Mediasenior|Bandar Lampung |KONI|04062026
----
Bukan hanya soal kesiapan venue dan
pertandingan. Menjelang Pekan Olahraga Provinsi
(Porprov) X Lampung 2026, KONI Lampung mulai memperketat sisi
administrasi, khususnya terkait pendaftaran dan keabsahan atlet dari 15
kabupaten/kota.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh atlet yang
tampil dalam Porprov X benar-benar memenuhi persyaratan dan memiliki data yang
sah.
Porprov X Lampung dijadwalkan berlangsung di Kota Bandar Lampung, 18–28 November 2026.
Wakil Ketua IV KONI Lampung, Achmad Chrisna Putra,
mengatakan sistem pendaftaran atlet kini disiapkan secara online. Melalui
sistem tersebut, KONI kabupaten/kota akan menjadi admin sekaligus pihak yang
bertanggung jawab mendaftarkan atlet dari masing-masing kontingen.
Persiapan sistem tersebut dibahas dalam rapat Bidang
Humas KONI Lampung, Jumat (4/9/2026), yang turut dihadiri Wakil Sekretaris
Herman Afrigal, Ketua Bidang Humas Muslim Pranata, anggota Hendri Meizon dan
jajaran KONI Lampung lainnya.
Menurut Chrisna, digitalisasi pendaftaran diharapkan
membuat proses administrasi atlet dari seluruh kontingen lebih tertata.
“Nanti para atlet dari masing-masing kontingen bisa
didaftarkan melalui online. Jadi setiap atlet yang ikut bisa didaftarkan oleh
KONI kabupaten/kota. KONI daerah ini juga akan menjadi admin di portal online
tersebut,” kata Chrisna.
Tidak Otomatis
Lolos
Yang menarik, pendaftaran online bukan berarti atlet
langsung dinyatakan sah mengikuti Porprov.
Setiap data yang masuk akan melewati proses verifikasi oleh tim yang ditunjuk KONI Lampung.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kebenaran dan keabsahan data atlet yang
didaftarkan masing-masing kontingen.
“Nanti akan ada tim verifikasi. Jadi setelah pendaftaran,
nanti akan diverifikasi oleh tim verifikasi terkait kebenaran dan keabsahan
data,” jelas Chrisna.
Jika ditemukan data atau dokumen yang belum sesuai,
pendaftaran tidak langsung diterima. Berkas akan dikembalikan kepada kontingen
untuk dilakukan perbaikan.
“Misal pendaftaran sudah benar maka akan lanjut, tapi
jika belum benar nanti akan dikembalikan pendaftarannya,” ujarnya.
Artinya, data atlet menjadi salah satu
pintu penting sebelum seorang atlet benar-benar dinyatakan dapat tampil di
Porprov X.
5 Hari Verifikasi
Untuk menghindari proses administrasi yang
berlarut-larut, KONI Lampung juga telah menyiapkan batas waktu dalam setiap
tahapan.
Pendaftaran atlet diberikan waktu 10 hari. Setelah itu, tim
verifikasi memiliki waktu lima hari
untuk memeriksa data dan kelengkapan administrasi.
Jika masih ditemukan kekurangan, kontingen diberikan
waktu tambahan lima hari untuk melakukan
perbaikan.
“Jadi nanti setelah itu bisa diperbaiki. Kita juga
memberikan tenggat waktu pendaftaran selama 10 hari. Kemudian lima hari untuk
verifikasi, lima hari lagi untuk perbaikan berkas yang ada,” pungkas Chrisna.
Media Center
Selain urusan administrasi atlet, KONI Lampung juga mulai
mempersiapkan Media Center Porprov X.
Media Center nantinya diharapkan menjadi pusat informasi
selama pelaksanaan Porprov, sehingga perkembangan pertandingan, hasil perlombaan
dan berbagai informasi terkait kontingen dapat tersampaikan secara cepat kepada
media maupun masyarakat.
“Kita membahas mengenai media center dalam menghadapi
Porprov X yang akan digelar bulan November mendatang,” kata Chrisna.
Dengan persiapan tersebut, KONI Lampung tidak hanya
membidik sukses pertandingan, tetapi juga berupaya memastikan tertib administrasi, validitas data atlet dan
keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam
penyelenggaraan Porprov X Lampung 2026.
Porprov bukan sekadar kompetisi untuk menentukan siapa
yang menjadi juara. Di balik pertandingan, ada proses panjang untuk memastikan siapa yang berhak bertanding
dan memastikan seluruh kontingen mengikuti aturan yang sama. (rilis)
Berikan Komentar