Mediasenior|Bandarlampung|Atletik|11052026
---- Peran aktif pihak swasta dalam olahraga adalah sebuah keniscayaan, yang kelak akan menjadi soko guru prestasi-prestasi olahraga di Indonesia. Klub, Sasana, Perguruan dan semacamnya merupakan satu bentuk partisipasi aktif masyarakat Indonesia membela panji olahraga untuk berprestasi nyata.
Salah satu klub atletik yang baru beberapa bulan lahir di Lampung, Intan Group Atletik Club (IGATC) Lampung membawa angina segar khususnya dalam peran mendorong seorang atlet potensial menggapai prestasi terbaiknya.
Ini dibuktikan dalam satu iven Jawa Timur Open beberapa hari lalu, dimana IGATC yang digawang Jeremy Gozal, anak muda yang turun tangan untuk atletik Lampung, membuahkan hasil dengan raihan 1 medali emas dan 3 perak.
Meskipun ini bukan hasil yang linier dengan capain PON, namun ini menjadi bukti bahwa Lampung “masih ada” di arena atletik Indonesia.
Jeremy Gozal menegaskan, bahwa klubnya hadir sebagai wadah pembinaan atlet yang nantinya dapat dipantau Pengprov PASI Lampung untuk memperkuat tim daerah pada ajang nasional.
“Klub ini menjadi tempat pembinaan awal. Nanti PASI yang melihat perkembangan atlet untuk dipanggil memperkuat Lampung,” katanya.
Pernyataan yang singkat namun sarat dengan makna, betapa anak muda ini berpendangan ke depan dalam membela daerah tercintanya, Lampung.
Namun Jeremy juga enggan bicara jumawa, dia menekankan hanya ingin berbuat sebisanya, dan ingin membuktikan bahwa Lampung masih bisa berprestasi melalui anak-anak yang serius, potensial dan professional.
Kejar Limit PON
Sekretaris IGATC, Andre Hari Wibowo mengatakan, pihaknya langsung bergerak mengikuti sejumlah kejuaraan nasional sebagai bagian dari pembinaan atlet muda dan senior di Lampung.
Klub atletik IGATC Lampung mulai menyusun program pembinaan dan kalender kompetisi sepanjang 2026 setelah resmi dibentuk pada April lalu.
“Setelah terbentuk, kami langsung ikut Jatim Open. Kemudian sudah kami susun timeline kegiatan sampai Desember,” kata Andre.
Pada Mei 2026, IGATC dijadwalkan mengikuti DKI Open dengan menurunkan atlet-atlet muda potensial. Selanjutnya pada Juni, klub tersebut akan mengirim atlet mengikuti Kejuaraan Nasional U-18 dan U-20.
Sementara pada Juli, IGATC akan tampil di Jateng Open dengan kekuatan penuh, termasuk atlet senior nomor lempar cakram dan lontar martil.
Andre menjelaskan, keikutsertaan atlet senior diarahkan untuk mengejar limit Pekan Olahraga Nasional (PON). Menurutnya, dalam cabang atletik, atlet tidak cukup hanya menjadi juara, tetapi juga harus memenuhi batas waktu atau jarak tertentu sesuai regulasi.
“Kalau atletik itu pakai limit. Juara satu pun belum tentu lolos PON kalau limitnya tidak masuk,” ujarnya.
Ia mencontohkan, nomor lari 100 meter pada regulasi sebelumnya mensyaratkan waktu 10,7 detik untuk lolos PON. Sedangkan nomor lontar martil memiliki batas lemparan sekitar 49 meter.
Selain agenda kejuaraan, IGATC juga menyiapkan program pelatihan pelatih pada Oktober dan target tampil di Porprov Lampung pada November mendatang.
Pada akhir tahun, sejumlah atlet senior IGATC juga ditargetkan tampil pada ASEAN University Games (AUG) di Malaysia mewakili perguruan tinggi dan Indonesia. (lis/**)
Berikan Komentar