Mediasenior|Bandarlampung|Sepakbola|01072026
---- Dalam sebuah gelaran akbar sepakbola di jagat maya
ini yang bernama Piala Dunia selalu terjadi kejutan-kejutan dan kadang anomali
dalam sebuah pertandingan. Karena dalam permainan sepakbola ada tiga segmen
untuk sebuah kemenangan.
Yang pertama adalah segmen 90 menit, kemudian segmen 120
menit dan segmen adu penalti. Ketiga segmen ini bisa dilalui tim-tim yang
memasuki babak 32 besar dan seterusnya.
Dua pertandingan besar yang sudah memakan korban tim-tim
besar pula sudah menjadi contoh konkrit, bahwa jika tim-tim besar ini tidak
mampu memenangi pertandingan maksimal dalam 120 menit, maka bersiaplah untuk
“tergulung” di segmen adu penalty.
Contohnya dua kejutan besar terjadi di dua pertandingan
dalam dua hari sebelum ini, yakni ketika Juara Dunia 3 kali, Jerman harus
mengemasi kopernya lebih cepat setelah kalah adu tendangan penalty dari tim underdog Paraguay, 4-3.
Lalu tim oranye Belanda juga harus balik kanan setelah
dipaksa oleh Maroko bermain 120 menit dan berujung adu tendangan keberuntungan
yang juga berakhir miris, Belada kalah 3-2.
Dalam babak atau segmentasi adu tendangan penalti, skill individu pemain sudha tidak
diperlukan lagi, namun mental yang lebih dikedepankan setiap pemain yang
diberikan tanggungjawab menjadi algojo.
Selain mentalitas, juga keberuntungan. Kenapa
keberuntungan, karena dalam sebuah permainan juga harus dipercaya bahwa ada
Kehendak dari yang Maha Kuasa memberikan kemenangan kepada salah satu tim saat
itu.
Dari data fakta yang ada sepanjang gelaran Piala Dunia,
ternyat Lionel Messi yang kali ini masih menjadi pencetak gol terbanyak dalam
usianya ke-39, dialah menjadi pemain bintang yang paling banyak gagal dalam
melakukan tendangan penalti.
Diantaranya pada Piala Dunia tahun 2018 saat melawan
Islandia, Piala dunia 2022 saat melawan Polandia dan beberapa hari lalu saat
melawan Austria.
Kemudian Criastiano Ronaldo gagal menjebol gawang Iran
lewat tendangan penalti pada Piala Dunia 2018, lalu Harry Kane yang saat itu
melakukan tendangan penalti ke gawang Prancis di Piala Dunia 2022, akibatnya
Inggris kalah 1-2 dan gagal melanglkah ke babak selanjutnya.
Gol Lebih Cepat
Pada pertandingan malam ini, banyak pengamat memprediksi,
jika Inggris tidak bisa membuat gol terlebih dahulu dalam waktu 45 menit
pertama, maka akan mendapatkan kesulitan untuk menjalani babak kedua melawan RD
Kongo.
Inggris dan Kongo memang baru sekali ini bertemu dalam
sejarah sepakbola dunia. Karena memang sulit mendapatkan momentum bagi keduanya
untuk bertemu di luar turnamen resmi, ini dikarenakan keduanya dalam peringkat
FIFA terpaut sangat jauh. Inggris saat ini peringkat 4 dunia dan RD Kongo di
peringkat 46 FIFA.
Meskipun ada rumor berbau mistis, bahwa Harry Kane
divonis telah dikutuk dukun asal Ghana saat berhadapan dengan tim itu, namun
pemain bernomor punggung 10 Inggris itu tetap mencetak gold an bermain bagus
sepanjang Piala Dunia.
Maka kemungkinan besar mala mini Kane juga akan menjadi
tumpuan Three Lions untuk
menghancurkan pertahanan RD Kongo yang sepanjang turnamen ini dikenal kokoh dan
disiplin.
Kongo berhasil menahan imbang Portugal 1-1 di fase grup
dan mengalahkan Uzbekistan 3-1, meskipun sempat kalah dari Kolombia 1-0. Namun
inilah Kongo.
Negara ini pernah masuk Piala Dunia tahun 1974 di Jerman
Barat, kala itu belum bernama Republik Demokratik Kongo, namun masih dengan
nama Zaire. Dan setelkah 52 tahun mereka kembali dengan nama baru dan kekuatan
baru di persepakbolaan dunia.
Pertandingan ini adalah ujian pertama sesungguhnya bagi
Inggris di fase gugur. Secara kualitas individu Inggris lebih unggul, tetapi
secara taktik pertandingan ini bisa lebih sulit daripada yang diperkirakan
banyak orang.
Prediksi saya, pengalaman Inggris harus dimanfaatkan
semaksimal mungkin melawan rival yang baru pertama mereka hadapi, dan berupaya
mencetak gol lebih awal.
Jika Inggris memberikan kesempatan kepada Konggo untuk
menyerang, maka ini menjadi kesalahan terbesar pasukan Thomas Tuchel,
karena bisa saja Inggris terganjal oleh tim yang baru pertama kalinya lolos
dari fase grup ini jika sampai babak adu penalti. Para pemain belakang Inggris
harus fokus dan waspada hingga peluit akhir wasit berbunyi.
Sementara bagi RD Kongo, tidak ada kata basa-basi lainnya
kecuali melakukan pekerjaan seperti sebelumnya, yakni bermain dengan pertahanan
yang kuat dan menyerang balik yang berbahaya, terutama di babak kedua.
Prediksi susunan pemain Inggris (4-2-3-1). Pelatih: Thomas Tuchel, Kiper:
Jordan Pickford. Belakang: Djed
Spence, Ezri Konsa, Marc Guéhi, Nico O'Reilly. Gelandang
bertahan: Declan Rice, Elliot Anderson.
Gelandang serang: Bukayo
Saka, Jude Bellingham, Marcus Rashford. Penyerang: Harry Kane. Pelatih: Thomas Tuchel.
DR Kongo
kemungkinan besar menggunakan 5-3-2 atau
berubah menjadi 5-4-1 saat
bertahan.
Kiper: Dimitry
Bertaud Mpasi-Nzau
Lima Bek:
Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba (Kapten), Steve Kapuadi, Arthur
Masuaku. Tiga Gelandang: Samuel
Moutoussamy, Noah Sadiki, Edo Kayembe. Dua
Penyerang: Yoane Wissa, Cédric Bakambu. Pelatih: Sébastien Desabre.
Prediksi : Inggris menang setelah 90 menit dengan skor
3-1.
Jadwal Pertandingan malam ini Rabu, 1 Juli 2026.
23.00 WIB: Inggris vs Republik Demokratik Kongo (Stadion Mercedes-Benz,
Atlanta).
Kamis, 2
Juli 2026 pkl. 03.00 WIB: Belgia vs Senegal (Lumen Field, Seattle)
07.00 WIB: Amerika Serikat vs Bosnia & Herzegovina (Stadion Levi's,
California).
Selamat menonton. (redaksi)
Berikan Komentar