Banyak Masukan Penting Dari KONI Pusat Dalam Persiapan Tuan Rumah PON

Banyak Masukan Penting Dari KONI Pusat Dalam Persiapan Tuan Rumah PON

Mediasenior|BANDARLAMPUNG|Sport|15042026

---- Diskusi hangat yang dilakukan secara terbuka di ruang rapat Gubernur Lampung, antara pemerintah Provinsi Lampung, KONI dan Dispora bersama tim visitasi dan verifikasi KONI Pusat yang dipimpin Myjen TNI (Purn) Suwarno, dalam kapasitasnya sebagai ketua Tim Penyaringan dan Penjaringan (TPP) tuan rumah PON XXIII tahun 2032, Rabu 15 April 2026.

Diskusi ini dilakukan usai acara penyambutan pemerintah Provinsi Lampung yang dipimpin Sekdaprov, kepada tim KONI pusat yang dipimpin Suwarno.

Berbagai masukan yang disampaikan oleh tim KONI Pusat sangat banyak dan sangat bermanfaat untuk ditindak lanjuti oleh KONI dan Dispora Lampung sebagai perpanjangan pemerintah provinsi Lampung.

Suwarno mengatakan bahwa beberapa catatan terkait kompromi pengajuan venue cabang olahraga, salah satunya untuk beberapa cabang misalnya Angkat Berat dan cabor dari turunan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia).

Dalam catatan tim KONI pusat, cabang olahraga FASI yang dimasukkan Lampung hanya Para Layang dan Paramotor, sementara Terjun Payung, Aero Modeling dan Terjun Payung serta Gantole belum ada kepastian.


“Lalu Angkat Berat, juga belum jelas. Mau di Banten atau di Lampung. Masih ada waktu silahkan segera dirembug. Termasuk cabang olahraga FASI. Kami ingin segera ada kepastian, sambal menunggu hasil evaluasi tim beberapa hari ke depan dalam visitasi ke Lampung. Karena kami sudah selesai di Banten,” kata Suwarno.

Memang, lanjut Suwarno, venue yang diajukan untuk ditinjau sekarang ini mungkin ada dua kategori, yakni venue yang sudah ada dan siap renovasi jika diperlukan dan ada venue yang direncanakan.

“Kami paham keadaannya di daerah. Maka ada kategori venue yang direncanakan ini seyogyanya dibuktikan dengan adanya perencanaan pembangunan yang signifikan, misalnya Sport center dengan progress yang jelas. Sebab ini semua pasti mempengaruhi penilaian dan evaluasi kami. Waktunya masih cukup untuk membangun venue baru, misalnya atau renovasi besar-besaran. Jadi komitmen ini yang kami perlukan,” tambah Suwarno.

Sukses PON

Suwarno menambahkan bahwa dalam menilai sukses PON ada beberapa sudut pandang yang berbeda, antara KONI Pusat dan KONI daerah pelaksananya.

“Bagi KONI Pusat, PON itu dianggap sukses jika melahirkan banyak atlet yang mampu memecahkan rekor nasional, Asia maupun Dunia. Di sini akan terlihat bagaimana hasil pembinaan olahraga secara nasional. Kalau sukses PON dari kacamata KONI penyelenggara biasanya sukses Prestasi, Sukses Penyelenggaraan, Sukses Administrasi dan Sukses Ekonomi,” tutur Wakil Ketua Umum I KONI Pusat itu.

Ia menyarankan, mulai hari ini dan seterusnya, Lampung harus fokus untuk membentuk kontingen yang kuat, melangkah dengan program yang jelas dan terukur.

“Lampung segera melangkah. Kalua mau sukses prestasi bagi Lampung harus ada program yang fokus untuk membentuk kerangka kontingen yang kuat dan berkualitas. Jangan kerja untuk kontingennya dua tahun menjelang PON 2032, tapi harus dari sekarang,” ungkap Suwarno.

Sport Industry

Sementara itu mantan ketua umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saepudin memberikan masukan yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pemerintah provinsi Lampung, KONI dan Dispora.

Ketua KONI yang sudah membawa Jawa Barat meraih hatrik juara umum PON itu menegaskan, bahwa dalam PON ini bukan hanya berbicara olahraga prestasi saja, namun lebih kepada beberapa factor lainnya yakni Sport Industry.

“Ini mohon dipikirkan dari sekarang. Sport Industry ini yang akan membuat olahraga ini hidup. Peran serta UMKM dan usaha kuliner menjadi satu faktor penting di sini. Maka harus ada tim yang mengelola ini tersendiri, jadi tidak hanya fokus pada prestasi semua. Peningkatan ekonomi juga harus dipikirkan, disetting sedemikian rupa untuk turut membaur dalam pesta olahraga itu,” tambah Saepudin.

Oleh karenanya calon tuan rumah harus memanfaatkan sisi lain dari PON yang akan mengarah pada peningkatan penghasilan atau omzet para pelaku UMKM dan usaha lainnya, termasuk kuliner dan perhotelan.

“Semua harus direncana dari sekarang, barangkali akan memberikan banyak masukan yang sangat baik dalam waktu yang masih cukup panjang ini,” tambah Saepuddin.

Selain itu, KONI Lampung dan Dispora juga disarankan dalam perencanaan anggaran PON nantinya bisa mengajak kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak tekait termasuk Kejaksaan Tinggi, Kepolisian, dan yang relevan secara teknis lainnya, agar sejak awal sudah bisa dilakukan mapping yang jelas dan terukur serta tidak menyalahi aturan hukum yang ada.
Usai diskusi dilanjutkan kunjungan ke beberapa venue di kota Bandarlampung, diantaranya GOR Sumpah Pemuda, Stadion Seumpah Pemuda, GOR Siger Bandarlampung dan lain-lain (tim)

Berikan Komentar