Mediasenior|Jabar|Judo|2026
---- Tim
Judo provinsi Lampung yang mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Kasad
Cup XVI Tahun 2026 yang berlangsung di GOR Kartika, Cilodong,
Depok, Jawa Barat, pada 25–28 Juni
2026 berhasil menempatkan 8 kelas yang meraih medali.
Indah +78 senior
Dari 8 medali itu terdiri dari 3 medali emas, 1 perak dan
4 perunggu. Medali emas diraih oleh judoka andalan Lampung, Indah Permata Sari
di kelas +78 Kg putri, Sendi Bima Putra di Kelas -55 Kg dan Nahella Nadzwa
Zahra S di kelas -44 Kg putri. Sementara medali Perak diperoleh judoka
Arkananta Caya Dante T yang turun di kelas -66 kg putra.
Kemudian medali perunggu dipersembahkan oleh Saskia Maheswari
Setyawan kelas -52 Kg putri, Khansa Hoshiko Ryu Ogara kelas -70 putri dan Silfi
Agustin kelas -78 putri dan satu nomor Nange No Kata.
Menurut Ketua Umum Pengprov Persatuan Judo Seluruh
Indonesia (PJSI) Lampung, Sukamso, Kejurnas ini penting untuk diikuti karena
merupakan satu iven yang dihitung sebagai pengumpulan poin menuju PON XXII NTB–NTT 2028,
khususnya kategori senior.
“Penting sekali yaa, setelah satu iven sebelum ini kami
absen, maka Kejurnas kali ini wajib. Jika tidak mendapatkan poin maka akan
semakin sulit untuk bisa lolos ke PON XXII tahun 2028 di NTB. Maka dari itu
kami bersyukur ada 7 judoka yang masuk di zona medali, artinya punya poin yang
cukup besar, terutama peraih medali emas, perak dan perunggu,” kata Sukamso
kepada media ini, Jumat malam, 26 Juni 2026.
Dikelas Senior yang dipertandingkan pada Sabtu dan
Minggu, Lampung menempatkan judoka putri andalan, Indah Permata Sari sebagai
peraih medali emas di kelasnya. Indah masih superior di kelas yang selama ini
dimainkannya. Indah menggenapi 3 medali emas bagi Lampung pada Kejurnas ini.
Menurut Sukamso, PJSI lampung memasang target 2 medali emas pada Kejurnas ini, namun berhasil mendapatkan 3 medali emas. DImana satu tambahan medali diperoleh judoka kelas Kadet, Sendi Bima yang turun di kelas -55 Kg.

“Targetnya dua emas. Alhamdulillah tambahan satu dari
nomor Kadet yaitu Bima. Dan kali ini anak-anak sudah bermain sangat bagus,
namun dominasi secara umum masih ada di Jakarta, Bali, jawa Timur dan Jateng.”
Tambah Sukamso.
Dia berharap usai Kejurnas ini ada beberapa evaluasi dan
keputusan yang harus diambil melihat situai dan kondisi dalam persaingan judo
di Indonesia saat ini, terutama menuju persiapan PON 2028 di NTT-NTB.
Judoka Lampung yang sangat konsisten dan diyakini bakal
lolos PON 2028 adalah Indah Permatasari, dan beberapa lainnya. Indah untuk
meraih poin cukup meyakinkan, dan yang lainharus terus berusaha meraih poin
sebanyak mungkin agar bisa masuk ke PON 2028.
“Kemudian mengenai satu atlet yang potensial lainnya
yakni Nahella, yang kategorinya sekarang masih junior, kami berharap bisa kita
pertahankan untuk konsisten di persiapan jangka panjang menuju PON 2028. Karena
Nahella yang masih junior dalam pengumpulan poin hanya mendapatkan setengah
dibandingkan senior. Maka dari itu usai Kejurnas ini, saya pribadi berharap dia
bisa dibantu dan disupport KONI Lampung bisa tetap latihan di Jakarta agar
performanya semakin matang untuk PON nanti,” tutur Sukamso.
Nahella, lanjut Kamso, perlu mendapatkan sparing partner
yang sepadan dan lebih dari itu untuk terus menjada performa yang konsisten
selama menuju ke PON 2028, serta mengikuti beberapa iven nasional yang ada poin
di sana.
“Saya sudah bicara dengan pelatih Pelatnas terkait
Nahella, prinsipnya mereka sangat mendukung dan setuju agar Nahella berlatih di
lingkungan Pelatnas. Mereka sampaikan bahwa tentang dukungan non teknisnya yang
harus disiapkan oleh provinsi. Maka dari itu saya akan bicarakan dengan KONI
Provinsi Lampung terkait hal ini, karena kesempatan ini cukup langka. Dia
berharap support yang positif dari KONI,” ungkap Sukamso.
Ini merupakan konsekuensi dalam menyiapkan atlet PON yang
tidak mungkin dalam waktu yang mepet. Diperlukan juga keputusan untuk mendukung
atlet yang sangat potensial dalam pembinaan jangka panjang.
Kejurnas Judo Kasad Cup merupakan salah satu kejuaraan
judo paling bergengsi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Persatuan Judo Seluruh Indonesia bekerja sama
dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat,
dimana tahun 2026 merupakan penyelenggaraan edisi
ke-16.
Ajang ini menjadi sarana pembinaan atlet nasional, Wadah
seleksi menuju tim nasional dan utamanya menjadi pengumpulan poin penting untuk
menuju PON XXII tahun 2028 di NTB. (don)
Berikan Komentar