Mediasenior|Banten|KONI|01042026
---- Tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII
tahun 2032, provinsi Lampung dan Banten sepakat untuk menyertakan 56 cabang
olahraga yang akan dipertandingkan dengan pembagian sementara, Lampung 21
cabang olahraga dan Banten 23 cabang olahraga yang tentu seluruhnya dengan
ketetapan dan persyaratan dari KONI Pusat.
Diluar 44 cabang olahraga itu, ada 12 cabang olahraga
yang statusnya adalah previllege dari tuan rumah yakni masing-masing
penyelenggara mengusulkan 5 cabor, sedangkan 2 cabang olahraga lainnya atas pilihan
dari KONI Pusat.
Dimana sisanya yaitu 12 Cabor menjadi milik Banten,
mengingat sarana dan prasarana (venue) lebih lengkap atau sudah memiliki.
Hasil ini didapat pada rapat koordinasi (Rakor) Komite
Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung dan Banten, Rabu 1 April 2026 siang di Serang Banten.
Wakil Ketia Umum II KONI Lampung Riagus Ria mejelaskan,
pembagian cabang olahraga dilakukan untuk persiapan menghadapi visitasi KONI
Pusat, yang akan berlangsung pada 6-7 April di Provinsi Banten, sedangkan untuk
Lampung pada 14-18 April mendatang.
"Rakor yang dihadiri oleh KONI Pusat, membahas
terkait visitasi dimana cabang olahraga yang menjadi syarat utama. Kami Lampung
dan Banten sudah sepakat, mempertandingkan 56 cabang olahraga di bagi dua.
Meski lebih banyak Cabor di Banten" kata Riagus.
Sementara itu Ketua Umum KONI Banten Agus Rasyid
mengatakan, PON bersama Lampung Banten harus menjadi yang terbaik dan saling
mendukung.
Bila nanti menjadi tuan rumah PON bersama, bila Banten bertanding di Lampung harus didukung dengan serius. Begitu juga sebaliknya Lampung bertanding di Banten, makan Banten akan mendukung sepenuhnya sehingga Lampung Banten bisa sukses. Baik sukses penyelenggaraan maupun sukses prestasi.
Sekretatis Panitia Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP)
bakal calon tuan rumah penyelenggara PON XXIII/2032 Drs Eman Sumusi, menegaskan
sangat pentingnya Visitasi.
Sehingga daerah yang mengusulkan diri menjadi bakal calon
tuan rumah, harus memperhatikan hal-hal penting seperti venue harus siap dengan
fasilitas seperti sekretariat, tempat untuk tes doping, tempat istirahat atlet
dan perangkat pertandingan, ruang kesehatan, ruang wasit juri, ruang ibadah,
lapangan parkir, toilet dan jarak tempuh dari penginapan.
"Jangan sampai saat tim visitasi atau verifikasi datang.
GOR atau Venue masih terkunci. Selain itu jarak venue ke rumah sakit dan
penginapan dan sarana umum lainnya harus jelas," kata Wakabit Organisasi
KONI Pusat itu. (rls)
Berikan Komentar