MEDIASENIOR.ID
---- NEGERI MESIR
adalah sebuah daya tarik dunia dengan berbagai keistimewaan bahkan adanya
keajaiban dunia di negri itu, yakni Piramida nya.
Mesir juga mulai menjadi perbincangan di
sepakbola dunia, yang secara konsisten selalu melahirkan bintang-bintang
sepakbola dunia, dari masa ke masa.
Maka dari itu, redaksi memilih mendahulukan tim nasional Mesir dalam rangkaian artikel tim-tim Piala Dunia 2026, dengan pertimbangan Muhammed Salah, adalah pemain yang sampai saat ini masih bersinar di Liga Inggris. Sebagai pemain dari dunia ketiga, Salah bisa disejajarkan dengan beberapa pemain top negara kasta pertama seperti Brasil, Argentina, Jerman dan Italia.

Mesir mampu lolos pada putaran pertama kualifikasi
sebagai juara grup A zona Afrika (CAF) ke Piala Dunia 2026. Mesir
memastikan tiketnya setelah mengalahkan Djibouti dengan skor 3-0 pada
8 Oktober 2025.
Mohamed Salah menjadi bintang utama dengan mencetak
gol-gol krusial selama kualifikasi, sekaligus membawa Mesir kembali ke panggung
dunia setelah sempat absen di edisi 2022. Mesir menjadi tim ke-19 yang
memastikan diri tampil di turnamen tersebut.
Ini untuk menghapus lara pada kegagalan Piala Dunia 2022
di Qatar, dengan penyebab utama Mesir adalah kekalahan tragis
dari Senegal di babak play-off zona
Afrika.
Setelah agregat skor imbang 1-1 (Mesir menang 1-0 di leg
pertama, Senegal menang 1-0 di leg kedua), pertandingan ditentukan lewat adu
penalti yang berakhir 1-3 untuk kemenangan Senegal.
Gangguan Laser: Saat babak adu penalti di Senegal, para
pemain Mesir—termasuk Mohamed Salah—mendapat gangguan masif berupa sorotan
lampu laser hijau ke arah wajah dan mata dari penonton tuan rumah.
Kegagalan Eksekutor Utama: Akibat tekanan mental dan
gangguan fisik (laser), tiga penendang utama Mesir (Mohamed Salah, Zizo, dan
Mostafa Mohamed) gagal mencetak gol dari titik putih.
Mesir memastikan tempat mereka di
Piala Dunia 26 dengan finis di puncak Grup A kualifikasi CAF, mengungguli
Burkina Faso, Sierra Leone, Guinea-Bissau, Ethiopia, dan Djibouti. Mesir meraih
delapan kemenangan dan dua hasil imbang dengan total 26 poin dari 30 poin
maksimal, menempatkan mereka jauh di depan pesaing terdekat dan mengamankan
kualifikasi sebelum pertandingan terakhir.
Perjalanan The Firaun, yang dimulai di
bawah Rui Vitoria (dengan kemenangan atas Djibouti 6-0 dan Sierra Leone 2-0)
sebelum Hossam Hassan mengambil alih, ditandai dengan daya serang yang kuat dan
ketahanan pertahanan yang tangguh.
Tim tersebut mencetak 20 gol, termasuk sembilan dari bintang Liverpool Mohamed Salah, sementara hanya kebobolan dua gol, yang menegaskan kredibilitas mereka untuk kembali dengan gemilang ke panggung global.

Di Grup G
Mesir yang kini ditangani bintang Mesir masa lalu, Hossam Hassan berada di grup G bersama New Zealand, Belgia
dan Iran. Mereka bermain di stadion Seattle dan BC Place Vancouver Amerika Serikat.
Jadwalnya : 15 Juni 2026 Belgia vs
Mesir - Stadion Seattle, tanggal 21 Juni: Selandia Baru vs Mesir - BC Place
Vancouver dan tanggal 26 Juni: Mesir vs Iran - Stadion Seattle.
Tentang sang pelatih. Setelah karier
bermain yang gemilang, Hossam Hassan telah membuktikan dirinya bukan hanya sebagai
salah satu pencetak gol terhebat dalam sejarah sepak bola Mesir, tetapi juga
sebagai pelatih lokal yang luar biasa.
