAB) untuk Porprov
segera,” tambahnya.
Catatan khusus, dalam rangka efisiensi, Margono
menyampaikan bahwa saat ini belum diperkenankan mengajukan pengadaan alat
perlombaan, namun yang diperbolehkan peralatan yang pakai habis boleh diajukan.
“Karena situasi pula, maka teman-teman bisa melakukan penghematan
pemakaian peralatan. Karena belum bisa mengajukan peralatan dalam biaya besar,
kecuali peralatan ringan yang habis pakai. Semua upayakan bisa berjalan sesuai
dengan situasi yang ada,” imbaunya.
Terkait Venue yang akan dipergunakan untuk pertandingan
pun diimbau bisa melakukan kerjasama dan pendekatan kepada para pemiliki sarana
yang biasa menyewakan, agar bisa diberikan kemudahan dan kemurahan pada harga
sewa.
Usia dan Teknis
Sementara itu Waketum II KONI Provinsi Lampung, Riagus
Ria menegaskan bahwa Porprov diwajibkan untuk mempertandingkan nomor-nomor PON
dengan batasan umur yang mengacu juga dengan PON.
“Porprov ini tetap mengacu pada aturan PON. Jadi jangan
sampai dilakukan lagi ada pertandingan usia dini, pra junioa atau Veteran.
Semua mengacu nomor PON, sehingga riil kita akan mendapatkan gambaran atlet
untuk Lampung di PON ke depan.” Ungkapnya.
Agus menambahkan bahwa total nomor pertandingan sebaiknya
juga tetap mengacu pada PON dan jangan berimprovisasi dengan mempertandingkan
atau melombakan nomor baru di luar nomor PON.
“Saya sampaikan ini supaya konkrit dank arena biaya juga
sedang efisiensi, maka semua agar bisa dilakukan penghematan, namun mendapatkan
hasil yang maksimal. Kadang kita keliru menyikapi bahwa Porprov adalah pestanya
atlet provinsi. Yaa memang benar, namun juga ada kuota dan batasannya, sesuai
dengan acuan PON yang akan dating,” ujar Riagus.
Seperti diketahui bahwa Porprov X tahun 2026 ini Lampung akan
menggelar pertandingan untuk 32 cabang olahraga. Namun perlu ditegaskan bahwa
ada satu pengprov yang memiliki dua nomor pertandingan, misalnya PSSI memiliki
sepakbola dan futsal. PBVSI memiliki bola voli indoor dan bola voli pasir.
(tim)
Berikan Komentar