Mediasenior/Bandarlampung/Pordasi/27062026
---- Untuk pertama kalinya sejak dideklarasikannya
kawasan Taman Kehati dan Kota Baru menjadi kawasan pembinaan olahraga Lampung
oleh Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, hari ini Pengprov Persatuan Berkuda
Seluruh Indonesia (Pordasi) Lampung menggelar iven perdana dalam dua kategori
yakni Endurance dan Horsebow Ground.
Acara ini akan dibuka Ketua Umum KONI Provinsi Lampung,
Taufik Hidayat pada Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 08.00 wib di lokasi perlombaan di
areal lapangan Masjid Al Hijrah Kawasan Kotabaru, Lampung Selatan.
Menurut Ketua Pordasi Lampung, Supendy peserta kali ini
cukup banyak 306 atlet putra dan putri dari lima provinsi diantaranya Sumatera
Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan tuan rumah Lampung.
“Alhamdulillah, dalam situasi seperti sekarang ini minat
atlet berkuda untuk berkompetisi masih sangat tinggi, dan ini dibuktikan pada
Piala Ketua KONI Lampung ini. Jumlah 300-an itu terbilang tinggi. Ini juga
menjadi momentum kami semua membuktikan bahwa Pordasi Lampung sangat serius
menerima tantangan Pemprov Lampung melalui KONI Provinis Lampung untuk
menjadikan kawasan Taman Kehati dan sekitar Kota Baru menjadi destinasi
olahraga baik prestasi maupun Sport
Tourism,” kata Pendy, Jumat, 26 Juni 2026 di lokasi perlombaan.
Dua nomor lomba, lanjut Pendy, yang saat ini disesuaikan
dengan area yang ada yakni Endurance
atau ketahanan berkuda dan berkuda memanah
atau Horsebow.
Untuk nomor Ketahanan Berkuda yang dilombakan saat ini Concours de Raid d'Endurance Régional
(CER) jarak 20 Km
dan 40 Km.
“Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman dari
daerah-daerah yang hadir di event ini sehingga memberikan semangat serta
kemungkinan untuk kompetisi menjadi lebih kompetitif. Saat ini kami tidak
memfokuskan pada hasil atau medali yang akan kami raih, namun secara
keseluruhan juga untuk seluruh personil Pordasi Lampung untuk menghelat
perlombaan skala nasional di tempat ini,” lanjut Pendy.
Pembinaan
Sementara itu Rommy Herwansyah, Penasehat Pordasi Lampung
menyampaikan bahwa ini untuk pertama kalinya Lampung menyusun standar regional
untuk perlombaan ketahanan berkuda yaitu
Councorse de endurance regional
(CER).
“Ini momentum penting yaa. Kami untuk pertama kalinya
menyusun standar regional untuk perlombaan Endurance ini. Ini penting karena ke
depan kami harus lebih serius mempersiapkan iven seperti ini menyongsong
Lampung sebagai tuan rumah PON tahun 2032. Lalu di nomor Horsebow ground (busur berkuda ground), ini juga fokus ke
penjaringan atlet muda under 16 dan under 10 tahun.” Ungkap Rommy.
Dua nomor ini, lanjut Rommy, akan dipertandingkan di
tingkat PON. Sehingga Lampung perlu meresponnya melalui pembinaan yang serius
dan lebih fokus.
Melalui transformasi organisasi Pordasi yang kini terbagi
menjadi empat Federasi Nasional (FN), berikut adalah rincian status untuk kedua
nomor tersebut, Endurance (Ketahanan Berkuda) resmi dipertandingkan.
Endurance masuk sebagai salah satu
dari empat disiplin utama di bawah naungan FN Pordasi Equestrian bersama dengan
show jumping, dressage, dan eventing yang dipersiapkan matang menuju PON 2028.
Horsebow Ground (Panahan Tradisional On Ground) yang berada di bawah naungan FN Pordasi Berkuda Memanah (Horseback Archery) resmi ditetapkan sebagai salah satu cabang olahraga yang akan
digelar di wilayah NTB pada PON 2028.
“Dalam disiplin olahraga Berkuda
Memanah, kategori panahan tradisional umumnya dibagi menjadi dua segmen, yaitu On Horse (di atas kuda) dan On Ground/Ground Archery (di atas tanah tanpa kuda) sebagai bagian dari pembinaan dan
nomor prestasi.” Lanjut Rommy.
Kolaborasi
Aktif
Terpisah, Ketua Umum KONI provinsi Lampung mengatakan
bahwa digelarnya kejuaraan ini memang waktunya sangat sempit, sehingga
memerlukan kerja keras dari semua pihak yang terhubung dengan iven ini.
Namun demikian saat ini untuk membuktikan bahwa
kolaborasi aktif KONI dengan mitra-mitranya bisa berjalan dengan baik, meskipun
dalam skala yang masih minim.
“Ini awal yaa. Jadi kolaborasi itu harus dibuktikan
dengan kerjasama di lapangan. KONI Lampung melalui bidang mobilisasi sumber
daya, dana dan usaha serta Koperasi KONI mulai bergerak bersama pegiat UMKM
untuk turut berpartisipasi dalam iven ini. Hasilnya apapun nanti kita lakukan
evaluasi bersama,” ungkap Taufik.
Secara organisasi KONI harus terus bergerak menggalang
kemitraan dengan semua pihak yang relevan untuk mendukung pembinaan baik
dibidang finansial dan non finansial.
“Paramotor, misalnya. Mereka selalu berpartisipasi dalam
setiap kegiatan di area terbuka. Ini memberikan contoh bahwa kerjasama itu ada
banyak macam. Bisa saling mendukung meramaikan itu juga merupakan bentuk
kerjasama positif antar cabor. Kami berterima kasih kepada Pordasi Lampung yang
berinisiatif lebih dahulu dengan menggelar iven ini bahkan berskala nasional.
Nanti masih banyak cabor lain seperti Perbakin, Panahan, Paramotor, Kricket,
Atletik dan sebagainya yang akan menyusul untuk membuat iven di area tersebut,”
kata Taufik, Jumat 27 Juni 2026, malam.
Dia mengajak masyarakat untuk bisa menyaksikan dan turut
memeriahkan iven yang berlangsung dua hari itu, sambal mengenal lebih dekat
jenis-jenis olahraga termasuk berkuda. (don)
Berikan Komentar