Mediasenior|Bandarlampung|Sepakbola|16102026
---- Insiden yang terjadi dibabak kedua lanjutan
pertandingan kompetisi BRI Super League
2026-27 antara Madura United yang menjamu tamunya dari Bandarlampung,
Bhayangkara Presisi Lampug FC, masih harus diakui sebagai kondisi liga super
Indonesia belum beranjak lebih baik dari sebelumnya.
Dua kartu merah yang diterima Bhayangkara FC merupakan
insiden yang “sangat tidak penting” untuk ukuran punggawa liga super.
Meskipun pertandingan berlangsung luar biasa bersih dan
dalam intensitas tinggi dan menarik untuk dinikmati, apalagi jual beli gol
terjadi dengan mendebarkan, justru menjadi sisi lain dari pertandingan ini.
Pertarungan sengit yang terjadi di Stadion Gelora Madura
Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura itu dipimpin wasit Muhammad Tri Santoso.
Belum Bisa Kuasai Emosi
Insiden pertama saat Jefferson Bernes harus keluar
lapangan karena mendapatkan kartu merah. Peristiwanya sebenarnya lumrah saja
dalam pertandingan sepakbola ada benturan fisik tatkala berebut bola.
Namun kali ini Bernes, “menyempatkan diri” melakukan tindakan
refleks dan tangannya terlihat wasit menepok cukup keras kearah Hugo Gomes, dan
mengenai “burungnya”, sehingga pemain
yang biasa dipanggil “Jaja” itu kembali terjatuh.
Refleks yang mubazir itu ternyata merugikan tim, dan
dirinya sendiri bagi Bernes. Meskipun VAR
Room sempat melakukan review
untuk “Possible No Red Card”, namun
akhirnya tetap memutuskan kartu merah itu sah.
Insiden kedua terjadi tatkala Ocampo bermaksud membuang
bola keluar, namun bola menyasar ke bench
pemian Madura United dan menimbulkan sedikit insiden, yang mengakibatkan
asisten pelatih Bhayangkara FC Adrian Rubio Martinez diusir wasit dari bench.
Demikian juga asisten pelatih Madura Rahmat Basuki juga
terkena kartu merah. Ini lantaran adanya keributan di beh beberapa saat setelah
itu.
Dengan begitu sejak menit 62, Bhayangkara FC bermain
dengan 10 pemain dan kedudukan sementara masih imbang 1-1.
Superub Sani
Namun menit 71, justru Bhayangkara membalikkan keadaan
dengan mencetak satu gol indah dari kaki kanan Ocampo setelah mendapatkan
sodoran bola dari Moussa Sidibe. Bhayangkara F berbalik unggul 1-2.
Namun Madura United kembali menyamakan kedudukan lewat
Albertine Joao Pereira mencetak gol pada menit 78, 2-2.
Dan pada menit 90, Madura berbalik unggul 3-2, setelah
gol Luiz Marcelo Morais dos Reis sekaligus membuat brace.
Namun hanya berselang 2 menit, Sani Rizki Fauzi sebagai supersub yang dimasukkan oleh coach Bruzon beberapa menit sebelumnya
membuyarkan kegembiraan kubu Madura, dengan gol yang dicetaknya setelah
menerima umpan matang di kotak penalty. Tendangan terukur dari jarak 2 meteran
itu gagal ditepi Angga Saputro, 3-3.
Gol ini menyelamatkan Bhayangkara F dari kekalahan. Hasil
ini sekaligus telah membuktikan bahwa Bhayangkara FC mampu mempertahankan rekor
tidak terkalahkan di 6 pertandingan terakhir lawan pasukan “Sape Kerab”.
Selain itu di putaran Liga Super, Bhanyangkara FC juga
belum terkalahkan hingga pertandingan ke 5 ini. Hasil pekan ini membuat
Bhayangkara berada pada posisi 8 dengan nilai 7, sementara Madura United naik
ke posisi 3 dengan poin 10.
Persija Jakarta memuncaki pekan ke 5 dengan poin 12
dengan 4 prtandingan yang dilakoninya, sedangkan Persib Bandung berada di
posisi 8, dan Borneo FC di posisi 11, klasemen sementara dengan 6 poin.
Pekan depan Bhayangkara FC akan kedatangan tamu dari
Jogjakarta, PSIM, yang hari ini kalah 1-2 dari PSM Makassar, di Bantul.
Dipastikan Bhayangkara FC tidak akan diperkuat Jefferson
Bernes, saat menjamu Laskar Mataram, PSIM pekan depan. Namun tampaknya tidak
begitu bermasalah bagi Bruzon, karena masih ada beberapa pemain yang on fire untuk posisi itu. (tim)
Berikan Komentar