Mediasenior|Bandarlampung|Gulat|17022026
---- Sebuah nomor baru yang diperkenalkan oleh Pengurus
Besar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PB-PGSI) yang kelak menjadi salah satu
nomor pertandingannya di Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah Gulat Pantai (Beach Wrestling).
Dalam sebuah kejuraaan nasional yang baru-baru ini
diselenggarakan di kawasan Rawa Mangun Jakarta, PB PGSI telah mempertandingkan nomor
Gulat Pantai (pasir) ini, untuk melengkapi nomor-nomor di gulat Matras seperti
Grego-Romawi putra dan Freestyle putra-putri.
Nomor baru ini memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan gulat nomor matras, karena dari segi aturan main, gulat pantai lebih banyak atau menitik beratkan pada kekuatan bahu dengan duel di “atas”.

Sementara bantingan juga berlaku dalam beach wrestling ini dengan syarat
pegulat yang melakukan bantingan, kaki atau lutut kakinya tidak menyentuh
pasir. Jika si pembanting saat melakukan bantingan lutut kakinya lebih dahulu
menyentuh pasir, nilai (poin) 1 justru akan diberikan kepada lawan yang
dibanting.
Demikian diungkapkan Rina Safitri, salah satu pelatih gulat Pengprov PGSI Lampung, saat mempraktekkan latihan teknik pada nomor gulat pantai di lapangan bola voli pasir kawasan PKOR Way Halim, Bandarlampung, Minggu 15 Pebruari 2026.

Sarana Latihan
Lebih lanjut Rina menyampaikan bahwa nomor ini memiliki
kans besar untuk dikembangkan di Lampung, karena potensinya cukup besar secara
kuantitas atletnya.
“Jumlah atlet cukup banyak, sehingga kemungkinan untuk
mendapatkan pegulat dengan prestasi bagus sangat terbuka. Karena ini nomor
baru, dan di beberapa daerah di Indonesia justru sudah lebih dahulu berkembang.
Namun ternyata potensi kita juga besar, terbukti saat kejurnas beberapa waktu
lalu kita mengirim tiga pegulat, tiga-tiganya masuk final dengan dua medali
emas dan satu perunggu,” ujar Rina.
Ini, lanjut Rina, memberikan tanda baik untuk Lampung
bisa mengembangkan nomor beach wrestling
lebih serius. Diantaranya dengan menyiapkan sarana latihan yang memadai untuk
atlet-atlet muda.
Sementara itu ketua umum Pengprov PGSI Lampung, Maktub
Djaiz mengatakan bahwa nomor baru ini memiliki karakteristik yang spesifik,
sehingga memerlukan pola latihan yang lebih spesifik pula.
“Oleh karenanya, kami akan terus berupaya untuk
mencarikan tempat latihan pada sarana pasir. Sementara ini kami masih menumpang
di lapangan bola voli pasir milik Pengprov PBVSI Lampung. Karena itu mungkin
kami ingin komunikasikan terlebih dahulu dengan yang berwenang, sementara bisa
menumpang sepanjang tidak mengganggu jadwal latihan pokok bola voli pasir.
Selanjutnya kami berupaya punya sendiri,” tutur Maktub di sela menyaksikan
latihan di lapangan voli pasir, Minggu 15 Pebruari 2026.
Dalam kesempatan itu pula, mantan ketua PGSI Lampung
tahun 1990-an Dadang Riswa Wahid, yang juga turut menyaksikan anak-anak muda
berlatih Gulat Pantai, sangat tertarik, karena ini nomor baru yang ketika tahun
1990-an belum ada.
“Ini sangat bagus. Jauh lebih bagus lagi kalua anak-anak
kita ini latihan rutin dan kerja keras setiap hari berlatih dan berlatih. Saya
yakin ini lah kesempatan untuk merajut cita-cita meraih medali emas PON kelak.
Saya sangat yakin Lampung kembali Berjaya dan meraih medali di PON, jika
anak-anak kita mulai sekarang terus digembleng dengan keras dan rutin. PON
memang masih lama, tapi latihan jangan menunggu PON sudah dekat,” kata Dadang.
Selain itu, tambah Dadang, Pengprov PGSI Lampung harus
mulai berfikir memiliki pelatih-pelatih berkualitas dan bersertifikat lebih
tinggi.
“Cari pelatih-pelatih yang bagus dan berkualitas. Karena
dengan pelatih berkualitas dan mau bekerja keras, maka atletnya juga akan menjadi
atlet militant yang juga pekerja keras. Kalau perlu kursuskan pelatih-pelatih
muda kita untuk pembibitan atlet. Atau datangkan pelatih yang bersertifikat
nasional atau bahkan internasional untuk “mengajari” pelatih-pelatih kita
dengan disiplin tinggi,” tambah Dadang.
Masih kata Dadang, tanpa disiplin tinggi dan daya juang
yang kuat, akan sangat sulit memperoleh prestasi yang tinggi. Karena “hasil tidak akan mengkhianati usaha”,
itu kalimat yang sudah teruji dan sesuai dengan perkembangan jaman. (don)
Berikan Komentar