Ngobrol Bareng Bang Taufik Hidayat di Ruang Terbuka, Ini Suara Para Jurnalis Olahraga

Ngobrol Bareng Bang Taufik Hidayat di Ruang Terbuka, Ini Suara Para Jurnalis Olahraga

Mediasenior/Bandar Lampung/KONI/29122025

--- Acara santai dalam rangka ngobrol bareng ketua umum KONI Lampung Taufik Hidayat, dilakukan untuk pertama kalinya pada kepengurusan KONI Provinsi Lampung masa bakti 2025-2029.

Pertemuan yang digagas untuk ngobrol santai dengan para wartawan olahraga itu akhirnya dijadikan semacam refleksi akhir tahun dan menyampaikan program serta apa saja yang sudah dilakukan kepengurusan KONI provinsi Lampung sejak dilantik Agustus 2026.

Hadir dalam kesempatan ini Ketua Umum KONI provinsi Lampung Taufik Hidayat dengan para Wakil Ketua Umum I, Margono Tarmudji, Waketum IV Achmad Chrisna Putra, Kepala Sekretariat Darmawan, dan beberapa ketua dan wakil ketua bidang.

Sebagai pembuka, Ketua Umum KONI Provinsi Lampung menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 4 bulan di tahun 2025 telah melalui beberapa kegiatan baik di bidang pembinaan prestasi maupun kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka memenuhi keperluan sarana dan prasarana latihan dalam pembinaan cabang olahraga.

“Beberapa iven nasional yang sudah diikuti yakni PON Beladiri 1 di Kudus pada bulan Oktober 2025. Prestasi atlet-atlet Lampung memberikan harapan yang sangat baik untuk masa depan prestasi beladiri Lampung. Di PON Beladiri itu Lampung menempati urutan 10 besar, dengan perolehan medali 5 Emas, 6 Perak dan 9 Perunggu.” Kata Taufik.

Namun, lanjut Taufik, bukan soal peringkat yang harus difokus ke depan, namun real prestasi setiap cabang olahraga, contohnya beberapa cabang olahraga perorangan yang banyak memperebutkan medali seperti Atletik dan Renang.

Terkait berbagai kegiatan lainnya yang menyangkut sinergi untuk prestasi sebagai tagline KONI Provinsi Lampung, bahwa sampai saat ini, KONI sudah menjalin kerjasama dengan berbagai stakeholder yang dinilai dapat menjadi penunjang kinerja olahraga menuju prestasi.


“Dengan tagline Sinergi untuk Prestasi, kami maksimalkan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta, tujuannya agar bisa memaksimalkan sarana-prasarana yang ada di kampus secara maksimal dipergunakan oleh berbagai cabor yang relevan untuk berlatih. Pada akhirnya akan menuju prestasi yang diinginkan,” tambah Taufik.

Tercatat dua perguruan tinggi negeri sudah teken kerjasama dengan KONI provinsi Lampung, yakni Universitas Lampung dan Institut Teknlogi Sumatera (ITERA).

“Dengan perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada pemanfaatan lahan atau venue yang bisa dipergunakan sebagai tempat latihan, namun juga terbuka kesempatan kerjasama sharing keilmuan, karena di Perguruan tinggilah banyak para ahli dalam bidang yang secara khusus bisa juga menunjang pembinaan olahraga,” tambahnya.

Suara Jurnalis

Dalam kesempatan ini Taufik secara terbuka memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang program yang ada di KONI Lampung dan pandangan para jurnalis yang selama ini bermitra dengan olahraga di KONI provinis Lampung.

Jamhari Ismanto, dari Warta9.com, menyampaikan bahwa momentum penting yang harus dilakukan KONI Provinsi Lampung adalah memanfaatkan kerjasama dengan para pengusaha untuk berkolaborasi dalam pembinaan olahraga.

“Kami percaya bahwa pembinaan olahraga memerlukan banyak biaya yang harus dicover. Dan di Lampung ini juga banyak pengusaha besar yang ada, sehingga ini perlu dimanfaatkan. Misalnya dengan berkolaborasi membina cabang olahraga tertentu. Kalau mengandalkan dana pemerintah yang hanya stimulant pasti tidak akan cukup. Maka menurut saya, KONI Lampung bisa melakukan pendekatan kepada para pengusaha untuk turut dalam pembinaan olahraga Lampung,” kata Jamhari.