Setelah pensiun, Hassan beralih ke
dunia kepelatihan pada tahun 2008, dimulai dengan Al Masry dan kemudian
memimpin beberapa klub besar, termasuk Zamalek, Ismaily, dan kembali ke Al
Masry.
Ia menikmati kesuksesan yang cukup
besar, memimpin tim yang bersaing memperebutkan gelar dan lolos ke turnamen
kontinental, serta menanamkan semangat juang yang tinggi dalam timnya.
Hassan mengambil alih kendali tim nasional pada Februari 2024, menggantikan pelatih asal Portugal, Rui Vitoria, dan telah berupaya memperkuat reputasi tim negara Firaun sebagai tim yang pantang menyerah. Usahanya telah membuahkan hasil berupa tiket ke Piala Dunia 26 setelah Mesir menyelesaikan kualifikasi tanpa terkalahkan – rekor pertama mereka dalam 91 tahun – dan kini ia mengincar prestasi yang lebih besar lagi di panggung global.

Keempat Kali
Ini menjadi yang keempat bagi Mesir tampil di Piala
Dunia. Pertama kali Mesir tampil tahun 1934 di Italia. Mesir bersiap untuk
penampilan keempat di Piala Dunia FIFA dan mengejar kemenangan pertama mereka
di panggung terbesar sepak bola. Tim yang dipimpin Mohamed Salah ini lolos
setelah kampanye kualifikasi yang dominan, memadukan pengalaman dengan ambisi
muda untuk mengukuhkan posisi sebagai salah satu yang terbaik di Afrika dan
dunia Arab.
Setelah tahun 1934, Mesir lolos tiga
kali yakni pada 1990 di Italia, 2018 di Rusia dan 2026 di Amerika Serikat,
Kanada dan Meksiko. Meskipun sejauh ini rekor Mesir masih sangat buruk selama di
Piala Dunia dengan memainkan 7 pertandingan tidak pernah menang dua kali seri
dan 5 kali kalah.
Tim Negeri Firaun ini mengejar kemenangan pertama mereka
di panggung sepak bola terbesar
Lihat kembali sejarah Piala Dunia Mesir dan pelajari
tentang rekor dan pelatih mereka
Setelah absen di edisi terakhir Piala Dunia FIFA™, Mesir
telah berjuang kembali untuk lolos ke penampilan keempat mereka di turnamen
tersebut.
Mohammed Salah cs mengamankan tempat mereka setelah
kampanye kualifikasi yang luar biasa, keluar dari grup mereka tanpa
terkalahkan, setelah mengungguli lawan-lawan tangguh berkat pertahanan yang
kokoh dan kontribusi para pemain internasional berpengalaman mereka.
Turnamen ini adalah kesempatan emas bagi Mesir untuk
menegaskan posisi mereka sebagai salah satu yang terbaik di Afrika dan dunia
Arab, dengan para penggemar mereka bermimpi tentang perjalanan yang tak
terlupakan. Superstar global Mohamed Salah memimpin dengan skuad yang
menggabungkan pengalaman dengan ambisi muda, menampilkan pemain seperti Omar
Marmoush, Trezeguet, dan Mostafa Mohamed.
Sejarah
Piala Dunia Mesir
Essam El Hadary dari Mesir merayakan
setelah rekan setimnya Mohamed Salah mencetak gol pertama tim mereka selama
pertandingan Grup A Piala Dunia FIFA 2018 Rusia antara Arab Saudi dan Mesir di
Volgograd Arena pada 25 Juni 2018 di Volgograd, Rusia.
Jika bukan karena nasib buruk dengan
cuaca, Mesir akan menjadi bagian dari Piala Dunia perdana di Uruguay pada tahun
1930. Presiden FIFA Jules Rimet mengundang Mesir dan sekelompok tim Eropa untuk
melakukan perjalanan ke Amerika Selatan dengan kapal bersama dari Prancis,
tetapi takdir berkata lain ketika badai di laut menyebabkan Mesir ketinggalan
keberangkatan untuk perjalanan transatlantik tersebut.
