Mediasenior|Bandarlampung|KONI|09082026
----
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai membangun
langkah strategis untuk memperluas dukungan dunia usaha terhadap olahraga
prestasi sekaligus mendorong tumbuhnya industri olahraga dan sport tourism di
daerah.
Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan jajaran
pengurus KONI Lampung ke Sekretariat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Provinsi Lampung, Sabtu (8/8/2026).
Pertemuan yang mempertemukan kekuatan olahraga dan dunia
usaha itu dipandang sebagai momentum awal untuk membangun ekosistem olahraga
Lampung yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memiliki
dampak ekonomi bagi masyarakat.
Rombongan KONI Lampung dipimpin langsung Ketua Umum KONI
Lampung Taufik Hidayat, didampingi
Wakil Ketua Umum IV KONI Lampung A. Chrisna Putra.
Kedatangan mereka disambut Ketua DPP Apindo Lampung Ary Meizari Alfian.
Taufik Hidayat menegaskan, peningkatan prestasi olahraga
membutuhkan dukungan lintas sektor dan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada
anggaran pemerintah.
“Prestasi olahraga membutuhkan dukungan yang
berkelanjutan. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Karena itu, kami ingin
membangun sinergi dengan dunia usaha,” ujar Taufik.
Menurutnya, keterlibatan sektor swasta dapat diarahkan
pada berbagai kebutuhan strategis olahraga, mulai dari pembinaan atlet,
peningkatan kualitas cabang olahraga (cabor), penyediaan sarana dan prasarana
latihan, hingga dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan.
Dipertemukan dengan Dunia Usaha
Salah satu gagasan utama yang dibahas adalah program bapak angkat cabang olahraga.
Melalui skema tersebut, perusahaan di Lampung diharapkan
dapat menjadi mitra strategis bagi cabor yang dinilai memiliki potensi prestasi
sekaligus peluang besar menyumbangkan medali bagi Lampung.
“Kami akan memetakan cabor-cabor potensial, kemudian
mempertemukannya dengan dunia usaha yang memiliki kepedulian dan kesesuaian
untuk menjadi bapak angkat,” kata Taufik.
Skema ini diharapkan tidak berhenti pada pola sponsorship
konvensional, tetapi berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang dapat
mendukung kebutuhan cabor secara lebih terencana.
Dengan demikian, perusahaan tidak sekadar memberikan
bantuan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pembinaan dan peningkatan
prestasi atlet Lampung.
Olahraga Didorong Menjadi Kekuatan Ekonomi
Sinergi KONI dan Apindo juga memiliki cakupan yang lebih
luas. Kedua pihak melihat olahraga sebagai salah satu sektor yang berpotensi
menjadi penggerak ekonomi daerah melalui pengembangan sport industry dan sport tourism.
Event olahraga, misalnya, tidak lagi dipandang semata sebagai
pertandingan untuk mengejar prestasi. Jika dikelola secara profesional, event
dapat menghadirkan multiplier effect bagi perekonomian daerah.
Mulai dari keterlibatan UMKM, perhotelan, transportasi,
kuliner, jasa penyelenggara event, penyewaan venue, hingga promosi destinasi
wisata Lampung.
Konsep tersebut membuka peluang agar berbagai kejuaraan
olahraga di Lampung sekaligus menjadi event ekonomi dan pariwisata
yang mampu mendatangkan peserta maupun penonton dari luar daerah.
Dukungan dunia usaha juga diarahkan untuk penyelenggaraan
kejuaraan daerah serta pemeliharaan sarana latihan atlet secara berkelanjutan.
Apindo Siap Jadi Jembatan
Ketua DPP Apindo Lampung Ary
Meizari Alfian menyambut positif langkah KONI Lampung tersebut.
Menurut Ary, dunia usaha memiliki ruang yang luas untuk
mengambil peran dalam pengembangan olahraga daerah. Apindo, kata dia, siap
menjadi jembatan yang mempertemukan kepentingan dunia usaha dengan KONI maupun
cabang-cabang olahraga.
“Olahraga yang maju bukan hanya memberikan kebanggaan dan
prestasi bagi daerah, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi, meningkatkan
citra daerah, sekaligus menciptakan peluang bagi dunia usaha,” ujar Ary.
Ia menilai industri olahraga memiliki potensi besar untuk
dikembangkan di Lampung. Dengan tata kelola yang profesional, berbagai event
olahraga dapat tumbuh menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah.
Karena itu, keterlibatan perusahaan diharapkan tidak
hanya berbentuk dukungan finansial, tetapi juga dapat berkembang melalui
berbagai bentuk kerja sama, termasuk pemanfaatan fasilitas, promosi, pemasaran,
penyelenggaraan event, hingga pengembangan produk dan jasa yang berkaitan
dengan olahraga.
Pemetaan Cabor
Sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut, KONI dan Apindo
Lampung sepakat melakukan pemetaan terhadap
cabang-cabang olahraga potensial yang dapat dikembangkan
melalui dukungan dunia usaha.
Pemetaan tersebut akan menjadi dasar untuk mempertemukan
kebutuhan masing-masing cabor dengan karakter dan potensi mitra usaha yang
tepat.
Langkah ini diharapkan melahirkan pola kemitraan yang konkret, terukur, profesional, dan
berkelanjutan.
Jika konsep tersebut dapat direalisasikan secara
konsisten, olahraga Lampung tidak hanya memiliki peluang untuk meningkatkan
prestasi atlet, tetapi juga dapat berkembang menjadi salah satu kekuatan
ekonomi baru daerah.
Dari arena pertandingan
menuju ekosistem industri—olahraga Lampung kini mulai diarahkan bukan hanya
untuk mengejar medali, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan peluang usaha
bagi masyarakat. (Rls)
Berikan Komentar