Jamhari juga menyampaikan soal kesempatan untuk menjadi tuan rumah PON tahun 2028, jika Lampung bermitra dengan Banten, tampaknya sangat kuat dalam hal persiapan venue dan sebagainya.

Menanggapi hal ini Ketum KONI Lampung menyampaikan apresiasi atas pemikiran kolaborasi itu. KONI Provinsi Lampung saat ini sedang melakukan dorongan kepada KONI Kabupaten dan Kota untuk kembali bersemangat melakukan pembinaan cabang olahraga di daerah masing-masing, sehingga dapat memberi sumbangsih atlet-atlet berprestasi ke provinsi.

“Terkait kemampuan bisa menjadi tuan rumah lebih awal untuk antisipasi tahun 2028, kami sudah melihat banyak hal positif, jika memang ini benar akan terjadi. Memang sampai sekarang Kemenpora belum menetapkan secara resmi tuan rumah PON 2028. Memang NTB-NTT terpilih oleh KONI Pusat saat bidding tahun 2021 lalu. Namun belum ada penetapan dari Kemenpora, jadi masih mungkin ada keputusan menyusul terkait tuan rumah 2028,” kata Taufik.

Dia mengatakan bahwa jika Lampung dan Banten memang ditunjuk untuk menggantikannya, akan sangat mungkin, karena baik Banten maupun Lampung jauh lebih siap soal penyediaan Venue pertandingan maupun transportasi serta lainnya.

“Sementara Lampung memiliki kewajiban untuk menyiapkan 20 venue cabang olahraga, ini masih bersifat tentatif dan masih negosiasi. Namun persoalan venue, kita kan cukup banyak Perguruan tinggi yang memiliki sarana olahraga yang memadai, saya rasa ini tidak mengkhawatirkan,” tambah Taufik.


Keterbukaan Informasi

Julius Putra dari Metropolis.co, menyampaikan pernyatan terima kasihnya tentang keterbukaan informasi di organisasi KONI Provinsi Lampung selama ini, sehingga bisa diakses perkembangan program pembinaan dan prestasi secara cepat.

“Salah satu yang kami perhatikan adalah keterbukaan informasi dari KONI provinsi Lampung, dimana kami menilainya cukup familiar dengan berbagai data yang diperlukan oleh kami selaku mitra dalam hal sosialisasi di tengah masyarakat. Untuk itu, kami berharap keterbukaan seperti ini akan terus dipertahankan,” katanya.

Selain itu Putra menanyakan terkait persiapan PON beladiri di Manado 2026.

Taufik Hidayat menyampaikan bahwa dalam era kepemimpinannya di KONI Provinsi Lampung memang keterbukaan sebagai salah satu yang akan dilakukan.

“Terkait persiapan PON Beladiri sesi 2 di Manado, Lampung memiliki beberapa cabor yang bisa dibilang punyau kualitas sebelumnya, seperti Hapkido, Kurash, dan Kickboxing. Cabor ini mempunyai rekam jejak bagus di kejuaraan tingkat nasional. Bahkan Kickboxing salah satunya memperoleh medali Perunggu di SEA Games Thailand beberapa waktu lalu. Dan masih ada lagi Tinju, Nabila Maharani, serta cabor lainnya,” tambah Taufik.

Muhaimin dari IDN Times menyampaikan menanyakan terkait MoU dengan beberapa stakeholder dan kelanjutannya. “Follow up dari MoU dengan beberapa Perguruan Tinggi seperti apa ke depannya,” tanyanya.

Menurut Taufik, kerjasama itu salah satu bentuk upaya KONI provinsi Lampung dalam melengkapi tugas pembinaan prestasi, dimana salah satunya adalah ketersediaan venue latihan untuk beberapa cabang olahraga.