Namun, empat tahun kemudian, mereka
lolos ke Piala Dunia Italia 1934, mencetak sejarah sebagai tim Afrika dan Arab
pertama yang bermain di Piala Dunia. Dengan format gugur langsung, Mesir
tersingkir setelah kalah 4-2 melawan Hungaria meskipun Abdelrahman Fawzi tampil
gemilang dengan mencetak kedua gol tim. Meskipun demikian, Mesir telah mencapai
tonggak sejarah dengan memperkenalkan sepak bola Afrika kepada khalayak global.
Di bawah pelatih asal Argentina,
Hector Cuper, Mesir tampil di Piala Dunia FIFA 2018 Rusia™, kembali ke turnamen
setelah absen selama 28 tahun dan membawa harapan besar yang terinspirasi oleh
kehebatan Mohamed Salah.
Mesir kalah di pertandingan pembuka
mereka 1-0 dari Uruguay dengan Salah absen karena cedera, tetapi bintang
Liverpool itu kembali untuk pertandingan kedua dan mencetak gol hiburan dalam
kekalahan 3-1 dari tuan rumah – gol Piala Dunia pertama Mesir dalam 28 tahun.
Mesir tersingkir setelah kembali kalah
di pertandingan terakhir babak penyisihan grup, dengan skor 2-1 dari Arab
Saudi. Namun, sebelum itu, Salah menciptakan momen menggembirakan bagi jutaan
warga Mesir dengan menerobos pertahanan lawan dan mencetak gol solo yang
brilian. Meskipun hasilnya jauh dari harapan, kembalinya Mesir ke Piala Dunia
tetap signifikan karena menunjukkan potensi yang dimilikinya.
Pencetak Gol Terbanyak Mesir di Piala
Dunia. Dua orang berbagi kehormatan sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang
masa Mesir di Piala Dunia, masing-masing dengan dua gol oleh Abdelrahman Fawzi
dan Mohamed Salah.
Abdelrahman Fawzi mencetak dua golnya
dalam pertandingan melawan Hongaria selama debut Mesir di Italia 1934, menjadi
pemain Arab dan Afrika pertama yang pernah mencetak gol di Piala Dunia –
meskipun Firaun tersingkir dari turnamen setelah kalah 4-2 dalam satu-satunya
pertandingan mereka.
Salah mencetak dua golnya di Rusia
2018, mencetak gol melawan Rusia dan Arab Saudi untuk mendapatkan tempat
bersama Fawzi dalam sejarah sepak bola Mesir. Dengan Mesir kini menuju edisi
2026 di Amerika Utara, bintang Liverpool itu akan memiliki kesempatan untuk
menambah jumlah penampilan dan mengklaim rekor tersebut secara mutlak.
Rekor penampilan terbanyak di Piala
Dunia oleh pemain Mesir dipegang bersama oleh pemain dari dua generasi, dengan
beberapa bintang sama-sama bermain tiga pertandingan.
Itu karena Mesir tidak pernah
memainkan lebih dari tiga pertandingan di turnamen mana pun – dan hanya satu di
Italia 1934 karena format sistem gugur. Daftar pemain dengan penampilan
terbanyak terdiri dari tokoh-tokoh kunci dari Italia 1990 dan Rusia 2018,
termasuk Mohamed Salah dan pemain lain yang kemungkinan akan tampil di turnamen
tahun depan.
Momen-momen Tak Terlupakan Mesir
Meskipun penampilan Mesir di Piala Dunia jarang terjadi,
mereka meninggalkan kenangan yang abadi. Debut mereka di Italia 1934 tetap
menjadi tonggak sejarah – sebagai tim Afrika dan Arab pertama di Piala Dunia, tim
negeri Firaun membuka jalan bagi generasi mendatang.
Beberapa dekade kemudian, sundulan dari Hossam Hassan
memastikan kemenangan 1-0 atas Aljazair setelah hasil imbang tanpa gol di leg
pertama dan mewujudkan impian jutaan orang dengan mengembalikan Mesir ke Piala
Dunia setelah 56 tahun absen.
Skuad itu kemudian mengukir momen ikonik lainnya dengan
menahan imbang Belanda, yang saat itu merupakan juara Eropa, dengan skor 1-1
berkat penalti yang dieksekusi oleh Magdi Abdelghani.
