Mediasenior|Banten|Sepakbola|10092026
---- Bigmatch.
Pertemuan perdana dua tim papan atas Super League Indonesia, Dewa United Bbanten
versus Bhayangkara Presisi Lampung FC Jumat,
11 September 2026 pukul 19.00 WIB di Banten International Stadium (BIS), Banten.
Ini merupakan partai yang ditengarai akan berjalan ketat
sepanjang pertandingan Jumat malam. Meskipun bermain tandang, pasukan Oscar
Bruzon tampak lebih optimis bisa memetik angka, bahkan angka penuh.
Jika merujuk musim lalu, memang Bhayangkara FC dalam posisi yang diatas angin, dari dua pertemuan
dimenangkannya. Bhayangkara menang 1-0 di Lampung dan bahkan menang 2-0 di
kandang Dewa United pada 1 Maret 2026. Pada laga 2-0 tersebut, Moussa Sidibé
mencetak satu gol.
Kali ini Bhayangkara FC datang dengan pasukan dan
komandan yang berbeda, dengan komando penuh senior Oscar Bruzon yang tampaknya sudah lebih cepat mulai menunjukkan
karakter tim berbeda.
Setelah 1-1 melawan Persebaya pada laga pembuka di kandang, Oscar secara
terbuka mengatakan bahwa game plan
Bhayangkara akan disesuaikan dengan karakter lawan. Ia menilai Dewa sangat
berbeda dengan Persebaya, sehingga kemungkinan kita akan melihat Bhayangkara
dengan pendekatan taktik yang berbeda.
Faktor Sidibe
Sidibé menjadi kartu paling menarik dan mungkin menjadi
pemain yang akan menghadapi pengawalan prioritas dari kubu Dewa United.
Saat menghadapi Persebaya, Sidibé bukan sekadar winger yang menunggu bola. Dengan ruang gerak yang lebih bebas, dia
bisa turun, bergerak ke tengah, lalu menciptakan situasi yang akhirnya
melahirkan gol penyama Bhayangkara FC.
Dewa hampir pasti sudah membaca ini. Jadi saya
memperkirakan Sidibé akan mendapat perhatian khusus, bahkan kemungkinan ada
pemain yang tugas utamanya membatasi ruang geraknya. Tetapi justru di sinilah
jebakannya.
Kalau Dewa terlalu fokus kepada Sidibé, Oscar bisa memanfaatkan ruang yang
ditinggalkan untuk pemain lain. Ini menarik karena filosofi Oscar tampaknya
tidak ingin Bhayangkara bergantung pada satu pemain saja.
Bukan semata-mata siapa yang menang duel satu lawan satu.
Yang lebih penting: seberapa bebas Sidibé menerima bola dan berpindah posisi.
Kalau Sidibé terus ditempel, saya justru ingin melihat
apakah Oscar akan membuatnya bergerak lebih dalam dan menjadi pemancing bek,
sementara pemain lain melakukan penetrasi.
Dan jangan lupa, Sidibé sekarang sudah menjadi pemain
Bhayangkara secara permanen setelah sebelumnya berstatus pemain JDT.
Tapi ada satu masalah besar. Bhayangkara bermain tandang.
Dewa akan bermain di Banten International Stadium dan punya keuntungan
psikologis serta dukungan publik. Laga dijadwalkan Jumat malam pukul 19.00 WIB.
Pertandingan ini akan mudah. Jika Bhayangkara bisa
melewati 20–25 menit pertama tanpa kebobolan, peluang mereka justru semakin
besar.
Jaga Sidibe
Dengan reputasi paruh kedua musim lalu, sudah dipastikan
jika Sidibe menjadi target untuk “dilumpuhkan” oleh lawan-lawannya, karena dari
dialah permainan timnya itu berdenyut kencang.
Lalu, siapa yang paling mungkin "ditugaskan"
menghalangi langkah Sidibé di lapangan? Bukan berarti satu pemain akan menjaga
Sidibé man-to-man sepanjang
pertandingan. Justru yang lebih masuk akal adalah penjagaan berlapis.
Di kubu Dewa United ada sosok Ady Setiawan yang bisa menutup jalur umpan ke Sidibé, melakukan
pressing ketika Sidibé menerima bola.
Ini penting karena Sidibé sekarang bukan sekadar pemain
sayap. Dengan kebebasan yang diberikan Oscar Bruzon, dia bisa masuk ke tengah,
turun mengambil bola, kemudian muncul lagi di ruang berbeda.
Lalu ada Edo Febriansah. Edo mempunyai pengalaman bermain
sebagai pemain sisi kiri. Kalau Sidibé memulai dari kanan kemudian melakukan cut inside, Edo bisa menjadi pemain pertama
yang berhadapan dengannya. Tapi di sinilah dilema Dewa.
Kalau Edo terlalu fokus kepada Sidibé, ruang di
belakangnya bisa dimanfaatkan pemain Bhayangkara lainnya seperti Ocampo
misalnya.
Tetapi di Dewa United masih ada Messidoro yang justru
bisa menjadi kunci di lini tengah. Dewa memiliki Hugo Gomes dan Alexis
Messidoro, dua pemain yang secara karakter bisa membantu Dewa mengontrol area
tengah.
Lebih dari itu, Dewa punya beberapa pemain yang secara
karakter bisa dipakai untuk mengganggu ruang gerak Sidibé. Dalam skuad mereka
ada Nick Kuipers, Damion Lowe, Ady Setiawan, Edo Febriansah, Ricky Kambuaya,
Hugo Gomes, Alexis Messidoro dan Taisei Marukawa.
Memang, Bhayangkara
tidak sekedar Sidibe. Namun membiarkan pemain ini longgar, biasanya
memberikan hukuman yang menyesakkan lawan.
Saat ini ada beberapa pemain baru yang cukup berkontribusi
untuk tim di pertandingan perdana lalu, seperti Allano, dan Ocampo yang
terlihat sangat beringas jika di depan gawang lawan.
Karena justru ketika lawan terlalu fokus kepada Sidibé,
pemain Bhayangkara lainnya bisa mendapatkan ruang.
Prakiraan Pemain
Prakiraan Line up Dewa United (4-3-3/4-2-3-1):
Kiper : M. Riyandi. Belakang : Alta Ballah, Nick Kuipers,
Damion Lowe, Ady Setiawan. Tengah: Jordi Amat/Justin Hubner, Denilson Jr, Ricky
Kambuaya, Depan: Egy Maulana Vikri, Rafael Struick, Taisei Marukawa.
Bhayangkara Presisi Lampung FC, prakiraan line up.
Oscar Bruzon kemungkinan tidak banyak mengubah kerangka
yang sudah dimainkan saat menghadapi Persebaya.
Kiper: M. Gyandra Akbar. Belakang: Putu Gede, Kevin
Sibille, Nehar Sadiki, Mauricio Vera. Tengah: Matias Ocampo, Jefferson Brenes, Moises
Wolschick. Depan: Allano Lima, Milan Ristovski, Moussa Sidibé. (tim redaksi)
Berikan Komentar