Mediasenior|Bandarlampung|Paramotor|06012026
----- Atlet Paramotor Lampung, Adi Ayangsyah tidak bisa
menutupi rasa penasaran dan bersyukurnya atas wacana yang sedang berlangsung
untuk bisa diberikan ijin memakai lahan di kawasan Kota Baru Lampung Selatan
sebagai venue latihan Paramotor Lampung.
Peraih dua medali emas PON XXI Sumatera Utara-Aceh ini
mengatakan bahwa lahan yang ada di sana merupakan lahan terbuka yang sangat
ideal untuk belajar navigasi.
“Yang saya dengar bahwa kami ke depan akan mendapatkan
lahan latihan di kawasan Kota Baru. Alhamdulillah. Ini merupakan salah satu
langkah yang baik untuk kami bisa mengembangkan prestasi, terutama untuk
melakukan regenerasi atlet Paramotor di Lampung.” Ungkap Ayang kepada mediasenior.id, Senin 5 Januari 2026
malam.
Menurutnya, di lahan ini sangat ideal untuk latihan karena lokasinya terbuka dan bukan hutan atau gunung, sehingga memiliki posisi yang bagus.

“Bagus sekali, lokasinya terbuka. Di lokasi ini sangat
baik untuk belajar navigasi, serta secara teknis bagus juga untuk segi emergency nya.” Tambah Ayang.
Ayang sudah tidak sabar untuk bisa melakukan latihan
secara rutin di tempat itu, meskipun harus menunggu kabar terkait sebua
kerjasama yang dilakukan pemerintah provinsi Lampung dengan KONI Lampung.
Dia juga berharap selain memberikan lahan semacam itu,
disiapkan juga beberapa sarana dan prasarana penunjangnya seperti sanitasi dan shelter untuk istirahat saat latihan.
“Ya gak harus yang bagus-bagus amat. Tentunya sanitasi dan shelter itu kan bagian dari kelengkapan, karena kami kan manusia biasa yang tenaga terbatas, dan perlu tempat untuk istirahat di sela latihan dan sebagainya. Dan sekedar untuk buang air kecil toh juga satu hal yang penting sanitasi itu,” tuturnya.

Sport Tourism
Pilot Paramotor Lampung yang memperkuat timnas Indonesia
pada eksibisi SEA Games Thailand 2025 lalu itu berharap bisa mengembangkan
olahraga Paramotor kepada para junior ke depan.
Dengan adanya lokasi atau lahan yang dipinjamkan sekedar
untuk bisa melakukan latihan secara leluasa ini sudah memberikan nilai lebih
dalam menunjang pembinaan atlet muda ke depan.
“Paramotor ini kan sangat luwes. Dia bisa sebagai cabang
olahraga, bisa sebagai sarana promosi, bisa untuk dayan Tarik dalam rangka
menggalakkan sport tourism. Paramotor
dan dunia wisata ini sangat erat hubungannya. Bahkan bisa untuk melakukan
pemetaan wilayah lo,” kata Ayang.
Jika ini bisa segera terwujud, Ayang yakin bahwa di
lokasi itu kelak akan ramai masyarakat dating untuk sekedar melihat Paramotor
atau bahkan minta terbang tandem.
“Ini kan situasi yang bagus. Masyarakat bisa ikut terbang
tandem, mungkin kita terapkan biaya sekedar untuk bisa membantu beli bensin
mesin paramotor, dan uang jajan para pilot pemandunya. Efeknya bahwa anak-anak
muda yang semula mungkin hanya terbang tandem, siapa tau dia tertarik untuk
menjadi atlet,” tambah Ayang.
Namun soal peralatan yang terus menjadi kendala, menurut
Ayang harus segera diatasi. Untuk mencapai prestasi yang bagus tentu juga harus
ada penunjangnya yang sepadan.
“Ini sudah merupakan konsekuensi logis. Khususnya di
paramotor atau cabang olahraga lain yang menggunakan alat bermesin, harus
menyesuaikan juga dengan perkembangan jaman. Mesin setara saja mungkin kita
harus berjuang keras untuk adu ketrampilan dengan lawan, apalagi mesin kita
ketinggalan, maka ada dua perjuangan berat di sana, selain skill atlet juga
kemampuan alat juga menghambat,” terangnya.
Jadwal latihan yang biasanya dipergunakan untuk latihan
adalah Sabtu dan Minggu, karena beberapa atlet saat ini ada yang masih kuliah,
dan sebagian bekerja.
“Namun kalua sudah dekat dengan even, biasanya kita
latihan setiap hari dalam cuaca yang bagus tentunya,” katanya. (don)
Berikan Komentar