Hasil imbang itu memberi Mesir poin pertama mereka di
Piala Dunia, dan gol tersebut mendapatkan status legendaris, selamanya terpatri
dalam ingatan para penggemar sebagai simbol perjuangan dan ketahanan melawan
tim-tim terbaik dunia.
Pemain Top Mesir
Mohamed Salah
yang dijuluki "The Egyptian King", ia adalah pemain terbaik dalam
sejarah Mesir. Ia menjadi ikon di Liverpool dan memimpin Mesir lolos ke Piala
Dunia 2018 serta 2026.
Mohamed Elneny:
Gelandang yang lama membela Arsenal dan menjadi pilar penting di lini tengah
tim nasional dalam satu dekade terakhir.
Mahmoud
"Trezeguet" Hassan: Pemain sayap yang memiliki peran krusial
dalam serangan Mesir di kancah internasional.
Mohamed Aboutrika:
Dianggap sebagai "Sang Penyihir" dan legenda terbesar yang bermain di
liga domestik (Al Ahly). Ia menjadi kunci dominasi Mesir di Afrika.
Ahmed Hassan:
Pemegang rekor penampilan terbanyak (caps) untuk Timnas Mesir dengan 184
penampilan.
Essam El Hadary:
Penjaga gawang legendaris yang memecahkan rekor sebagai pemain tertua di Piala
Dunia (usia 45 tahun pada 2018).
Wael Gomaa:
Salah satu bek terbaik Afrika yang dikenal karena ketangguhannya dalam mengawal
lini pertahanan.
Era Perintis dan
Legenda Klasik
Hossam Hassan:
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk Mesir (68 gol) dan kini menjabat
sebagai pelatih tim nasional.
Mido (Ahmed
Hossam): Salah satu pionir pemain Mesir yang sukses di liga-liga top Eropa
seperti Ajax, Marseille, dan Tottenham Hotspur.
Hassan El-Shazly:
Legenda tahun 1960-an yang mencetak 49 gol dalam 62 pertandingan internasional.
Mahmoud El Khatib
(Bibo): Pemain Mesir pertama yang memenangkan gelar Pemain Terbaik Afrika
(Ballon d'Or Afrika) pada tahun 1983.
Daftar Oemain Timnas Mesir:
Penjaga Gawang
Mohamed El-Shenawy (Al Ahly)
Ahmed El Shenawy (Pyramids FC)
Mohamed Sobhy (Zamalek)
Mostafa Shobeir (Al Ahly)
Belakang
Mohamed Hany (Al Ahly)
Ahmed Eid (Al
Masry)
Ramy Rabia (Al Ahly)
Yasser Ibrahim (Al
Ahly)
Hossam Abdelmaguid (Zamalek)
Mohamed Hamdy (Pyramids
FC)
Khaled Sobhi (Al
Masry)
Ahmed Abou El Fotouh ( Zamalek)
Gelandang
Hamdy Fathy (Al-Wakrah)
Marwan Attia (Al Ahly)
Ahmed Sayed (Zamalek)
Emam Ashour (Al Ahly)
Mahmoud Saber (Pyramids FC)
Mohamed Shehata (Zamalek)
Penyerang
Mohanad Lasheen (Pyramids FC)
Mohamed Salah | Kapten (Liverpool)
Omar Marmoush (Eintracht Frankfurt)
Mahmoud Hassan (Trezeguet) (Al-Rayyan)
Mostafa Mohamed (Nantes)
Ibrahim Adel (Pyramids FC)
Salah Mohsen (Al Masry)
Osama Faisal (National Bank of Egypt)
Starting Eleven
Berdasarkan pertandingan kualifikasi terakhir melawan
Djibouti, Mesir sering menggunakan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1:
Kiper: Mohamed El-Shenawy
Bek: M. Hany, R. Rabia, H. Abdelmaguid, M. Hamdy
Tengah: Hamdy Fathy, Marwan Attia, Emam Ashour
Depan: Mohamed Salah, Omar Marmoush, Trezeguet (atau
Mostafa Mohamed sebagai striker murni)
Mohamed Salah tetap menjadi sosok sentral setelah
mencetak 9 gol selama masa kualifikasi ini, menjadikannya pencetak gol
terbanyak sementara di zona Afrika. (*don|berbagai sumber)
Berikan Komentar