“Seperti saya sampaikan sebelumnya, bahwa kolaborasi dalam pembinaan sangat perlu dilakukan bersama stakeholder. Karena Kampus memiliki kemampuan untuk itu dan sarananya ada. Selain itu Kampus memiliki tenaga-tenaga ahli yang secara sport science mampu melakukan hal-hal non teknis dalam pembinaan. Penerapan keilmuan itulah yang juga diperlukan dalam pembinaan atlet,” kata Taufik.

Sinergi itu, lanjutnya, dilakukan secara massif sejak saat ini ke depan hingga mendapatkan hasil yang diinginkan bersama.

Evan dari Alodelima.id, menanyakan teknis pembinaan berjenjang yang berkualitas, dimana atlet-atlet yang dihasilkan dari iven-iven daerah bisa muncul ke tingkat provinsi.

“Pembinaan berjenjang itu, terus dimonitor. Dan kita lihat saat ini cabang olahraga mulai selektif dalam memunculkan atlet. Semua melalui seleksi lanjutan yang ketat, sehingga diperoleh hasil atlet yang benar-benar berkualitas pada saat yang diperlukan,” Jelas Taufik.

Dalam proses pembinaan berjenjang seperti itu, cabang olahraga unggulan masih tetap sebagai prioritas utama, tanpa mengesampingkan cabor lainnya.

Sementara Munizar dari Bacageh.id, menyampaikan bahwa cabang olahraga yang dalam teori pembinaannya berjenjang, sejak dari Porkot atau Porkab, ke Porprov dan selanjutnya ke PON, SEA Games dan selanjutnya tampaknya belum memenuhi standar yang diinginkan.

“Kebanyakan sekarang ini hanya menggugurkan kewajiban menggelar even. Karena ada yang hanya tiga cabor, lima cabor. Sementara cabor-cabor itu bukan cabor utama atau prioritas. Bagaimana menata ini agar kualitas itu sudah mulai dibangun sejak dari bawah,” tanyanya.

Menjawab pertanyaan ini Ketua Umum KONI Lampung mengatakan bahwa memang ini masih dalam tahap pendewasaan. Diakui bahwa saat ini dorongan KONI Provinsi untuk membangunkan semangat pembinaan di daerah masih pada tataran kabupaten agar kembali bangkit dan bersemangat.

“Seperti kita ketahui, memang saat ini KONI Provinsi sedang membangun semangat kawan-kawan di daerah. Karena ada daerah yang memang sama sekali tidak memiliki dana untuk menggelar Porkab, dan KONI provinsi mendorong dengan dana stimulant. Ini sudah berjalan, meskipun masih belum seragam,” ungkapnya.

Bukan Sekedar Peringkat

Saat ini, lanjut Taufik, masih ada yang menyelenggarakan hanya tiga cabor dan lima cabor, dan ada yang 28 cabor. Ini merupakan pertanda bahawa sudah mulai bangkit keinginan untuk melakukan pembinaan meskipun dalam keterbatasan.

“Nanti proses selanjutnya akn lebih ditata, dan diberikan standarisasi. Namun sebelum itu kami juga harus berfikir tentang kemampuan setiap daerah,” ucapnya.

Taufik kembali mengingatkan bahwa terkait peringkat nasional, seharusnya bukan hanya berpatokan akan mempertahankan peringkat saja. Namun sudah harus berfikir bagaimana penyebaran medali ada di seluruh cabang olahraga, terutama beberapa cabor perorangan seperti Atletik, Renang dan Beladiri. Karena di cabor-cabor ini banyak mempertandingan banyak nomor.

Taufik menyampaikan beberapa hal terkait prestasi lainnya, bahwa ada setidaknya 14 atlet lampung yang memperkuat kontingen merah-putih di SEA Games 2025 di Thailand.

“Yang dicapai atlet-atlet muda Lampung di tingkat nasional dan internasional cukup bagus. Para atlet Lampung pendukung kontingen Garuda Indonesia di SEA Games ke- 33 berhasil mendapatkan medali emas baik secara pribadi maupun beregu.” Kata Taufik.

Lampung juga masih terus bersiap untuk mengikuti berbagai iven nasional seperti:

PON Beladiri 2 – tahun 2026 di Manado, PON Indoor, PON Pantai dan Prakualifikasi PON 2027, kemudian persiapan PON reguler tahun 2028 di NTT-NTB. (tim)

Berikan Komentar