Mediasenior|Bandarlampung|PON|27022026
---- Rapat Koordinasi (Rakor) Pekan Olahraga Nasional
(PON) XXII 2028 yang diselenggarakan di Jakarta yang diikuti utusan dari
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan
DKI Jakarta.
Ini untuk pertama kalinya sejarah penyelenggaraan PON
yang menyertakan daerah penyangga. Dengan demikian sudah dipastikan bahwa PON
XXII dilaksanakan di NTT dan NTB, dengan daerah penyangga cabor-cabor tertentu
di Jakarta.
Keputusan Rakor ini ditanda tangani bersama perwakilan
tiga provinsi dan diketahui dari KONI Pusat. Wakil dari Pemerintah provinsi NTT
adalah Wakil Gubernur NTT Johni Aladonna. Dari NTB Ketua KONI provinsi NTB, H.
Mori Hanafi, dan dari DKI Jakarta Ketum KONI DKI Jakarta, H Hidayat Humaid
diketahui Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Suwarno.
Hasil dari rakor ini untuk provinsi NTB akan
menyelenggarakan 26 cabang olahraga, NTT akan menyelenggarakan 22 cabang
olahraga dan DKI Jakarta dipergunakan untuk pertandingan 14 cabang olahraga.
Angkat Berat dan Paramotor
Ada dua cabor unggulan Lampung yang beberapa saat
belakangan ini meunggu kepastian, yakni Angkat Berat dan Paramotor akhirnya
terjawab sudah, bahwa keduanya dipertandingkan sebagai cabang olahraga World
Games yang digelar di NTT.
Waras Budi Hartawan (WBH), pelatih Paramotor Lampung
menyambut baik kabar ini dan mengatakan ini merupakan berita positif yang akan
segera disikapi dengan penajaman program latihan dan sebagainya.
“Alhamdulillah. Kami akan hadir kembali di PON dan semoga ada peningkatan medali yang akan dimaksimalkan nanti, semoga bisa lebih dari pencapaian di PON sebelumnya di Aceh-Sumut 2024. Namun konsekuensinya, sudah saya sampaikan berulang-ulang bahwa kami perlu didukung tentang peralatan, karena harus ada peningkatan peralatan yang ada di kami.” Kata WBH.

Paramotor masih mengandalkan pilot senior, Adi Ayangsyah
untuk beberapa nomor andalannya yakni di Nomor Presisi dan Slalom.
“Dibawah arahan dan bimbingan Komandan Lanud (Danlanud)
Pangeran M. Bun Yamin (BNY) Lampung saat ini adalah Letkol Pnb Oktavianus Olga
Satya Nugraha, S.M., selaku ketua Fasi Provinsi Lampung, ketua olahraga
dirgantara Paramotor Na'am Muslim. Kami siap menggapai target yang ditetapkan
sesuai dengan Rakerprov Paramotor Lampung, yakni 5 medali emas,” tambah WBH.
Untuk itu, lanjut WBH, Paramotor perlu terus meningkatkan
kualitas dan kuantitas alat pertandingan karena peralatn yang sekarang sudah
tertinggal jauh teknologinya.
Peningkatan kemampuan teknis atlit, karena mau tidak mau
harus ada upgrade baik dengan mengikuti kejuaraan tingkat nasional maupun
regional. “Atau dengan mengundang master-master Paramotor internasional ke
Lampung.” Tambahnya.
Saat ini dengan dukungan KONI provinsi Lampung untuk bisa
berlatih di kawasan Kota Baru dan perencaan venue tetap di kawasan Taman
Kehati, merupakan langkah maju untuk dapat meningkatkan kualitas pilot-pilot
Lampung.
“Kami bisa meningkatkan kemampuan atlet di nomor Navigasi dan Ekonomik jika peralatannya benar-benar bisa dibantu yang standar. Sebelumnya kami focus hanya di nomor Presisi dan Slalom.” Katanya.
Sementara Sekum Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia
(Pabersi) Lampung, Margono Tarmudji, menyambut baik berita ini, karena cabang
Angkat Berat sebagai cabang olahraga yang memiliki prestasi dunia bisa kembali
dipertandingkan di PON XXII 2028, sebagai cabang olahraga World games.
“Terima kasih perjuangan teman-teman dari PB Pabersi
untuk terus berupaya agar pertandingan Angkat Berat tetap masuk agenda PON XXII
NTT-NTB 2028. Kategori yang dipergunakan adalah world games. Memang benar bahwa lifter-lifter Indonesia cukup
banyak berprestasi di kejuaraan dunia single
event nya Angkat Berat. Satu diantaranya adalah lifter Lampung Sri Hartati.”
Tutur Margono.
Angkat berat menyumbangkan 3 medali emas pada PON XXI
Aceh-Sumut 2024, dan diharapkan akan memiliki kans yang sama untuk PON XXII di
NTT nanti.
“Kita ucapkan terima kasih kepada Ketum PB Pabersi, bu
Anna Maria, dalam perjuangannya bersama teman-teman pengurus PB untuk medorong
dipertandingkannya cabang Angkat Berat di PON kali ini. Dengan demikian Angkat
Berat juga pasti akan kita sertakan dalam pertandingan di Porprov Lampung 2026
ini, karena sudah positif masuk cabang olahraga PON,” ungkap Margono.
Ini pembagian cabang olahraga di tiga provinsi tersebut:
Di provinsi NTT: 22 cabor dengan 4 Cabor Bersama :
Berkuda, Bola Voli, Sepakbola dan Aerosport.
Cabor Olimpic Sport:
1 Bola tangan
2 Bolavoli Indoor
3 Bulutangkis
4 Cricket
5 Layar
6 Modern pentathlon
7 Selancar Ombak
8 Sepakbola
9 Taekwondo
10 Tinju
11 Tenis Meja
Cabor DBON:
1 Pencak Silat
2 Wushu
Cabor SEA Games:
1 Kick Boxing
2 Sepak Takraw
3 Catur
Cabor Previllege:
1 Shorinji Kempo
2 Gate Ball
3 Berkuda Pacuan (tanpa Pelana)
4 Barongsai
Cabor World Games:
1 Aerosport ( Paramotor dan Gantole)
2 Angkat Berat
Di provinsi NTB: 26 cabor dengan 4 Cabor Bersama :
Berkuda, Bola Voli, Sepakbola dan Aerosport.
Cabor Olimpic:
1 Angkat Besi
2 Atletik
3 Bola basket
4 Bola Voli Pasir
5 Dayung
6 Judo
7 Golf
8 Panjat Tebing
9 Panahan
10 Triathlon
Cabor DBON:
1 Karate
Cabor SEA Games:
1 Selam (Laut dan Kolam)
2 Soft Tenis
3 Ski Air
4 E-Sport
5 Sepakbola (Futsal)
Cabor Previllege:
1 Tarung Drajat
2 Muaythai
3 Sport Dance
4 Hapkido
5 Biliar
6 Bermotor (Grasstrack dan balap Motor)
7 Aero Sport (Paralayang, Terjun Payung, Aero Modeling
dan Terbang Layang)
8 Petanque
9 Padel
10 Berkuda Memanah.
Provinsi DKI Jakarta:
Cabor Olimpic Sport:
1 Akuatik
2 Anggar
3 Senam
4 Hockey (Indoor dan Outdoor)
5 Menembak
6 Balap Sepeda
7 Berkuda Equestrian
8 Baseball dan Softball
9 Tenis Lapangan
10 Rugby 7
11 Gulat
12 Ice Skating
13 Skate Board (Sepatu Roda)
(don)
Berikan Komentar