Pebiliar Lampung Meledak, Agung Tantang Irsal Afrinneza di Partai Final Kejurnas Nomor Bola 10

Pebiliar Lampung Meledak, Agung Tantang Irsal Afrinneza di Partai Final Kejurnas Nomor Bola 10

Mediasenior|Jakarta|Biliar|10092026

---- Pebiliar Lampung,  Adhitya Agung Pratama membuat kejutan besar pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) POBSI 2026. Turun di nomor 10 Ball Single Putra, Agung berhasil menembus partai final setelah melewati rangkaian pertandingan sengit di Puslatnas PB POBSI, Gedung iNews Tower lantai 4, Jakarta Pusat, Kamis 10 September 2026.

Langkah pebiliar Lampung itu terbilang istimewa. Dari empat pertandingan yang dijalaninya sejak babak 32 besar hingga semifinal, Agung harus menghadapi lawan-lawan tangguh dan dua kali memenangkan pertandingan dengan skor tipis 9-8.

Nomor 10 Ball Single Putra sendiri merupakan salah satu nomor utama Kejurnas POBSI 2026 yang diikuti 64 atlet, dengan pertandingan berlangsung 8–11 September 2026.

Babak 32 Besar

Perjalanan Agung menuju final dimulai dari bagan 64, di mana ia memperoleh bye dan langsung melangkah ke babak 32 besar.

Di babak ini, Agung menghadapi Deni Saputra dari Nusa Tenggara Barat.

Pertandingan berjalan ketat. Namun Agung mampu menjaga konsentrasi dan akhirnya mengamankan kemenangan 9-7. Hasil tersebut membuka jalan bagi Agung menuju babak 16 besar.

Balas Kekalahan

Tantangan lebih berat menunggu di babak 16 besar. Agung harus berhadapan dengan Abdul Kholik dari Kalimantan Selatan, pemain yang sebelumnya mengalahkan pasangan Agung-Ican pada nomor 10 Ball Double Putra.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Agung untuk melakukan pembalasan di nomor individual. Namun kemenangan tidak datang dengan mudah.

Pertandingan berlangsung sangat ketat hingga mencapai kedudukan 8-8. Dalam situasi hill-hill, Agung mampu mempertahankan ketenangan dan menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan 9-8.

Kemenangan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Agung menuju final.

Memasuki babak delapan besar, performa Agung justru semakin meyakinkan.

Menghadapi Heri Hendi dari Kalimantan Timur, Agung mampu mengontrol jalannya pertandingan dan tampil lebih stabil. Ia akhirnya menang cukup meyakinkan dengan skor 9-4 dan berhak melangkah ke semifinal.

Drama 9-8

Ujian terakhir sebelum final datang dari Erwin K dari Jawa Barat. Duel semifinal kembali berlangsung ketat. Kedua pemain saling mengejar angka dan tidak memberikan kesempatan untuk menjauh.

Agung kembali menunjukkan ketenangan pada momen-momen krusial.

Dalam kedudukan yang kembali harus ditentukan melalui hill-hill, pebiliar Lampung itu akhirnya mampu mengunci kemenangan 9-8.

Hasil tersebut memastikan satu tempat bagi Agung di partai final 10 Ball Single Putra Kejurnas POBSI 2026.

Ini perjuangan yang sangat berat bagi Adhit menuju partai puncak. Pada babak 32 besar Adhitya Agung Pratama vs Deni Saputra, 9-7, lalu 16 besar Adhitya Agung Pratama vs Abdul Kholik, 9-8.

Di babak 8 besar, Adhitya Agung Pratama vs Heri Hendi sedikit agak tegang meskipun menang, 9-4.

Di Semifinal hari ini, Adhitya Agung Pratama menghadapi Erwin K sangat menegangkan, dimana susul menyusul poin terjadi sangat ketat, karena hanya ada selisih 1 angka. Meskipun akhirnya Adhit menang tipis, 9-8, untuk menuju ke final.

Tidak Anti Klimak

Menurut laporan contributor Mediasenior.id di Jakarta Iyan Maryadi, bahwa Agung melewati empat pertandingan dengan empat kemenangan, mencetak 36 kemenangan frame dan hanya kehilangan 28 frame berdasarkan skor pertandingan yang diberikan.

Yang paling menarik, dua dari empat kemenangan diraih melalui skor 9-8, menunjukkan kemampuan Agung menjaga konsentrasi ketika pertandingan memasuki fase paling menentukan.

Final Lawan Pebiliar Jawa Barat

Di partai puncak, Agung akan berhadapan dengan Irsal Afrinneza Nasution dari Jawa Barat.

Irsal memastikan tiket final setelah mengalahkan pebiliar Sumatera Utara, Punguan Sihombing, dengan skor 9-7.

Pertemuan Agung kontra Irsal pun berpotensi menjadi final yang menarik karena mempertemukan pebiliar Lampung dengan pemain Jawa Barat yang memiliki pengalaman panjang di kompetisi nasional.

Irsal bukan nama baru dalam persaingan biliar nasional. Ia pernah menjadi bagian dari kontingen Jawa Barat pada PON XXI Aceh-Sumut 2024. Pada nomor 10 Ball Double Putra PON 2024, Irsal yang berpasangan dengan Erwin harus mengakui keunggulan pasangan Sumatera Utara, Jefry Zen/Punguan Hasiholan Sihombing, dengan skor 8-6 di partai final.

Nama Irsal juga tercatat dalam sejumlah kompetisi dan seleksi level nasional POBSI. Pada seleknas proyeksi SEA Games 2023, misalnya, ia pernah berhadapan langsung dengan Punguan Sihombing dalam perebutan tiket nomor pool.

Karena itu, final Jumat besok bukan sekadar pertarungan dua pebiliar, tetapi juga menjadi ujian besar bagi Agung untuk membuktikan bahwa kejutan Lampung di Kejurnas tahun ini bukan kebetulan.

POBSI Lampung Bersyukur

Sekretaris POBSI Lampung Harry Bangsawan menyambut positif keberhasilan Agung menembus partai puncak.

Alhamdulillah, atlet biliar Lampung, Agung Aditya, berhasil menembus final bola 10 single putra. Keberhasilan Agung juga menjadi momentum penting bagi pembinaan biliar Lampung.” ujar Harry, Kamis, 10 September2026.

Sebelumnya, Pengprov POBSI Lampung memang melakukan seleksi untuk menghadapi Kejurnas 2026. Dari 20 calon atlet yang mengikuti seleksi di Faxi Billiard and Coffee, Bandar Lampung, empat atlet kemudian dipilih untuk mengikuti program training center, yakni Agung, Aris, Ican dan Doni.

Kini, hasil pembinaan tersebut mulai menunjukkan hasil. Agung menjadi satu-satunya wakil Lampung yang berhasil menembus partai final nomor 10 Ball Single Putra.

Sejarah Baru Lampung

Final 10 Ball Single Putra dijadwalkan berlangsung Jumat 11 September 2026 pukul 14.00 WIB di Puslatnas PB POBSI, iNews Tower, Menteng, Jakarta Pusat.

Bagi Lampung, pertandingan tersebut menjadi kesempatan besar untuk membawa pulang gelar juara nasional.

Agung sudah melewati empat pertandingan berat. Dua kali ia memenangkan laga dalam situasi hill-hill.

Kini tinggal satu pertandingan lagi.

Satu meja. Satu lawan. Satu kesempatan untuk membawa nama Lampung berdiri paling tinggi di Kejurnas POBSI 2026. (yan)

Berikan Komentar