Hati-hati, Bhayangkara FC Sering Terganjal Tim Papan Bawah

Hati-hati, Bhayangkara FC Sering Terganjal Tim Papan Bawah

Mediasenior|Bandarlampung|Sepakbola|11052026

---- Pertandingan sepakbola lanjutan Liga Super Indonesia 2025-26, malam ini di stadion Sumpah Pemuda Way Halim Bandarlampung akan berlangsung antara tuan rumah Bhayangkara FC menjamu tamunya Madura United.

Ini menjadi pertandingan ke 32 vagi keduanya dalam mengarungi kompetisi melelahkan di kasta tertinggi sepakbola Indonesia tahun 2025-2026.

Bagi “The Guardian Of Saburai”, ini bukan suatu pertandingan yang krusial, karena secara posisi di klasemen sudah aman dari degradasi, bahkan sangat jauh dari ancaman itu. Namun untuk naik ke tangga juara juga sudah mustahil.

Artinya pertandingan ini meskipun penting, namun hanya untuk bertahan pada posisi papan atas saja antara posisi 5-7 klasemen. Karen ajika Bhayangkara memenangi seluruh pertandingan sisa pun, belum menjamin bisa merangsek keatas. Kecuali jika Dewa United, Persebaya dan Maluku Utara mengalami kekalahan di laga sisa mereka.

Namun bagi pasukan “Sape Kerrab”, Madura United, pertandingan ini sangat penting dan krusial untuk menjauh dari zona merah Super League 2026, karena saat ini nilai mereka masih belum aman. 

Dimana dua tim lainnya Persijap Jepara dan Persis Solo, juga sedang berjuang keluar dari “gerbang degradasi”. Sedangkan nilai mereka hanya selisih 1 atau dua poin saja.

Kalah Vs Papan Bawah

Sudah dapat dipastikan Madura United akan all-out memetik nilai. Berapapun nilai yang akan diperoleh di Bandarlampung, sangat penting bagi pasukan Rakhmad Basuki.

Meskipun pelatih Madura United saat ini, Rakhmad Basuki, yang menjabat sebagai caretaker (pelatih interim) justru sangat baik di dua pertandingan terakhir saat mengalahkan Semen Padang 0-1, dan mengalahkan Bali United 2-0.

Pengganti Carlos Parreira ini bisa saja memberikan perlawan yangkeras sepanjang pertandingan kepada tuan rumah Bhayangkara FC. Di pertemuan pertama paruh musim, September 2025, kedua tim berbagai angka 1, dengan skor akhir 0-0 di pekan ke-5, Jumat, 12 September 2025, di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura.

Faktanya, tim elit Lampung, Bhayangkara Presisi Lampung FC ini dinilai masih belum konsisten, sering kalah dengan tim-tim papan bawah, bahkan kalah telak 0-4 dari PSBS Biak, bahkan dua kalikekalahan terbaru adalah dari Persis Solo (2-1) dan dari Persijap Jepara (2-1). 

Meskipun sempat mentereng beberapa pekan dengan memenangi 5 pertandingan beruntun, namun setelah itu seperti anti klimaks, meskipun jika dinilai dari faktor permainan sampai hari ini bisa dibilang masih baik-baik saja.

Dan terakhir kekalahan atas Persib di kandang Bhayangkara FC, tentu akan membuat sang pelatih, mister Paul akan terus “Fokus dan Fokus”. 

Kreativitas Individu

Belakangan mungkin banyak mata yang menyaksikan betapa tim Bhayangkara FC seolah menjelma sebagai “raksasa baru” yang siap menerkam dan melumat siapa saja yang ada di hadapannya. Namun ternyata keliru.

Bahkan para pelatih tim lawan rata-rata sudah mulai mengantisipasi cara Bhanyangkara FC bermain. Sejak lapangan tengah, dua pemain kunci Bhayangkara FC sudah mulai dimarking ketat, bahkan “dimatikan”, terutama gerakan Moussa Sidibe, Privat Mbarga dan Ryo Matsumura.

Moussa Sidibé gelandang atau kadang berperan sebagai winger yang licin, menjadi motor serangan utama dan top skor sementara tim dengan koleksi 12 gol dan 6 assist hingga pekan ke-31. Dia baru main setengah musim di Bhayangkara FC.

Pemain ini mulai bisa dijinakkan lawan yang kadang dua orang sekaligus ingin membendungnya, sehingga dia tidak leluasa berkreasi liar di lapangan.

Kreativitas individu ini sangat membantu tim dalam mengatur irama permainan. Mungkin hanya dibekali satu kata kunci saja dari sang pelatih, Fokus. Sudah cukup untuk bisa diterjemahkan sendiri-sendiri di lapangan.

Bermain kolektif

Justru, permainan individu ini sangat mudah dibaca oleh lawan. Tinggal bagaimana mematikan aktor di lapangan, maka “lumpuhlah” tim itu.

Seperti yang terjadi saat melawan Persib Bandung. Sangat terlihat bagaimana permainan kolektif yang di “dendangkan” oleh Bojan Hodack sangat memusingkan pasukan Munster.

Meskipun sempat terjadi dua gol Bhayangkara FC yang dianulir gegara Dendi Sulistiawan dan Privat Mbarga terjebak offside, namun ini masih jadi sisa andalan Bhayangkara FC yang terus berlari hingga akhir pertandingan. Pantang menyerah sebelum peluit akhir berbunyi.

Data Akhir

Masih ada 3 pertandingan yang akan menentukan posisi akhir masing-masing tim di klasemen Super League 2025-26. Bagi Bhayangkara FC, kesempatan terbesar untuk bertahan di papan atas harus menyapu bersih sisa pertandingan, minimal di dua pertandingan akhir melawan Madura dan Biak.

Tiga pertandingan terakhir Bhayangkara Presisi Lampung FC di BRI Super League musim 2025/2026 yakni:

(1) Jadwal: Senin, 11 Mei 2026, Waktu: 19:00 WIB

Bhayangkara FC vs Madura United

Lokasi: Stadion Sumpah Pemuda, Lampung

(2) Jadwal: Minggu, 17 Mei 2026, Waktu: 15:30 WIB

Bali United vs Bhayangkara FC

Lokasi: Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali.

(3) Jadwal: Sabtu, 23 Mei 2026, Waktu: 16:00 WIB (Tentatif akhir musim)

Bhayangkara FC vs PSBS Biak

Lokasi: Stadion Sumpah Pemuda, Lampung. 

*Edi Purwanto – wartawan Mediasenior.id


Berikan Komentar