Pengprov GI Lampung Siapkan Generasi Prestasi Dari Kabupaten Kota

Pengprov GI Lampung Siapkan Generasi Prestasi Dari Kabupaten Kota

Mediasenior|Badarlampunng|Senam|10112026

---- Untuk menopang keberlanjutan pembinaan atlet senam provinsi Lampung, pengurus provinsi Gimnastik Indonesia (GI) Lampung mulai menyemai ilmu pengetahuan kepada para pelatih pemula dari 11 kabupaten kota yang ada di dalam struktur kepengurusan GI Lampung.

Dalam sebuah pelatihan “Sinergi Pelatih dan Wasit” Senam yang diselenggarakan di hotel MoreLiving Bandarlampung, Sabtu-Minggu, 10-11 Oktober 2026.

Acara ini  dibuka Wakil Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Margono Tarmudji, dan diikuti oleh 35 personil pelatih dan wasit senam dari 11 kabupaten Kota se provinsi Lampung.

Margono mengatakan bahwa KONI Provinsi Lampung menyambut baik inisiatif pengprov GI Lampung untuk menyambung obor pembinaan agar tidak putus generasi atletnya untuk setiap masa.

“Dalam olahraga, memang ada keterbatasan usia emas yang ada pada setiap atlet, sehingga diperlukan kepiawaian pengurus cabor dan parapelatihnya untuk menyuasati agar tidak “kepaten obor”. Artinya jangan sampai ada generasi yang terputus. Maka dari itu, dengan sinergi pada pelatihan ini kami sangat mendukung tentu. Regenerasi itu mutlak dalam pembinaan, sebab usia atlet rentangnya sangat pendek untuk ukuran prestasi,” katanya.

Oleh karena itu dinilai tepat Pengprov Gi menyiapkan  sumber daya pelatih  dan wasit sebagai perangkat pertandingan dalam penunjang pembinaan prestasi secara berkesinambungan.

Sementara itu Sekum Pengprov GI Lampung, Supeno, mewakili ketua umum Pengprov GI Lampung, Purnama Wulan Sari Mirzani, menegaskan bahwa ini untuk yang pertama kalinya di Lampung dilakukan untuk memeratakan penjaringan atlet muda ke seluruh pelosok daerah, yang tujuannya pasti untuk mendapatakan bibit atlet mulai dari usia dini yang berkualitas untuk meneruskan jejak para seniornya.

“Senam kan sudah merupakan pionernya cabor prestasi di Lampung. Maka kami mencoba melakukan pelebaran daerah untuk mencari talenta terbaik dari 11 kabupaten kota yang sementara sudah ada kepengurusan GI nya. Langkah pertamanya adalah menyiapkan SDM pelatih yang utama. Lalu wasit, dan kemudian terus kita dorong untuk bisa dilakukan pembinaan sesuai dengan kemampuan daerah dan provinsi,” kata Supeno.

Peralatan dan Venue

Terkait mahalnya peralatan yang standar nasional atau internasional, Supeno mengatakan bahwa semua bisa disesuaikan secara berangsur, yang terpenting adalah ada pergerakan secara fisik dalam melakukan regenerasi di daerah.

“Semua kan tidak instan. Maka dari itu, sesuai dengan instruksi ibu ketua, Batin Wulan, langkah ini kami tempuh terlebih dahulu untuk test keseriusan dan semangat teman-teman di daerah, karena mereka tetap perlu pendampingan dari provinsi. Jadi semua harus berjalan seiring, serirama dan terus ada komunikasi yang ideal. Ini tujuan utamanya. Setelah itu baru berfikir kepada teknis yang lebih teknis lagi,” tambahnya.

Peralatan dan venue atau tempat pertandingan akan dipikirkan setelah tahapan yang diletakkan berjalan sesuai dengan rencana.

“Untuk apa kita siapkan pralatan mahal-mahal tapi atletnya masih di awang-awang. Nah oleh karenanya, komitmen kami adalah dengan skala prioritas program semuanya akan berjalan beriring dan melengkapi. Kami tidak ingin ini hanya retorika. Meskipun kcil ttapi ada pergerakan yang positif.” Ungkapnya.

Budi Kurniawan, ketua pelaksana program ini meenyampaikan bahwa dari 15 kabupaten kota di Lampung, Peengprov GI sudah ada kepengurusan di 11 kabupaten kota yang masing-masing mengirimkan wakilnya baik pelatih maupun wasit, yakni dari Bandarlampung, Kota Metro, Lampung Timur, Lampung Utara, Pesawaran, Pringsewu, Pesisir Barat,  Lampung Tengah, Tulangbawang, dan Lampung Selatan.(tim)

Berikan Komentar