Selesai Peninjauan dan Pendataan Venue Awal, Ini Pesan Ketum KONI Lampung

Selesai Peninjauan dan Pendataan Venue Awal, Ini Pesan Ketum KONI Lampung

Mediasenior|Bandarlampung|Sport|14042026

---- Beberapa hari terakhir tim satuan tugas (Satgas) Persiapan Tuan Rumah PON XXIII-2032 telah berpencar sesuai dengan tugasnya untuk melakukan peninjauan dan pendataan calon lokasi venue dan fasilitas serta pendukung lainnya.

Berbagai laporan sudah masuk dengan berbagai data pendukungnya ke panitia persiapan penyambutan tim verifikasi KONI Pusat.

Ketua Umum KONI Provinsi, Taufik Hidayat menyampaikan terima kasih kepada tim yang sudah bekerja dalam beberapa hari mengumpulkan data untuk diinformasikan kepada tim KONI Pusat.

“Terima kasih kawan-kawan tim dari KONI Provinsi maupun tim dari cabang olahraga, dengan penuh semangat melakukan kerjasama yang baik dalam rangkaian kita menjadi tuan rumah PON XXIII 2032. Meskipun secara praktik PON masih 6 tahun lagi, namun pekerjaan ini menjadi bagian dari sejarah Lampung untuk bisa menjadi tuan rumah PON.” Katanya pada awak media, Senin 13 April 2026.

Data ini, lanjut Taufik setidaknya bisa menjadi pertimbangan Tim Verifikasi KONI Pusat bahwa Lampung secara terpisah sangat siap untuk menjadi tuan rumah dengan persiapan lahan, gedung dan sarana lainnya untuk mensukseskan PON itu kelak. Fokus visitasi juga pada aspek sarpras kesehatan seperti Rumah Sakit penunjang setiap venue.

“Kali ini, kita memang masih menunjukkan saran prasarana yang ada, bukan membuat keputusan fix. Karena beberapa hal. Misalnya penilaian tim harus ada perbaikan di sana-sini, masih banyak waktu untuk bisa merenovasi dalam sisa waktu 6 tahun ke depan sesuai dengan kebijakan pendanaan Pemprov Lampung. Artinya, secara prinsip Lampung memiliki banyak alternative venue yang bisa diupayakan sebagai tempat pertandingan berstandar nasional, bahkan internasional.” Tambahnya.

Venue

Taufik menegaskan bahwa secara postur venue yang ada saat ini, Lampung sudah memiliki dasar lahan yang menjadi modal sebagai venue pertandingan tingkat nasional bahkan internasional.

“Contohnya beberapa venue yang berkaitan dengan alam, yakni laut dan danau. Venue Selancar Ombak, bisa dipastikan bahwa menjadi standar internasional, karena sudah diakui oleh WSL (World Surf League –Liga Surfing Dunia) dengan agenda tetap Krui Pro. Kemudian venue Dayung dan Sky Air akan dilombakan di Dam Way Sekampung Pringsewu yang sangat layak untuk di kedepankan. Pantai kita cukup besar dan luas untuk cabor olahraga pantai dan pernah dipergunakan untuk iven nasional. Stadion kita sudah standar,” ungkap Taufik.

Kemudian, lanjut Taufik, beberapa venue yang berupa gedung untuk cabang olahraga Beladiri, rata-rata kondisinya sangat baik dan berkapasitas besar untuk menampung audien.

Lebih lanjut Taufik berpesan kepada seluruh tim pendamping, agar menyampaikan berbagai keunggulan dan optimisme untuk bisa membuat venue standar pada saat dipergunakan kelak, karena waktu 6 tahun sangat cukup untuk melakukan renovasi atau penyempurnaan bila diperlukan.

“Untuk itu saya minta semua tim bisa memberikan pelayanan yang baik kepada tim KONI Pusat, baik dalam tutur kata maupun menyampaikan data yang diperlukan serta cara diplomasinya. Misalnya dengan situasi dan kondisi saat ini yang mungkin belum meyakinkan, bisa disampaikan untuk disesuaikan dengan aturan yang berlaku, dan pada saatnya atau satu tahun menjelang PON 2032, semua telah selesai 100 persen,” kata Taufik.

Terkait sarana penunjang lainnya seperti penginapan, transportasi serta kuliner, menurut Taufik di Lampung tidak akan kekurangan, karena pertumbuhan usaha penginapan berkembang pesat serta usaha kuliner yang sangat beragam, apalagi di sector transportasi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, termasuk sarana pelayanan kesehatan.

Lampung, lanjut Taufik, terus membangun kolaborasi memanfaatkan sarpras di perguruan tinggi, disamping membangun kebersamaan dengan Perguruan Tinggi juga membangun semangat olahraga di lingkungan mahasiswa sebagai aset atlet berpresi dalam usia emasnya.

Tim verifikasi akan tiba di Lampung esok hari dan melakukan rangkaian peninjauan selama 3 hari (15-17 April). Sebelumnya tim akan disambut di Mahan Agung rumah dinas Gubernur Lampung, pada Rabu, 15 april 2026. (tim)

Berikan Komentar