MediaSenior|Bandarlampung|Sepakbola|20102026

---- Menghadapi tamunya PSIM Jogjakarta yang bermain
dengan 10 orang, Bhayangkara Presisi Lampung FC sukses mengamankan tiga poin
krusial di kendang sendiri Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa 20
Oktober 2026 malam.
Dalam statistik pertandingan, Pasukan Ocar
Bruzon yang tampil menguasai jalan laga dan mencatat 21 tembakan ke gawang
lawan berbanding dua milik PSIM, serta penguasaan bola 71 persen berbanding 29
persen.
Kemenangan ini
memperlihatkan dominasi Bhayangkara dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. Bermain
dengan keunggulan jumlah pemain sejak menit ke-26, tuan rumah kesulitan dalam
penyelesaian akhir.
Faktor Sidibe
Namun akhirnya
mencetak gol melalui Moussa Sidibe pada menit ke-59. Dengan kemenangan tipis
1-0 ini, Sidibe kembali menjadi penyelamat timnya, Bhayangkara FC yang kesulitan
mencetak gol dalam pertandingan ini. Meskipun demikian secara total permainan
Bhayangkara FC angat baik kali ini.
Tanpa
mengecilkan perjuangan yang luar biasa pemain lainnya, namun kali ini Sidibe menjadi
kunci permainan The Guardian of Saburai, sekaligus menjaga semangat tim untuk
tidak pernah kalah sepanjang awal kompetisi tahun ini.
Sidibe bak “bola
bekel” yang mental ke berbagai arah dan sisi lapangan untuk mengejar bola dan
memberi umpan. Pemain berkuncir depan ini menjadi katrol emangat eluruh tima
yang eolah tidak ada rasa letihnya sepanjang laga.
Hasil tersebut
mengangkat Bhayangkara FC ke posisi kelima klasemen sementara dengan 10 poin
berdasarkan laporan setelah pertandingan, sedangkan PSIM berada di posisi ke-17
dengan satu poin.
I.League juga mencatat bahwa kekalahan tersebut
merupakan kekalahan kelima PSIM secara beruntun pada awal musim.
Petaka Laskar Mataram
Sejak awal pertandingan, jalannya laga berlangsung ketat.
Petaka bagi tim tamu Laskar Mataram hadir pada menit ke-26 ketika gelandang
andalan mereka, Ze Valente, diganjar kartu merah langsung oleh wasit akibat
pelanggaran keras terhadap Wahyu Subo Seto.
Unggul jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh skuat The
Guardian of Saburai di babak kedua. Sepanjang babak kedua, Bhayangkara FC
nyaris menguasai sepenuhnya, mekipun sesekali PSIM Yogyakarta melakukan serangan
balik.
Gol penentu kemenangan Bhayangkara FC akhirnya lahir pada
menit ke-59. Gelandang lincah Moussa Sidibe sukses memecah kebuntuan lewat
sepakan terarah setelah memaksimalkan umpan matang dari sisi kiri yang
dikirimkan oleh Firza Andika. Ini gol angat berkelas, lantaran melalui
kerumunan pemain yang cukup padat di kotak penalty lawan.
Kemenangan tipis 1-0 ini berhasil mendongkrak posisi
Bhayangkara FC merangsek naik ke peringkat ke-5 klasemen sementara dengan
mengoleksi 10 poin.
Sebaliknya, kekalahan kelima ini semakin membenamkan PSIM
Yogyakarta di zona degradasi, tertahan di peringkat ke-17 dengan raihan satu
poin dari enam pertandingan.
Keluar sebagai pahlawan kemenangan sekaligus terpilih
sebagai Player of the Match, Moussa Sidibe tidak bisa menyembunyikan
rasa bahagianya setelah timnya akhirnya kembali merasakan manisnya tiga poin
penuh.
"Pertama-tama, saya bersyukur kepada Tuhan atas tiga
poin yang kami raih," ungkap Sidibe seusai pertandingan.
"Dan, jujur saya sangat senang, kami sudah melewati
banyak pertandingan dengan hasil imbang, tetapi syukur kepada Tuhan, kali ini
kami berhasil meraih tiga poin," ucapnya semringah.
Meski lawan harus bermain dengan 10 pemain sejak babak
pertama, Sidibe mengakui bahwa laga tetap berjalan tidak mudah. Benteng
pertahanan rapat yang digalang PSIM membuat timnya harus bekerja ekstra keras.
"Tidak ada pertandingan yang mudah di Liga
Indonesia, semuanya sulit. Memang benar, lawan harus bermain dengan sepuluh
pemain selama cukup lama, tetapi kami tetap kesulitan karena tidak mudah
menyerang tim yang bermain bertahan," tegasnya.
Pemain asing andalan ini juga memuji kedalaman skuat
timnya. Badai cedera dan absennya sejumlah pilar tidak menurunkan kualitas
permainan Bhayangkara FC berkat kerja cerdas dari jajaran pelatih dan kesiapan
seluruh pemain.
"Kami kehilangan banyak pemain karena cedera atau
berbagai alasan lainnya, jadi pelatih harus melakukan beberapa perubahan.
Namun, siapa pun yang diturunkan, kami memiliki tim yang sangat bagus. Hal itu
juga membuat pekerjaan pelatih dan semua pihak menjadi lebih mudah,"
tutupnya.
Menutup komentarnya, Sidibe menegaskan pentingnya segera
memulihkan kondisi fisik untuk kembali fokus menatap laga-laga berikutnya di
kompetisi. Mengingat pekan selanjutnya akan bertemu PSM Makassar di Stadion
PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin 26 Oktober 2026 mendatang. (tim|dbs)
Berikan Komentar