Mediasenior|Bandar
Lampung|Basket|30102026
– Persoalan
verifikasi dan administrasi perpindahan atlet bola basket yang sempat
menghambat persiapan sejumlah daerah menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)
Lampung 2026 akhirnya menemukan titik penyelesaian.
Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Basket
Seluruh Indonesia (Perbasi) Lampung memastikan proses verifikasi pemain dapat
kembali dilanjutkan setelah dilakukan pertemuan dan mediasi bersama Komite
Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung di Kantor KONI Lampung,
Jumat 30 Oktober 2026.
Penyelesaian ini menjadi kabar penting bagi perkembangan
bola basket daerah. Sebab, sebelumnya terdapat enam kabupaten/kota yang
menghadapi kendala verifikasi atlet akibat perbedaan pemahaman mengenai
persyaratan administrasi perpindahan pemain.
Ketua Umum Pengprov Perbasi Lampung, Fahrur Rozie,
menjelaskan persoalan tersebut bermula dari perbedaan ketentuan perizinan
mutasi atlet yang menjadi acuan dalam proses verifikasi.
Pengprov Perbasi Lampung sebelumnya berpedoman pada hasil
Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov), yang menyepakati bahwa perpindahan maksimal
lima pemain cukup memperoleh izin dari Pengprov Perbasi Lampung dengan tembusan
kepada pengurus kabupaten/kota.
Namun, ketentuan dalam Surat Keputusan (SK) KONI Nomor
147 mengatur persyaratan berbeda, yakni mewajibkan adanya izin dari pengurus
KONI kabupaten/kota asal atlet.
Perbedaan acuan tersebut kemudian berdampak pada proses
administrasi sejumlah pemain yang akan memperkuat kontingen daerah dalam
Porprov 2026.
Fahrur menilai persoalan administrasi tersebut perlu
segera diselesaikan agar tidak berujung pada berkurangnya kesempatan atlet
untuk berkompetisi. Terlebih, terdapat potensi puluhan pemain bola basket di
Lampung yang terdampak oleh persoalan verifikasi tersebut.
Melalui komunikasi dan mediasi bersama KONI Provinsi
Lampung, akhirnya diperoleh titik terang sehingga verifikasi data pemain dapat
dilanjutkan dan disahkan.
Dengan penyelesaian tersebut, sekitar 13 kabupaten/kota
dipastikan berpeluang ambil bagian dalam cabang olahraga bola basket Porprov
Lampung 2026. Sementara Kabupaten Pesisir Barat dan Way Kanan tidak mengikuti
cabang olahraga tersebut.
Fahrur berharap penyelesaian persoalan ini tidak hanya
menjadi solusi administratif menjelang Porprov, tetapi juga momentum memperkuat
hubungan kelembagaan dan pembinaan bola basket di seluruh daerah.
Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang
intensif antara pengurus Perbasi kabupaten/kota, pelatih, dan atlet. Kedekatan
dalam proses pembinaan, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting untuk
menumbuhkan komitmen atlet dalam membela daerah tempat mereka berkembang dan
menjalani pembinaan.
Di sisi lain, persiapan teknis penyelenggaraan
pertandingan bola basket juga terus dimatangkan. Cabang olahraga ini
dijadwalkan berlangsung pada 21–27 November 2026.
Untuk mendukung pelaksanaan kompetisi, Pengprov Perbasi
Lampung telah memperoleh dukungan fasilitas dari Universitas Teknokrat
Indonesia berupa penggunaan gedung olahraga (GOR) sebagai venue pertandingan
nomor bola basket 5x5 dan 3x3.
Meski demikian, sejumlah kebutuhan penyelenggaraan masih
menunggu kepastian, terutama terkait perangkat pertandingan dan dukungan
anggaran dari KONI Provinsi Lampung.
Pengprov Perbasi Lampung berharap kepastian alokasi
anggaran segera diperoleh agar kebutuhan teknis pertandingan dapat dipersiapkan
secara optimal.
Dengan tuntasnya persoalan verifikasi atlet dan dukungan
fasilitas pertandingan, bola basket Lampung kini dapat lebih memusatkan
perhatian pada kesiapan kontingen dan penyelenggaraan kompetisi. Porprov 2026
diharapkan menjadi momentum untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus melahirkan
potensi atlet bola basket yang mampu bersaing pada level lebih tinggi. (tim/lis)
Berikan Komentar