DL/Bandarlampung/Senibudaya/06092026
--- Film edukasi keberagaman bertajuk Ageman siap menyapa
penikmat sinema Tanah Air.
Mengusung misi filosofis tentang pentingnya toleransi,
film karya sutradara Jasper Lance Piscasio dan Produser Ken Setiawan ini
mengemas pesan perdamaian lewat cerita keseharian yang dekat dengan masyarakat.
Diproduksi atas kolaborasi talenta muda Bandar Lampung
serta didukung penuh oleh Eksekutif Produser Dr M Firsada selaku Ketua Forum
Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung, film Ageman mengambil latar
belakang unik di enam rumah ibadah yang mewakili seluruh agama resmi di
Indonesia, lengkap dengan kehadiran tokoh agama serta budaya lokal.
Di antara jajaran pemeran, sosok Rudy Irawan mencuri
perhatian. Dalam film ini, ia dipercaya memerankan karakter Pak Budiman, sosok
ayah antagonis dengan pandangan intoleran yang melarang putrinya, Ratri,
berteman dengan kawan sebaya karena perbedaan keyakinan.
Peran tersebut terasa bertolak belakang dengan latar
belakang kehidupan nyata Rudy Irawan. Sehari-hari, Rudy merupakan seorang
akademisi yang aktif mengajar sebagai dosen di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
UIN Raden Intan Lampung.
Tak hanya itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi
keagamaan dan kebangsaan, seperti MUI, FKUB, hingga PCNU Lampung.
Meskipun harus memerankan karakter yang berseberangan
dengan prinsip kesehariannya, Rudy mengaku bersyukur dan bangga dapat berkontribusi
dalam film edukatif ini.
Menurutnya, karakter antagonis justru menjadi cermin
kondisi faktual yang masih kerap ditemui di tengah masyarakat.
"Film Ageman ini sangat bagus karena memotret
realitas faktual di lapangan. Kendati kebagian peran antagonis yang mungkin
membuat penonton geregetan, saya merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari karya
ini," ungkap Rudy Irawan.
Rudy menceritakan, proses pengambilan gambar membutuhkan
komitmen dan ketahanan fisik yang tinggi.
Jam syuting yang padat dari pagi hingga malam hari tak
menyurutkan semangatnya demi menyampaikan pesan moral yang kuat kepada
penonton. Melalui film Ageman.
Rudy berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya
menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia.
"Indonesia adalah bangsa yang multikultural. Karena
itu, dibutuhkan sikap toleransi dan saling menghargai.
Harapan saya, pesan dalam film ini bisa sampai ke
masyarakat agar kita semua dapat hidup rukun, aman, dan damai dalam bingkai
kebhinekaan," tuturnya. (KS)
Berikan Komentar