Mediasenior|Jakarta|POPnas|06112025
----
Sejarah baru terukir kembali di cabang Tenis Meja pelajar Lampung. Seolah ingin
mengikuti jejak senior yang meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON)
tahun 2024 lalu, kini dua petenis junior Lampung, Braydon dan Alghifari
mengukir sejarah di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNas) XVII dengan
mempersembahkan medali Emas di nomor ganda putra di GOR GJT Jakarta Timur,
Kamis 6 November 2025.
Ini
merupakan sejarah baru di Tenis Meja kelompok pelajar di POPNas, dimana
sepanjang POPNas digelar pertama kalinya di Jakarta tahun 1989 hingga sekarang,
belum pernah ada pemain Tenis Meja Lampung yang berhasil melaju ke final dan
meraih medali emas.
Selama 36 tahun POPNas diselenggarakan, kini Lampung memiliki torehan sejarah di cabang olahraga Tenis Meja yang meraih medali Emas dan Perunggu. Meskipun masih ada satu nomor lagi yang akan dimainkan dan diikuti Lampung yakni tunggal putra.

Braydon Juvensim Susilo dan Muhammad Alghifari yang menumbangkan pasangan ganda putra terbaik
Jawa Tengah Zeldan/Rio di semifinal dengan skor ketat 3-2, melanjutkan suksesnya
di final berhadapan dengan pemain DKI Jakarta Muhammad Naufal Junindra Irawan yang berpasangan
dengan Daffa Khair yang salah satunya adalah pemain penghuni pelatnas Tenis
Meja.
Ketua
umum Pengprov PTMSI Lampung, Juwita menyambut gembira prestasi anak-anak
Lampung yang secara mengejutkan mampu menumbangkan para pemain nasional di iven
resmi yang bergengsi nasional, POPNas XVII di Jakarta.
“Sulit
kami berkata-kata, karena ini momentum yang bersejarah bagi tenis meja Lampung.
Terima kasih anak-anak, kalian sudah berjuang sejak awal dan mempersembahkan
medali emas untuk Lampung di POPNas kali ini,” ungkap Juwita tidak bisa menutupi
rasa bahagianya, Kamis 6 November 2025, malam via selulernya kepada media ini.
Keberhasilan
ini melengkapi raihan medali Perunggu sehari sebelumnya di nomor beregu putra,
di mana Lampung kalah 3-1 dari tuan rumah DKI Jakarta.
Namun akhirnya di nomor ganda, anak-anak Lampung membuat revans, dengan menumbangkan pemain tuan rumah DKI Jakarta, skor 2-3.

Drama Final
Yang
lebih mengesankan adalah jalannya final malam ini. Lampung yang sudah
tertinggal 0-2 dari DKI Jakarta melakukan langkah luar biasa dan bangkit untuk
merebut set ketiga.
Set
pertama, Lampung kalah tipis 11-9, dan set kedua pun juga semakin ketat, karena
DKI Jakarta harus berjuang keras sebelum menang 14-12.
Pada
set ketiga berjalan sangat ketat dan DKI Jakarta yang sudah diambang kemenangan
telak 3-0, akhirnya tertunda saat Braydon dan Alghifari mengambil set ketiga
dengan skor yang mendebarkan hingga 16-18.
Permainan
anak-anak DKI Jakarta semakin tertekan saat Braydon dan Ghifari terus menyerang
dengan konsisten sepanjang set keempat, dan memenangi set ini dengan skor makin
meyakinkan 7-11 untuk memaksa pertandingan berlangsung set panjang, yakni set
ke lima.
Namun
kepercayaan diri petenis meja ganda putra Lampung sudah makin menyala setelah
lolos dari lubang jarum di set ketiga, dan melakukan comeback kepada lawannya.
Set
ke lima tampak masih ketat, namun mental para pemain DKI Jakarta Naufal dan
Daffa mulai runtuh setelah tersusul 2-2. Pada lima, Braydon dan Alghifari terus
mengambil inisiatif menekan dan hasilnya luar biasa. Anak-anak dari klub SIMS
Bandarlampung ini akhirnya merebut medali emas, setelah menang 7-11 di set
kelima. Skor akhir 2-3 untuk Lampung.
Lampung
masih memiliki kesempatan menambah medali dari Tenis Meja nomor tunggal putra
dimana Braydon dan Alghifari masih akan turun di nomor ini yang dimulai esok
hari.
Tenis Meja dipertandingkan sejak 1995 dan secara berturut-turu sampai
tahun 2017. Namun pada tahun 2019 dan 2023 tidak dipertandingkan, baru tahun
ini kembali digelar di POPNas. (don)
Berikan Komentar