Ancang-ancang Test Fisik Atlet Beladiri Pasca Lebaran Idulfitri

Ancang-ancang Test Fisik Atlet Beladiri Pasca Lebaran Idulfitri

Mediasenior|Bandarlampung|Beladiri|17032026

---- Padatnya traffic kegiatan pembinaan prestasi di KONI Lampung belakang menuntut konsenterasi penuh dari berbagai bidang untuk membersamai prestasi atlet Lampung, terkhusus untuk beberapa cabang olahraga yang dalam waktu dekat akan mengikuti kompetisi nasional, seperti PON Beladiri tahap 2 di Manado Sulawesi Utara.


Paling dekat kegiatan yang akan segera dilaksanakan pasca hari raya Idul Fitri adalah test fisik khusus untuk seluruh atlet beladiri yang akan mengikuti PON Beladiri tahap 2 di Manado yang dijadwalkan akhir Juli hingga Agustus 2026.

Ini disampaikan Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science Riagus Ria belum lama ini. “Teman-teman dari Binpres sudah menyusun perencanaannya. Dan semoga bisa segera digelar pasca lebaran nanti. Secara teknis mungkin bisa langsung dengan teman-teman Binpres dan Diktar,” ungkap Riagus di ruang kerjanya.

Menyambung terkait perencanaan test fisik tersebut, Yopi Hutomo Bhakti mewakili tim Binpres menyampaikan beberapa kisi-kisi terkait test fisik tersebut.

“Ya benar, bahwa kami sudah sampaikan juga ke teman-teman cabor bahwa akan diadakan test fisik di akhir Maret atau awal April 2026. Instrumen yang akan kami sampaikan saat test fisik, segera diinfokan kepada teman-teman pengurus cabor selama bulan Ramadan ini,” kata Yopi.


Test Parsial

Kali ini, lanjut Yopi, ada hal yang baru untuk diikuti para atlet dalam test fisik ini, yakni lebih detail dan mengarah pada keperluan cabor masing-masing.

“Kami akan fokus pada test fisik dan teknik. Dan yang akan kami lakukan juga ada test secara parsial. Artinya kami akan melakukan test sesuai dengan kebutuhan atlet itu sendiri, jadi ada kemungkinan ini jauh lebih rumit, karena kami harus mengikuti kepentingan cabor. Test tidak semuanya sama antara satu cabor dengan cabor lainnya, dan ini akan sangat membantu pelatih dan atlet untuk menemukan potensi dan kelemahan mereka,” lanjut Yopi.

Anggar misalnya, lanjut Yopi, mungkin memerlukan masukan bagaimana meningkatkan kecepatan, dimana seorang atlet bisa melakukan tusukan atau serangan secara masksimal, berapa tusukan per menit dan sebagainya.

“Intinya, ini akan kami coba terapkan untuk membantu para atlet dan pelatih menemukan apa yang mereka cari. Outputnya adalah berupa profil, yaitu berupa skor-skor terkait Fisik, Teknik, Kesehatan dan Mental atlet peserta test. Data itu nantinya bisa dipergunakan oleh para pelatih untuk meningkatkan proses latihan lanjutan dan fokus pada mempertajam di sektor apa, misalnya begitu,” tutur Yopi.

Yopi menjelaskan bahwa kali ini test dilakukan lebih ketat secara sport science, dengan berbagai penilaian hingga pada teknik dasar.

“Tujuannya test ini untuk membantu cabang olahraga meningkatkan kualitas atletnya, baik fisik, teknik, mental dan kesehatannya. Kenapa harus menyentuh teknik dasar yang juga masuk dalam pendataan, karena ada kemungkinan dari dasarnya ada kekeliruan yang dicerna oleh atlet. Dan semoga test itu bisa membantu cabor meningkatkan kualitas dan prestasinya,” kata Yopi.

Diharapkan seluruh atlet peserta test melakukannya dengan serius agar bisa memberikan hasil yang terbaik, khususnya bagi diri mereka sendiri. (don)

Berikan Komentar