Mediasenior|Bandarlampung|TI|06012026
---- Calon tunggal yang terpilih secara aklamasi sebagai
Ketua Umum periode 2025-2029 dalam Musyawarah Provinsi Taekwondo Indonesia (Musprov
TI) Lampung di Bandarlampung Senin 6 januari 2026, Ali Hanafiah secara tersirat
menyerukan agar semua pihak yang berada di jajaran Taekwondo Lampung fokus untuk
pembinaan prestasi ke depan.
Ini disampaikan Ali Hanafiah kepada awak media di sela
Musprov tersebut, bahwa organisasi saat ini masih perlu dilakukan konsolidasi
yang cukup signifikan. Ini terbersit makna bahwa selama ini ada persoalan
internal yang justru mempengaruhi pretasi olahraga ini di level nasional,
utamanya.
“Pertama-tama adalah merapihkan organisasi. Lalu setelah
itu kami akan fokus dalam pembinaan atlet ke PON. Dimulai dari persiapan untuk
mengikuti Pra PON tahun 2027. Di sini awalnya, kita harus sepakat bersama untuk
berupaya meloloskan sebanyak-banyaknya atlet ke PON 2028. Jika kita bisa
meloloskan banyak atlet maka ada peluang meraih medali juga lebih besar,”
ungkapnya.
Untuk mendukung program itu, maka Pengprov akan
memperkuat keberadaan pelatih yang berkualitas di Lampung, dimana saat ini
sebenarnya sudah mulai bagus.
“Sudah mulai bagus dan kami akn mempertajam kembali ke
depan. Hasil di PON Beladiri Kudus dengan medali Perak dan Perunggu, memberikan
sinyal bahwa ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Untuk itu kami akan
mencari formula terbaik ke depan agar pola pembinaan kita meningkat dan lebih
baik. Imbauan terpenting, bahwa kami berharap stop berantem sesama kita di
seluruh tingkatan, khususnya di tingkat bawah. Kita harus bersatu dan fokus.” Ungkapnya.
Sinergi untuk
Prestasi
Sementara itu Wakil Ketua Umum I KONI provinsi Lampung, Margono
Tarmuji menyampaikan beberapa saran kepada Pengprov TI Lampung, bahwa sudah
terlihat ada peningkatan prestasi, saat PON Beladiri beberapa Taekwondoin
Lampung mampu tampil bagus dan meraih medali.
“Nah sekarang tergantung Pengprovnya. Apa upaya Pengprov
TI untuk bisa memperbaiki kinerjanya. Melakukan pembinaan secara berjenjang,
jangan hanya slogan. Sinergi untuk Prestasi demi mencapai prestasi lebih tinggi
harus dilakukan secara massif. Saya kira atlet Taekwondo di Lampung ini banyak
sekali jumlahnya, dan sebenarnya tidak akan kehabisan bibit, tinggal bagaimana Pengprov
TI melakukan pembinaan dan kompak secara organisasi,” Kata Margono.
Apalagi, lanjut Margono, Lampung sedang melakukan upaya
untuk menjadi tuan rumah PON 2028, sehingga seluruh cabor harus sudah mulai
bergerak untuk melakukan pembinaan atlet yang secara kebutuhan bisa tampil di
PON tahun 2032 tersebut.
“Selain fokus pada jangka pendek dan menengah, juga harus
bergerak untuk jangak panjang. Tahun 2032 masih sekitar 6 tahun lagi. Namun
kita tidak boleh diam dan menunggu sampai waktunya mendekat. Namun harus bersiap
secara teknis membina atlet yang pada tahun itu siap sebagai atlet andalan dan peak perfomancenya tepat saat PON digelar,”
tambahnya.
Dia menyarankan bahwa berkaca pada prestasi masa lalu itu
penting, namun bukan berarti hanya mengagumi saja tanpa bisa berbuat lebih dari
itu.
“Tidak melupakan sejarah itu penting. Tetapi kita tidak
berhenti hanya berbicara soal sejarah saja, melainkan harus bisa melakukan
sesuatu, minimal mendekati, menyamai atau bisa melampaui prestasinya itu.
Lampung pernah beberapa kali PON bisa mencapai peringkat 5 besar. Jadikan itu
tolok ukur untuk berjuang dan memperjuangkan agar bisa mencapainya lagi dengan
cara dan strategi yang saat ini terjadi,” ungkap Margono, kepada mediasenior.id.
Margono mengatakan maklum atas beberapa problem
organisasi olahraga yang sering ada friksi, namun menyarankan agar segera
melupakan hal tersebut, karena yang dirugikan adalah atlet-atlet muda yang
berbakat itu sendiri. (don)
Berikan Komentar