Mediasenior|Bandarlampung|KONI|12022026
----- Menindaklanjut action
penanaman pohon penghijauan di kawasan lahan Taman Keragaman Hayati (Taman
Kehati) Lampung Selatan beberapa hari lalu, Ketua KONI Provinsi Lampung, Taufik
Hidayat menyampaikan imbauannya, agar segera merealisasikan pekerjaan di lahan
masing-masing.
Ini disampaikan Taufik Hidayat usai melakukan tanam pohon
di lokasi Taman Kehati, Senin 11 Pebruari 2026, bahwa saat ini seluruh cabang
olahraga yang sudah memiliki tempat sesuai dengan peruntukannya, dan yang
berminat untuk memanfaatkan lahan di kawasan Taman Kehati segera bergerak.
“Kami berharap beberapa pengurus cabor yang lahannya
berdekatan bisa melakukan koordinasi dalam rangka membangun kawasan itu secara
bersama-sama. Saya rasa ini saat yang tepat untuk segera bekerja keras bersama.
Terlebih kepada dua cabang olahraga yang sebenarnya sudah lebih dahulu di
bangunkan sarana di sana, seperti Perbakin dan Perpani,” kata Taufik.
Selain itu, kepada pengurus Pordasi Lampung juga bisa
memulai pemetaan lahannya, karena di sana sudah memiliki areal yang jelas,
sehingga bisa segera dilakukan pekerjaan untuk pembersihan bahkan bisa dibangun
sarana pendukungnya.
Perhatian Pemprov
Ketua Umum KONI Lampung tetap berusaha untuk terus
mengkolaborasikan pemanfaatan lahan Taman Kehati ini dengan pemerintah Provinsi
Lampung melalui pihak-pihak terkait, untuk mendorong bantuan pembangunan akses
jalan dan listrik di kawasan itu.
“Semoga dalam waktu dekat, sangat dimungkinkan ada
pembangunan jalan di kawasan itu oleh Pengprov Lampung. Harapannya memang kita
saling mendukung percepatan pemanfaatan lahan tersebut, sehingga beberapa
rencana teman-teman untuk bisa menggelar kejurnas cabornya masing-masing di
kawasan itu dapat terlaksana tahun ini.” Tambah Taufik.
Dengan bergerak bersama, maka akan sangat membuka peluang
segera meramaikan kawasan itu sebagai kawasan olahraga, wisata dan konservasi
alam.
Mengundang Satwa
Sementara itu Anshori Djausal, dalam kapasitasnya sebagai
penanggungjawab pengembangan kawasan Taman Kehati Lampung menyampaikan bahwa
tanaman yang ditanam di kawasan ini adalah beberapa jenis tanaman local yang
sekaligus bisa menundang satwa, seperti kupu-kupu, burung-burung dan beberapa
satwa lain.
Tanama itu diantaranya Merbau, berbagai jenis Ficus,
Tembesu, Sungkay, Medang, Simpur, Kayu Lada, Kecapi, Menteru, Soka, Pagoda,
Kapuk, Sepang, Wary dan Trengguli.
“Pohon dari keluarga Ficus dianggap sebagai
spesies kunci karena berbuah sepanjang tahun.
Beringin dan Loa (Ficus) sebagai sumber makanan
utama bagi burung rangkong, monyet, dan burung walet melalui
serangga yang berkumpul di sekitar pohon. Intinya bahwa kawasan itu akan terus
dikembangkan untuk konservasi alam, dengan banyak tumbuhan bermanfaat,” kata Anshori.
Jadi, lanjut Anshori, selain untuk konservasi perlu juga
dikembangkan untuk kegiatan olahraga dan sebagainya. Dengan begitu kawasan itu
berkembang secara alami dan memberikan dampak lain pada prestasi olahraga
bahkan dengan konsep sport ecotourism,
bisa menjadi manfaat lebih luas lagi.
“Ya tapi kita harus kerja keras bersama-sama, jangan
hanya berteori, karena lahan itu perlu sentuhan langsung dan bisa berubah
melalui tangan-tangan kita. Tanpa itu yaa hanya akan jadi belukar seumur-umur,”
tambah Anshori.
Oleh karenanya pihaknya menjalin kerjasama dengan KONI
dan KORMI Lampung untuk pemanfaatan lahan dengan maksimal, karena lahan cukup
luas dan bisa dimanfaatkan.
“Di kawasan Kota sudah tidak bisa ditemui lahan seperti
itu, maka silahkan teman-teman dari cabor memanfaatkan selagi bisa dimanfaatkan
dan berwawasan konservasi alam dan ramah lingkungan yaa,” tutur Anshori.
Kerjasama yang dibangun ini, diharapkan segera
direalisasikan oleh cabang-cabang olahraga yang memiliki kepentingan dengan
lahan tersebut dalam peningkatan prestasi atlet, baik untuk latihan maupun
pertandingan. (don)
Berikan Komentar