Mediasenior|Bandarlampung|Piala Dunia|07072026
---- Tinggal dua negara yang punya peluang mewakili benua
Amerika di babak-babak akhir guliran Piala Dunia 2026 di tiga negara Amerika.
Karena, tiga negara tuan rumah Piala Dunia semuanya sudah terhenti di babak 16
besar.
Kanada tersingkir oleh Maroko (3-0), Meksiko dengan
tragis dihempaskan oleh Three Lions
Inggris (3-2), dan terakhir Amerika Serikat digulung tanpa ampun oleh Belgia
(1-4).
Praktis tinggal tersisa dua negara yang harus menentukan
nasibnya mala mini, yakni Argentina yang akan menghadapi pasukan “The Pharoahs” Mesir, sedangkan Kolombia
akan ditantang satu wakil Eropa lainnya, Swiss.
Sementara di jalur lain ada 4 wakil Eropa sudah menaruh
kakinya diperempat final atau 8 besar yakni Prancis, Inggris, Norwegia dan
Belgia. Dan masih menyisakan satu calon yang masih ada peluang yakni Swiss.
Gugurnya Brasil ditangan Norwegia memang bukan kejutan,
melainkan sebuah kenyataan bahwa sepakbola selalu berkembang di seluruh dunia,
bukan lagi sumbunya hanya di Amerika latin saja.
Kekuatan Eropa mulai muncul ke permukaan dan menebar
ancaman serius di gelaran Piala Dunia kali ini setelah dalam format besar yakni
48 tim.
Meskipun Jerman, Belanda dan Portugal tercecer. Namun masih
ada beberapa “raksasa” Eropa yang siap menjadi juara di tanah Amerika.
Perang Malvinas
Skenario perang Malvinas. Meskipun masih harus melewati
beberapa fase lagi, sinyalemen adanya “perang Malvinas”, Inggris lawan Argentina,
masih terbuka yang paling mungkin di final.
Argentina harus menjalani tiga pertandingan untuk bisa
mencapai final, yakni mengalahkan Mesir malam ini, lalu akan berhadapan dengan
pemenang antara Swiss versus Kolombia dan kemudian melawan siapa saja di
Semifinal yaitu Spanyol atau Belgia.
Sementara Inggris, harus melakoni pertandingan berat juga
melawan Norwegia, kemudian Prancis atau Maroko.
Meskipun pengamat memprediksi kemungkin terbesar di final
akan mempertemukan Prancis dan Argentina, namun semua kemungkinan masih sangat
terbuka. Bahkan Mesir masih mungkin mengalahkan Argentina.
Penampilan Messi cs saat melawan Cabo Verde, menjadi
fenomena baru bahwa Argentina masih bisa dikalahkan. Meskipun akhirnya lolos
dalam situasi yang sangat mendebarkan, namun kini Mesir sudah melihat sektor mana
kelemahan Argentina yang sangat mendasar.
“Area 14”, dimana Lionel Messi memiliki zona nyaman untuk
melakukan eksekusi bola-bola sulit ke gawang lawan. Mesir mungkin akan belajar
dalam dua malam lalu menganalisa bagaimana Argentina bisa lumpuh sebelum
melakukan eksekusi bola ke “on target”.
Meskipun demikian, belajar dari pengalaman melawan Cabo
Verde, tentu Scolani akan membut strategi lain lagi saat melawan Mesir yang
memiliki kecepatan dari Mohammed Sallah dan Trezeguet.
pertandingan yang diramalkan akan sangat seru ini peluang besar tetap akan
dimenangkan Argentina meski tidak mudah. Skor selisih satu gol, sangat
dimungkinkan 3-2 atau 2-1 untuk Argentina.
Rasanya, pertandingan tidak akan berlangsung panjang, bahkan sampai adu
tendangan penalty. (redaksi)
Berikan Komentar