Mediasenior|Bandarlampung|Padel|27072026
---- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi
Lampung memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Padel Lampung 2026
sebagai bagian dari strategi pembinaan atlet sejak dini untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Kejuaraan yang berlangsung di Dome Sport Arena, Sabtu (25/7/2026), menjadi
tonggak penting perkembangan olahraga padel di Provinsi Lampung. Selain menjadi
ajang kompetisi perdana berskala daerah, Kejurda ini juga menandai keseriusan
Persatuan Besar Padel Indonesia (PBPI) Lampung dalam membangun sistem pembinaan
yang terstruktur.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengapresiasi langkah cepat PBPI
Lampung yang baru saja dikukuhkan namun langsung menghadirkan kejuaraan sebagai
wadah pembinaan atlet.
"Kejurda Padel menjadi bukti keseriusan organisasi
dalam membangun pembinaan atlet melalui kepengurusan yang telah terbentuk di 15
kabupaten/kota di Lampung," ujar Marindo.
Menurutnya, terbentuknya kepengurusan PBPI di seluruh
kabupaten/kota menjadi modal penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang
berkelanjutan sekaligus memperluas jangkauan pengembangan olahraga padel di
Lampung.
Mewakili KONI Provinsi Lampung, Kepala Bidang Pembinaan
Prestasi Yopi Hutomo Bhakti menegaskan
bahwa masuknya padel sebagai salah satu cabang olahraga yang akan
dipertandingkan pada PON 2028 merupakan
peluang besar yang harus dimanfaatkan sejak sekarang.
"Momentum ini harus dijawab dengan pembinaan yang
terencana. Lampung perlu mulai menyiapkan atlet-atlet terbaik sejak dini agar
mampu bersaing pada babak kualifikasi hingga PON 2028," kata Yopi.
Ia juga mendorong agar padel dapat dipertandingkan
sebagai cabang olahraga ekshibisi pada Pekan Olahraga
Provinsi (Porprov) Lampung 2026. Menurutnya, langkah tersebut
akan menjadi sarana efektif untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial dari
berbagai daerah di Provinsi Lampung.
Lebih lanjut, Yopi menilai pembinaan prestasi tidak cukup
hanya mengandalkan kejuaraan resmi yang diselenggarakan pengurus provinsi.
Kehadiran klub-klub dan akademi padel di berbagai daerah juga menjadi faktor
penting dalam menciptakan regenerasi atlet secara berkesinambungan.
"Kalender kompetisi yang rutin sepanjang tahun akan
meningkatkan jam terbang atlet sekaligus mempercepat peningkatan kualitas
permainan mereka. Dengan demikian, Lampung memiliki peluang lebih besar
melahirkan atlet padel yang mampu bersaing di tingkat nasional,"
tambahnya.
Kejurda Padel Lampung 2026 diikuti 48 atlet yang terbagi dalam 16 pasangan putra dan 8 pasangan putri. Para peserta berasal dari tujuh
kabupaten/kota, yaitu Kota Bandar Lampung, Kota Metro,
Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Pesawaran, dan
Pringsewu.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga padel mulai
berkembang pesat di Lampung. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, KONI
Lampung, PBPI, serta klub-klub padel, diharapkan cabang olahraga ini mampu
melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Lampung pada
ajang nasional, termasuk PON 2028. (*tim)
Berikan Komentar