Mediasenior|Bandarlampung|KONI|30012026
---- Dua provinsi yakni Bengkulu dan Sumatera Barat
secara teknis menyatakan dukungannya kepada Lampung-Banten untuk menjadi tuan
rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII- 2032.
Dua provinsi ini baru saja menerima kunjungan Wakil Ketua
Umum II KONI Lampung, Riagus Ria dalam rangka menggalang dukungan sebagai tuan
rumah pesta olahraga empat tahunan itu.
Baik Bengkulu maupun Sumatera Barat secara teknis
mendukung Lampung – Banten dalam solidaritas KONI se Sumatera. Namun secara
dejure, ini harus dilaporkan kepada kepala daerah masing-masing yakni Gubernur Bengkulu
dan Sumatera Barat.
Bengkulu
Sekretaris Umum KONI Bengkulu, Mery Astuti S.Kom
menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan jawaban terkait dukungan Lampung
sebagai tuan rumah bersama PON 2032 langsung ke Lampung, setelah dilaporkan
kepada Ketum KONI dan Gubernur setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan Mery kepada utusan KONI
Lampung, Rabu (28/1) siang, di kantor KONI Bengkulu.
"Kami terima kasih atas kedatangan KONI Lampung.
Bersilaturahmi dan menyampaikan surat eesmi, meminta dukungan. Untuk Lampung
menjadi tuan rumah bersama PON, Kami akan mendukung. Tetapi Bengkulu juga punya
niatan menjadi tuan rumah PON 2032. Kami akan melaporkan kedatangan KONI
Lampunh, kepada Bapak Gubernur dan Ketua KONI. Bila Pak Gub memerintahkan untuk memberikan dukungan ke
Lampung. Kami akan datang ke Lampung dengan membawa dukungan," kata Mery
dengan tegas.
Pada dasarnya Bengkulu mendukung Lampung menjadi tuan
rumah PON 2032, namun pada saat yang sama Bengkulu juga bercita-cita atau
berniat menjadi tuan rumah pada PON 2032, sesuai amanat dari Gubernur pasca
pelantikan KONI Desember lalu dan saat ini tengah menyiapkan program salah
satunya program nasional menuju tuan rumah PON 2032.
"Kami tinggal menunggu kelutusan Bengkulu. Semoga
mereka memberikan dukungannya. Harapan kita tetap optomistis, mendapatkan
dukungan 100 persen dari Pulau Sumatera," kata Riagus.
Sumatera Barat
Sementara itu Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus
menyampaikan sinyal positif terhadap pencalonan Lampung–Banten, meski keputusan
resmi tetap menunggu arahan Gubernur Sumatera Barat.
“Secara prinsip kami mendukung, tetapi secara kelembagaan
tentu harus melalui keputusan gubernur,” katanya, Jumat (30/1/2026).
Ia mengakui, dinamika pencalonan tuan rumah PON
XXIII/2032 kini mengarah pada pembentukan poros wilayah. Sumatera Barat sendiri
telah lebih dahulu menerima tawaran serupa dari Bengkulu, dan hal itu telah
mendapat respons positif dari Gubernur Sumbar.
Situasi tersebut menunjukkan, Sumatera Barat menjadi
salah satu provinsi kunci dalam peta dukungan PON XXIII 2032, terutama bagi
daerah-daerah di Sumatra yang ingin membangun kekuatan bersama saat memasuki
tahapan penentuan di tingkat nasional.
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, menegaskan
bahwa Lampung membuka ruang kerja sama dua arah. Menurutnya, dukungan
antarsesama provinsi Sumatra akan menjadi faktor penting saat hanya satu
kandidat dari Sumatra yang melaju ke tahap akhir.
“Jika nanti Lampung yang maju melawan daerah dari pulau
lain, kami berharap Sumatera Barat bersama kami. Sebaliknya, bila Sumbar yang
masuk final, Lampung juga siap mendukung,” ujar Riagus.
Ia menilai, pendekatan persaudaraan dan kesepahaman
regional menjadi kekuatan tersendiri dibandingkan sekadar persaingan individual
antardaerah.
Pertemuan tersebut juga diwarnai pertukaran pantun antara
kedua belah pihak sebagai simbol kedekatan dan diplomasi khas daerah,
mempertegas bahwa lobi PON XXIII 2032 tak hanya berlangsung formal, tetapi juga
dibangun lewat komunikasi kultural.
Dengan intensitas kunjungan dan komunikasi yang terus
meningkat, peta persaingan tuan rumah PON XXIII 2032 diperkirakan akan semakin
mengerucut, dengan koalisi wilayah menjadi penentu arah dukungan nasional.
(lis_tim)
Berikan Komentar