---- Fantastis. Tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC atau yang akrab disebut The Guardian menghancurkan tamunya Semen Padang FC yang berjuluk Kabau Sirah dengan skor telak 4-0 dalam pertandingan pekan ke 23 Liga 1 Indonesia 2025/2026 yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandar Lampung, 24 Februari 2026.
Bagi tim asuhan Paul Munster, ini merupakan kemenangan
ketiga berturut-turut di tiga partai terakhir Liga Super, setelah sebelumnya meraup
6 poin dari pertandingan di Surabaya dan Kediri. Melawan Persebaya 2-1 dan
bertemu Persik Kediri 4-3.
Dengan kemenangan ini, the Guardian of Saburai kini
menduduki peringkat 5 klasemen sementara.
Pertandingan yang untuk pertama kalinya berlangsung malam
hari di kandang itu Bhayangkara FC tampil percaya diri dan memberikan banyak
tekanan kepada tamunya Semen Padang yang kini ditangani Dejan Antonic.
Pertandingan awalnya berjalan seimbang dan saling jual
beli serangan hingga menit 20-an. Namun di menit 25, scrimmage di kotak penalti Semen Padang membuahkan tendangan penalti
setelah striker Bhayangkara, Henry,
dijatuhkan oleh pemain belakang Kabau Sirah.
Wasit M Irfan Effendi yang berada di beberapa meter dari
tempat pelanggaran itu terjadi, tanpa keraguan langsung menunjuk titik putih,
meskipun terjadi protes para pemain Semen Padang, namun tetap pada
keputusannya.
Moussa Sidibe yang ditugasi sebagai eksekutor dari titik
penalti menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Tendangan kaki kirinya
berhasil meluncur ke dalam gawang berlawanan dengan gerakan kipper Padang, Arthur
Augusto Da Silva. 1-0.
Semen Padang terpaksa bermain dengan 10 orang setelah Boubakary
Diarra harus keluar lapangan setelah mendapatkan kartu kuning kedua karena
melanggar Wahyu Subo Seto, akhirnya
Semen padang bermain dengan 10 pemain.
Bhayangkara kembali memperoleh penalti setelah Ryo
Matsumara dijatuhkan oleh bek Semen Padang. Ryo sendiri yang menjadi eksekutor
dan berhasil menggandakan skor menjadi 2-0, menit 50.
Pada menit 53, Moussa Sidibe mencetak gol keduanya,
memperbesar keunggulan Bhayangkara FC menjadi 3-0 setelah menyambar bola rebound, dari sebuah serangan cepat yang
dikreasikan oleh Privat Mbarga lewat sayap kanan.
Bola diagonal menyusur tanah itu berhasil ditepas oleh
penjaga gawang Arthur, namun halauannya justru menuju ke posisi Sidibe yang
bergerak ke tengah kotak penalti. Dengan sekali sambar kaki kirinya, robek
kembali gawang Arthur untuk yang ketiga kalinya. 3-0.
Gol keempat menjadi kill
the game yang keren, karena diawali gerakan Moussa Sidibe yang membawa bola
dan “mengolongi” pemain belakang Semen Padang saat mengirim umpan terobosan
kepada Ryo Matsumura di kotak penalti lawan. dengan skill yang luar biasa
Namun pemain Jepang itu mendapat tekanan dari Arthur yang
menutup ruang geraknya. Namun dengan skill
tinggi, Tyo mengirimkan bola terukur kepada Henry yang berada sekitar 4 meter
di sisi kirinya, yang langsung mengeksekusi menjadi gol ke-4 di menit 74. 4-0.
Dengan 9 poin terakhir ini, Bhayangkara Presisi Lampung
FC merangkak naik ke peringkat kelima klasemen sementara dengan memperoleh 35
poin dari 23 pertandingan (10 menang, 5 imbang, 8 kalah). Sementara itu, Semen
Padang FC makin terjepit di posisi 17 yang merupakan zona degradasi dengan 16
poin dari 23 pertandingan (4 menang, 4 imbang, 15 kalah).
Meskipun kecewa karena kekalahannya itu, Pelatih Semen
Padang FC, Dejan Antonic, menyatakan bahwa pertandingan ini “cukup lucu” karena
adanya keputusan wasit yang dirasa tidak adil dan VAR yang tidak berjalan
maksimal.
Namun, ia tetap memberikan apresiasi kepada Bhayangkara
dan mengakui kekalahan ini sebagai pelajaran bagi timnya.
Sementara pelatih Bhayangkara, Paul Munster, sebelumnya
telah menyatakan bahwa timnya tidak akan meremehkan Semen Padang meskipun
berada di zona degradasi.(don)
Berikan Komentar