Korfball Lampung Bidik Status Cabor Resmi Porprov, Pembinaan Atlet Diperluas ke Daerah

Korfball Lampung Bidik Status Cabor Resmi Porprov, Pembinaan Atlet Diperluas ke Daerah

Mediasenior|Bandarlampung|Korfball|071112026

---- Korfball Lampung mulai menata langkah untuk memperkuat eksistensinya di kancah olahraga daerah. Belum terpenuhinya persyaratan jumlah peserta menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus agar cabang olahraga yang memadukan unsur permainan basket dan bola tangan ini dapat naik status dari eksibisi menjadi cabang olahraga resmi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

Upaya tersebut mulai terlihat melalui penyelenggaraan eksibisi korfball di Bandar Lampung, Sabtu (7/11/2026). Ajang ini diikuti atlet dari lima kabupaten/kota dan menjadi bagian dari strategi memperluas pembinaan sekaligus memetakan potensi atlet di Lampung.

Technical Delegate (TD) Korfball Lampung, Mulyadi, mengatakan kegiatan tersebut memiliki dua sasaran utama, yakni memperkenalkan korfball kepada masyarakat dan mempersiapkan kekuatan atlet menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON mendatang.

Menurutnya, korfball sebenarnya diharapkan sudah dapat dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi. Namun, persyaratan minimal delapan kabupaten/kota sebagai peserta belum terpenuhi.

"Tadinya kita berharap ini sudah bukan eksibisi lagi karena di PON kemarin kita sudah turun. Namun, karena belum ada delapan kabupaten sebagai syarat peserta Porprov, akhirnya kita masih berstatus eksibisi. Alhamdulillah, dari delapan cabang olahraga yang diusulkan, korfball menjadi salah satunya," ujar Mulyadi.

Ia menjelaskan, saat ini partisipasi daerah mulai tumbuh. Sejumlah kontingen yang ambil bagian berasal dari Bandar Lampung, Lampung Utara, Pesawaran, Lampung Selatan, serta satu daerah lainnya di wilayah utara Lampung.

Meski demikian, perluasan keikutsertaan daerah masih menghadapi kendala. Salah satunya Tulang Bawang yang belum dapat berpartisipasi karena persoalan pendanaan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembangan korfball tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan pertandingan. Dukungan organisasi, pembiayaan, ketersediaan atlet, serta keberlanjutan pembinaan di kabupaten/kota menjadi faktor penting untuk memenuhi persyaratan kompetisi resmi.

Peluang Pembinaan

Di tengah tantangan tersebut, perkembangan korfball di daerah mulai memperlihatkan potensi. Perwakilan kontingen Lampung Utara, Ferdiansa, mengungkapkan olahraga ini mendapat respons positif, terutama dari kalangan pelajar SMP dan SMA.

"Bagi kami di Lampung Utara, ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi atlet. Animo di sana sangat tinggi dan korfball sudah mulai masuk ke sekolah-sekolah," kata Ferdiansa.

Menurutnya, lingkungan sekolah dapat menjadi basis strategis untuk memperluas regenerasi atlet. Dengan karakter permainan yang relatif terbuka bagi atlet putra maupun putri, korfball memiliki peluang menjaring bibit-bibit baru dari berbagai latar belakang olahraga.

Bahkan, pembinaan korfball juga dapat memanfaatkan potensi atlet dari cabang olahraga lain yang belum memperoleh kesempatan tampil di cabang sebelumnya.

"Banyak atlet dari cabang olahraga lain yang belum terpilih bisa kita jaring untuk memperkuat korfball. Ini menjadi peluang bagus untuk menambah sumber daya atlet," jelasnya.

Peluang tersebut dapat menjadi salah satu jalan memperluas basis atlet, sepanjang diikuti program latihan yang terarah, peningkatan kemampuan teknik, serta kompetisi yang berkesinambungan.

Target Pengembangan

Ke depan, tantangan korfball Lampung bukan hanya meningkatkan jumlah peserta dalam sebuah eksibisi, tetapi memastikan terbentuknya pembinaan yang aktif dan berkelanjutan di minimal delapan kabupaten/kota.

Target itu penting agar korfball memiliki landasan organisasi dan kompetisi yang lebih kuat untuk memperjuangkan status sebagai cabang olahraga resmi Porprov.

Eksibisi kali ini menjadi salah satu langkah awal. Namun, keberhasilan pengembangan korfball akan sangat ditentukan oleh kemampuan pengurus memperluas jaringan pembinaan, menggerakkan daerah yang belum berpartisipasi, serta membangun kompetisi sebagai ruang evaluasi kemampuan atlet.

Dengan demikian, korfball Lampung tidak berhenti sebagai cabang olahraga eksibisi, tetapi memiliki arah pengembangan yang jelas: memperluas partisipasi daerah, memperkuat regenerasi atlet, dan menyiapkan kekuatan kompetitif menuju BK PON maupun agenda olahraga tingkat provinsi berikutnya. (tim)

Berikan Komentar