Mediasenior|Bandar Lampung|Porprov|07112026
---- KONI Bandar Lampung tidak ingin kehilangan statusnya
sebagai kekuatan utama olahraga di Provinsi Lampung. Menghadapi Pekan Olahraga
Provinsi (Porprov) X Lampung 2026, kontingen tuan rumah memasang target
mempertahankan supremasi dengan kembali merebut gelar juara umum.
Namun, ambisi tersebut tidak hanya bertumpu pada
perolehan medali. Pemerintah Kota Bandar Lampung juga mulai menempatkan penghargaan
dan perlindungan atlet sebagai bagian penting dari upaya membangun ekosistem
olahraga berprestasi.
Komitmen itu terlihat saat Wali Kota Bandar Lampung
sekaligus Ketua Umum KONI Bandar Lampung, Eva Dwiana, melepas kontingen di GOR
Siger, Way Halim, Sabtu (7/11/2026).
Dalam arahannya, Eva meminta seluruh atlet menjadikan
Porprov sebagai ajang pembuktian hasil pembinaan yang selama ini telah
dijalankan. Ia menegaskan, keikutsertaan Bandar Lampung bukan sekadar memenuhi
kewajiban sebagai peserta, melainkan membawa misi mempertahankan gelar juara
umum.
"Target kita bukan sekadar berpartisipasi, melainkan
memberikan prestasi terbaik dan memperjuangkan gelar juara umum. Kami ingin
atlet Bandar Lampung terus berkembang hingga mampu mengharumkan nama daerah di
tingkat nasional dan internasional," kata Eva.
Apresiasi Bagian Strategi
Salah satu perhatian pemerintah daerah adalah peningkatan
penghargaan bagi atlet yang berhasil menyumbangkan medali.
Sebelumnya, Pemkot Bandar Lampung telah menetapkan bonus
Rp10 juta bagi peraih emas, Rp5 juta untuk perak, dan Rp2,5 juta bagi peraih
perunggu. Kini, besaran bonus tersebut direncanakan meningkat.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa prestasi atlet tidak
hanya dituntut, tetapi juga perlu diimbangi dengan penghargaan yang sepadan
atas kerja keras dan pengorbanan mereka.
"Atlet yang berjuang membawa nama Bandar Lampung
tentu layak mendapatkan apresiasi. Karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan
penghargaan bagi mereka yang meraih medali," ujarnya.
Meski demikian, besarnya bonus bukan satu-satunya ukuran
keberhasilan pembinaan. Konsistensi prestasi, kualitas kompetisi, serta
kemampuan melahirkan atlet potensial untuk jenjang yang lebih tinggi tetap
menjadi pekerjaan penting bagi pembinaan olahraga daerah.
Perlindungan Atlet
Selain insentif prestasi, Pemkot Bandar Lampung juga
memberikan perhatian terhadap aspek perlindungan atlet.
Dalam agenda pelepasan kontingen tersebut, Eva Dwiana
secara simbolis menyerahkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan
atlet.
Langkah ini menjadi pesan bahwa perjuangan atlet di arena
pertandingan juga harus disertai jaminan perlindungan terhadap risiko yang
mungkin terjadi selama menjalankan aktivitas olahraga.
Dengan demikian, dukungan pemerintah tidak semata-mata
berorientasi pada hasil akhir berupa medali, tetapi juga menyangkut penghargaan
dan aspek keselamatan mereka yang berjuang membawa nama daerah.
Porprov X Lampung 2026 pun menjadi momentum penting bagi
Bandar Lampung untuk menguji sejauh mana kualitas pembinaan olahraga yang telah
dibangun.
Target juara umum memang menjadi ambisi utama. Namun,
capaian yang lebih strategis adalah memastikan dominasi tersebut lahir dari
pembinaan yang berkelanjutan, atlet yang berkualitas, serta sistem penghargaan
dan perlindungan yang semakin baik. |Tim)
Berikan Komentar