Taufik: Bersyukur Cabor Unggulan Lampung Tetap Bertahan di PON 2028

Taufik: Bersyukur Cabor Unggulan Lampung Tetap Bertahan di PON 2028

Mediasenior|Bandarlampung|KONI|28022026

---- Kepastian tentang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTTdan NTB dengan daerah penyangga DKI Jakarta, menjadi kabar baik khususnya provinsi Lampung, karena masa menunggu ketidakpastian selama ini berakhir.

Ketua Umum KONI provinsi Lampung, Taufik Hidayat menyikapi ini dengan semangat, disebabkan beberapa cabang olahraga unggulan Lampung dan pendulang medali di PON XXI Aceh-Sumut 2024 masih turun dan bertanding di PON XXII 2028 NTT-NTB.

“Kita tahu bahwa kabar berseliweran belakangan ini tentang belum adanya penetapan secara resmi tuan rumah PON XXII 2028, menjadi bahan hangat di Indonesia. Beberapa provinsi menawarkan diri untuk menjadi tuan rumahnya dan sebagainya. Namun dengan adanya kabar dari Rakor tiga provinsi yakni NTT, NTB dan DKI Jakarta bersama KONI Pusat, maka terang benderang bagi kita semua saat ini di mana PON 2028 akan dilaksanakan,” kata Taufik kepada media ini.

Semua orang, lanjut Taufik Hidayat, sudah bisa mulai fokus untuk mempersiapkan pasukan masing-masing menuju PON tersebut.
Apalagi sudah ada ketetapan beberapa cabang olahraga yang selama ini menjadi perdebatan antara dipertandingkan atau tidak di PON regular masih ngambang, seperti Angkat Berat, Paramotor dan Terjun Payung sampai Berkuda.

“Ada yang terus mengganggu pikiran banyak pelaku olahraga adalah karena klasifikasi yang ditentukan KONI Pusat sebelum ini hanya mengacu pada cabor Olimpic, SEA Games dan Asian Games. Sehingga timbullah beberapa model PON khusus Beladiri, PON Pantai dan sebagainya. Namun dengan keputusan ini, maka ada beberapa yang sudah dipastikan masuk PON Reguler dengan pertimbang sebagai cabor World Games dan cabor Previllege,” tambah Taufik.

Medali Emas

Cabang World Game, lanjut Ketum KONI, yakni cabang olahraga yang memiliki kejuaraan dunia secara massif hanya ada dua yang akan dipertandingkan di PON nanti, yakni Paramotor dan Gantole (FASI), dan Angkat Berat (Pabersi), sementara di cabanag Previllege ada 14 cabor diantaranya beladiri dan cabor baru.

“Kita mensyukuri bahwa Angkat Berat, Paramotor dan Terjun Payung masuk di PON 2028. Kita tahun bahwa dari tiga cabor ini, Lampung meraup 7 medali emas di PON 2024 lalu. Bagaimana jika ketiganya tidak masuk ke PON 2028. Dari cabang olahraga mana yang dengan persiapan 3 tahun kurang bisa menghasilkan 7 medali emas. Saya rasa sulit,” kata Taufik.

Taufik menegaskan bahwa cabor-cabor tersebut, termasuk cabor yang menjadi unggulan Lampung serta yang potensial lainnya tetap akan didorong sekuat tenaga oleh KONI provinsi Lampung untuk terus aktif mempersiapkan atletnya dalam rangka kembali ke arena minimal untuk mempertahankan perolehan medalinya di PON 2028 sama dengan tahun 2024.

“Yaa minimal bisa bertahan pada perolehan 2024, tetapi kalua dimaksimalkan bisa meningkatkan prestasinya, itu lebih baik. Maka dari itu KONI Lampung akan segera memetakan ini secara serius. Karena pekerjaan yang sangat banyak tentu akan dibuat skala prioritasnya.” Tambah Taufik.

Revitalisasi Peralatan

Terkait dengan permintaan beberapa cabang olahraga yang mengajukan revitalisasi peralatan cabornya agar bisa menaikkan performanya di PON mendatang, Taufik mengatakan bahwa semua tetap diakomodir usulan dari Cabor tersebut.

“Tupoksi KONI salah satunya kan membantu cabor untuk berprestasi, jadi beberapa pertimbangan tentu kami lakukan. Karena keterbatasan dana pembinaan kita juga harus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pembiayaan untuk cabor per cabor. Skala piroritas tentu menjadi yang utama untuk menjadi pertimbangan itu,” tutur Taufik.

Intinya, sambung Taufik, KONI akan melakukan yang terbaik untuk cabor-cabor di Lampung. Maka dari itu, dia meminta kerjasamanya untuk terus berkomunikasi dan bersinergi dengan elegan dengan KONI Provinsi Lampung. Semua akan terus diupayakan dan dicari solusinya, jika ada kendala. (don) 

Berikan Komentar