Medasenior|Bandarlampung|FPTI|15022026
---- Team work memang merupakan salah satu proses kerja
kolektif yang sangat baik untuk menghasilkan kinerja yang maksimal. Ini juga
yang dilakukan Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Lampung dalam
rangka membangun kekuatan sumber daya manusia (SDM) kepelatihan cabor ini.
Selama dua hari, Sabtu-Minggu 14-15 Pebruari 2026, tim
yang solid bahu membahu melaksanakan program secara sistematis shingga
menghasilkan output keilmuan yang sangat baik dan menghasilkan SDM Pelatih 30
orang.
Pada program ini dikoordinasikan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Ibnu Ramadhan yang bekerja sama dengan biro pelatih FPTI Pengprov Lampung seperti Iik Noviar, Afriyogi, Husni Kopal Firdaus dan Nugroho Sejati sebagai penasihat tekhnis sekaligus instruktur kepala.

“Ini untuk pertama kalinya kami kerja tim menangani
kepelatihan dasar, dengan peserta terdiri dari tiga kategori peserta. Ini bukan
hal yang mudah, karena ketiga kelompok ini memiliki dasar yang berbeda, yakni
dari praktisi dan ada yang dari guru dan umum. Alhamdulillah kami tangan
bersama teman-teman secara sistematis, dan Insha Allah hasilnya baik. Kami kini
memiliki tambahan 30 personil pelatih,” kata Ibnu Ramadhan, yang juga sebagai
ketua pelaksana program ini, Minggu 15 Pebruari 2026 di kawasan PKOR Way Halim
Bandarlampung.
Support System
Sebelumnya, lanjut Ibnu, telah dilaksanakan kegiatan Kursus Dasar pembuatan jalur dan belayer. Maka kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya. Selanjutnya Binpres FPTI Lampung juga mengagendakan kegiatan pelatihan untuk para juri kompetisi se provinsi Lampung di bulan April/Mei 2026.

“Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan
FPTI Lampung untuk menyambut agenda besar olahraga Lampung yakni Pekan Olahraga
Provinsi (Porprov) Lampung tahun 2026, Pra PON 2027 dan PON Reguler 2028.” Tambah
Ibnu.
Rangkaian beberapa program kegiatan yang secara marathon
digelar ini merupakan salah satu support
system yang diberikan untuk seluruh kepengurusan FPTI di kabupaten/kota
dalam menyiapkan atlet di daerah masing-masing dalam menghadapi berbagai iven
di depan mata.
Dalam pelatihan dasar ini dibagi menjadi tiga bagian, yakni pure teori yang diadakan di kelas, kemudian pengetahuan kebugaran atlet yang dihelat di ruang Gym KONI Provinsi Lampung kemudian prakteknya dilakukan di media wall climbing FPTI di PKOR Way Halim.

“Materi aplikasi latihan beban dilakukan Fitnes Centre
KONI Lampung, dan materi ruang tentang pengetahuan struktur otot di Olahraga
dan spesifik otot di Olahraga Panjat Tebing di ruang rapat KONI, dan prakteknya
langsung kami lakukan di wall climbing agar para pelatih ini mengerti apa yang
dilakukan sesuai dengan teori yang sebelumnya mereka peroleh di kelas dan di
gym. Agar mereka tidak gagal faham, semua kami lakukan dengan demokratis dan tanya
jawab terbuka,” tambah Ibnu.
Sementara Ketua Umum FPTI Lampung, Rudy Antoni mengaku
puas dengan kinerja tim ini telah memberikan dasar pelatih kepada 30 orang dari
berbagai latar belakang yang berbeda.
“Jelas ini memberikan sebuah kekuatan kami di masa depan.
Mereka ini adalah SDM dari guru olahraga Sekolah Dasar, Sekolah Menengah
Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Mahasiswa. Jadi seluruh strata dan tingkat
pendidikan kami sudah memberikan bekal kepelatihannya. Ke depan bagaimana kami
segera memberikan dukungan lain kepada para pelatih agar dapat mendidik
atletnya dengan bekal yang cukup itu,” ungkap Rudy.
Rudy sangat bangga dengan tim kerjanya, dan kedepan akan
terus melakukan kerja tim yang jauh lebih besar untuk iven-iven yang penting
lainnya.
“Tidak ada jalan lain kecuali kita bekerja bersama-sama.
Kerja tim yang bagus pasti akan menghasilkan prestasi yang bagus. Dengan terus
bergerak membumikan cabang olaharaga Panjat Tebing ini, maka kami berharap
untuk melakukan pembinaan atlet sejak usia dini akan bisa dilakukan secara
alamiah dan kami mohon dukungan semua pihak untuk kerj berat ini, agar berhasil
dengan bukti prestasi,” ungkap Rudy. (don)
Berikan Komentar