Di Tubaba Ada Kelas Khusus Olahraga di SMP, Ide Paling Berani Bupati Novriwan Jaya

Di Tubaba Ada Kelas Khusus Olahraga di SMP, Ide Paling Berani Bupati Novriwan Jaya

Mediasenior|Tubaba|KONI|26042026

---- Ide berani yang mengambil sikap tegas dalam meletakkan dasar pembinaan olahraga dari usia muda ternyata sudah mulai ditanamkan justur dari sebuah kabupaten yang ada jauh dari ibukota provinsi Lampung. Daerah itu adalah Tulang Bawang Barat. Dan bupati itu adalah Nivriwan Jaya.

Di Kabupaten Tulangbawang sudah diberlakukan adanya Kelas Khusus Olahraga (KKO) untuk sekolah menengah pertama (SMP).

Kepada media ini, Novriwan jaya mengatakan bahwa kebijakan memberlakukan (KKO) di daerah itu merupakan kebijakan yang diakuinya sebagai sebuah keberanian memulai program jangka panjang untuk membangun prestasi olahraga Lampung khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

“Kami ingin Kabupaten Tubaba sebagai gudangnya Atlet provinsi Lampung bahkan Indonesia, karena kita mulai membina dan mempersiapkan atlet sejak usia dini,” kata Bupati Tubaba, Minggu 26 April 2026, di sela acara Tuba Fun Run 2026 yang digelar di Area Wall Climbing Politeknik Tunas Garuda, Uluan Nughik.

KKO, lanjut Novriman, merupakan program dasar untuk membentuk anak-anak usia SMP di Tulang Bawang Barat.

Tuba Fun Run 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Tulang Bawang Barat ke-17 serta HUT Media Teras Informasi ke-1 Tahun 2026.

Pendidikan

Novriwan menegaskan bahwa Kabupaten Tulangbawang menetapkan skala prioritas dalam pembangunan, mulai dari prioritas utama Bidang Kesehatan dan kedua Pendidikan.
Maka, Bupati Tubaba itu memasukkan sebuah program pendidikan Khusus Olahraga dalam kelas khusus selevel SMP. Tentu dengan kurikulum yang terukur.

“Kami sepakat untuk melakukan pembinaan atlet sejak dini, karena dari pemikiran bahwa salah satu bidang yang saat ini bisa menjadi profesi masa depan anak-anak adalah Olahraga, dan bisa memberikan mereka bekal ketrampilan nyata. Maka dari itu kita berkaca dari beberapa atlet Indonesia yang saat ini skses di bidang olahraga, seperti Muhammad Zohri, adalah berasal dari golongan tidak mampu. Namun dengan prestasi olahraga bisa menopang hidup dan masa depannya. Masih banyak contoh lainnya, karena Olahraga sudah sebagai salah satu profesi, bukan sekedar hobi,” tutur Novriwan.

Gudang Atlet

Tulangbawang Barat, lanjut Bupati, memiliki potensi besar untuk bisa dikembangkan menjadi kabupaten ramah atlet. Berbagai prestasi olahraga seperti basket, bolavoli dan sepakbola. Memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi lumbung atlet di Lampung.

“Kami mungkin satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang menggelar Liga Bolavoli U-17 dan juga secara mandiri menggelar turnamen sepakbola U-12 dan U-15 secara rutin, memperebutkan Piala  Bupati. Seperti kita ketahui, bahwa potensi anak-anak ini harus dipupuk dari kecil. Kebanyakan Pembina berasumsi akan lebih cepat berprestasi dengan berburu atlet yang sudah jadi, instan. Tetapi kami tidak. Kami mencoba menjadi Pembina sejak dini, agar anak-anak dibekali dengan ketrampilan sejak dini.” Tambahnya.

Untuk menjadi gudang atlet, menurut Novriwan harus ada komitmen tinggi dari semua pemangku kebijakan di daerah tersebut. Seperti di kabupaten Tulangbawang Barat ini, seluruh apparat memiliki tanggungjawab untuk membina cabang olahraga.

Ada 12 cabang olahraga yang terus dipantau dan dibina secara bersama-sama di sini. “Kami sepakat semuanya berbuat, meski dengan skala yang semampunya. Tetapi harus berbuat, untuk generasi bangsa kita ke depan. Untuk masa depan anak-anak kita, karena kita yang bertanggungjawab memberika dasar yang baik kepada mereka,” ujarnya.

Classmeeting

Novriwan dengan lantang menginstruksikan untuk seluruh sekolah yang ada di wilayahnya kembali menghidupkan kompetisi skala sekolah baik dalam olahraga maupun seni budaya dan kegiatan lainnya.

“Saya sampaikan kepada para kepala sekolah untuk kembalu memprogramkan “Class-meeting” di sekolah masing-masing. Karena ini juga sebagai dasar anak-anak berkompetisi di skala yang paling kecil. Class-meeting bisa dengan cabang olahraga, Seni budaya dan saint lainnya. Intinya anak-anak bergerak berkompetisi sejak dini. Membentuk mental bertandingnya tumbuh,” katanya. (Nng)

Berikan Komentar